Rokok Makayasa Bangun Jaringan Besar hingga Luar Jawa

- Redaksi

Kamis, 10 September 2026 - 09:03 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

Pamflet ekspansi pasar Rokok Makayasa (Dok. Seputar Jatim)

Pamflet ekspansi pasar Rokok Makayasa (Dok. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Rokok Makayasa di bawah naungan PT Mahaputra Nusantara, terus memperluas jaringan pemasarannya.

Setelah mengembangkan pasar di sejumlah wilayah Jawa Timur, perusahaan kini mulai membidik pasar di luar Pulau Jawa, termasuk Batam dan sejumlah wilayah di Kepulauan Riau.

Ekspansi tersebut dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk membangun jaringan pemasaran dan distribusi yang lebih luas.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di Jawa Timur, pengembangan pasar difokuskan pada kawasan PAWITANDIROGO yang meliputi Pacitan, Wonogiri, Madiun, Magetan, Ngawi, dan Ponorogo. Madiun diposisikan sebagai hub sekaligus pusat koordinasi distribusi Rokok Makayasa untuk kawasan tersebut.

Sementara di luar Pulau Jawa, Batam dan wilayah Kepulauan Riau menjadi sasaran pengembangan pasar berikutnya.

Dalam tahap awal ekspansi, perusahaan membangun jaringan penjualan melalui warung dan toko ritel. Hingga kini, sekitar 300 warung dan toko ritel telah masuk dalam jaringan awal pemasaran Rokok Makayasa.

Menariknya, manajemen tidak langsung memasang target penjualan tinggi. Setiap warung atau toko ritel ditargetkan menjual tiga pres pada bulan pertama.

Pemilik Brand Rokok Makayasa, Supriyadi atau dikenal Haji Adi, mengatakan target tersebut sengaja dibuat realistis agar proses pembukaan pasar baru dapat berjalan sesuai kesiapan jaringan distribusi dan sumber daya pemasaran.

“Untuk pembukaan pasar baru ini, targetnya tidak muluk-muluk. Cukup tiga pres setiap warung atau toko ritel selama satu bulan pertama,” ujarnya, Kamis (10/9/2026).

Baca Juga :  Viral! Avanza Putih Muat Jeriken Diduga Isi Pertalite di SPBU Kolor Sumenep

Menurutnya, pembukaan pasar baru membutuhkan proses dan pemetaan yang matang. Perusahaan tidak ingin memberikan beban target berlebihan kepada sales maupun promotor yang baru dibentuk.

“Jangan sampai target yang terlalu besar justru memberatkan sales atau promotor yang baru dibentuk,” katanya.

Haji Adi menjelaskan, tahap awal ekspansi tidak semata-mata diarahkan untuk mengejar volume penjualan. Perusahaan juga ingin memperkenalkan produk, membangun hubungan dengan jaringan ritel, sekaligus mempelajari karakter konsumen di setiap wilayah baru.

Perkembangan penjualan nantinya akan menjadi bahan evaluasi perusahaan untuk menentukan strategi berikutnya. Evaluasi meliputi respons pasar, kemampuan jaringan ritel, kinerja sales dan promotor, serta kesiapan distribusi di masing-masing wilayah.

“Dengan target yang terukur, kami berharap sales dan promotor dapat bekerja lebih optimal tanpa tekanan pencapaian penjualan yang berlebihan,” ungkapnya.

Lanjut ia menambahkan, pembukaan jaringan pemasaran di Jawa Timur, Batam, dan Kepulauan Riau menjadi bagian dari tahapan PT Mahaputra Nusantara dalam memperluas jangkauan pemasaran Rokok Makayasa.

“Ekspansi ini sekaligus menjadi bagian dari strategi PT Mahaputra Nusantara untuk memperluas jaringan pemasaran Rokok Makayasa secara bertahap,” tandasnya.

Dengan strategi tersebut, manajemen menargetkan pertumbuhan jaringan ritel berjalan beriringan dengan penguatan sistem distribusi dan kesiapan sumber daya pemasaran.

Baca Juga :  Bayar PBB-P2 Makin Mudah, Sumenep Mulai Terapkan SPPT Elektronik

Pengembangan pasar Makayasa pun diarahkan tidak hanya untuk mengejar peningkatan penjualan, tetapi juga membangun jaringan distribusi yang kuat, terukur, dan mampu berkembang secara berkelanjutan. (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pembelian Perdana Dibuka, Harga Tembakau di Haswal Group Capai Rp70 Ribu
H. Mu’min Target Serap 1.000 Ton Tembakau Madura, Harga Tembus Rp72 Ribu per Kilogram
HUT ke-81 RI, BPRS Bhakti Sumekar Bangun Kekompakan Karyawan Lewat JJS
Ketua PPR Sumenep Ajak Pengusaha Rokok Serap Tembakau Petani Lokal
BPRS Bhakti Sumekar Jadi Magnet Studi Banding Pemprov NTB
Tak Perlu Dana Besar, BPRS Bhakti Sumekar Buka Akses Investasi Emas Syariah
BPRS Bhakti Sumekar Dorong Warga Sumenep Lebih Cerdas Kelola Keuangan
Lewat Jelajah Literasi Keuangan, BPRS Bhakti Sumekar Dorong Generasi Muda Melek Finansial

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 09:03 WIB

Rokok Makayasa Bangun Jaringan Besar hingga Luar Jawa

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:49 WIB

Pembelian Perdana Dibuka, Harga Tembakau di Haswal Group Capai Rp70 Ribu

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 18:27 WIB

H. Mu’min Target Serap 1.000 Ton Tembakau Madura, Harga Tembus Rp72 Ribu per Kilogram

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:07 WIB

HUT ke-81 RI, BPRS Bhakti Sumekar Bangun Kekompakan Karyawan Lewat JJS

Senin, 27 Juli 2026 - 09:30 WIB

Ketua PPR Sumenep Ajak Pengusaha Rokok Serap Tembakau Petani Lokal

Berita Terbaru

Pamflet ekspansi pasar Rokok Makayasa (Dok. Seputar Jatim)

Ekonomi

Rokok Makayasa Bangun Jaringan Besar hingga Luar Jawa

Kamis, 10 Sep 2026 - 09:03 WIB

MENDUNG:
Gedung Pemerintah Kabupaten Sumenep tampak dari halaman depan (Mufti Che - Seputar Jatim)

Pemerintahan

Bayar PBB-P2 Makin Mudah, Sumenep Mulai Terapkan SPPT Elektronik

Selasa, 8 Sep 2026 - 15:09 WIB