Workshop CSR Kemigasan di Sumenep

- Redaksi

Rabu, 16 Oktober 2019 - 14:44 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

Workshop CSR Kemigasan digelar Bagian ESDA Pemkab Sumenep di Hotel Utami Sumekar, Rabu, 16/10/2019. (Didik/ SJ Foto)

Workshop CSR Kemigasan digelar Bagian ESDA Pemkab Sumenep di Hotel Utami Sumekar, Rabu, 16/10/2019. (Didik/ SJ Foto)

SUMENEP, seputarjatim.com Bagian Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Bagian Energi Sumber Daya Alam (ESDA), menggelar Workshop Kemigasan, di Hotel Utami Sumekar, Rabu, 16/10/2019. Acara ini diikuti perwakilan warga 3 kecamatan yang menjadi wilayah operasi perusahaan migas, yakni Kecamatan Sapeken, Kecamatan Giligenting, dan Kecamatan Raas. Workshop digelar untuk mensinergikan penggunaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusaaan migas, agar tepat sasaran dan dapat dimaksimalkan penggunaannya.

“CSR ini jangan hanya fokus pada infrastruktur saja. Tapi harus bisa memberdayakan masyarakat,” terang Achmad Fauzi, Wakil Bupati Sumenep saat membuka Workshop, Rabu, 16/10/2019.

Workshop digelar untuk memberikan pemahaman penggunaan Dana CSR Migas di semua wilayah basis operasi perusaaan Migas. (Didik/ SJ Foto)

Dalam pidatonya Wabup Fauzi juga menekankan pentingnya transparansi penggunaan dana CSR Migas itu. “Dana CSR ini harus untuk kepentingan Desa, bukan untuk Kadesnya,” katanya.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut Wabup Fauzi berharap dana CSR Migas dapat mempengaruhi indeks tingkat kemiskinan di Kabupaten Sumenep. Sebab menurut Fauzi, saat ini Kabupaten Sumenep berada di peringkat tiga terbawah daerah termiskin di Jawa Timur. “Ya solusinya Dana CSR ini benar-benar memberdayakan masyarakat. Dengan begitu, maka akan berdampak pada peningkatan ekonomi dan mengurangi angka kemiskinan yang sedang kita perjuangkan,” imbuh Wabup Fauzi.

Baca Juga :  Kunjungi Bintang, Polres Jombang Kampanye Sadar Berlalu Lintas
Workshop CSR Migas diisi tanya jawab antara peserta dan Pemateri. (Didik/ SJ Foto)

Rafiki, salah seorang peserta Workshop asal Pulau Sapeken meminta agar nantinya Program CSR juga dapat digunakan untuk proses kajian ekologi di wilayah operasi perusahaan migas. “Kita juga meminta agar ada studi lingkungan di wilayah kami, bagaimana dampak jangka panjangnya perusahaan migas dan lainnya,” terang Rafiki dalam sesi tanya jawab.

Mohammad Jakfar, peserta workshop lain juga memandang pentingnya pendampingan dana CSR di semua kecamatan. “Sekarang yang ada pendampingan itu cuma di Kecamatan Giligenting, kalau yang Sapeken dan Raas belum. Ini mungkin yang harus jadi pekerjaan rumah SKK Migas,” kata Jakfar.

Baca Juga :  Pemdes Ellak Laok Tuntaskan BLT DD Tahap IV

Jakfar mewakili masyarakat Sapeken juga berharap dana CSR dapat digunakan untuk penyediaan air minum, dan perbaikan rumah kumuh milik nelayan pesisir.

Mohamad Sahlan, Kepala Bagian ESDA Pemkab Sumenep optimis Dana CSR Migas berdampak pada proses pembangunan khususnya di Kepulauan Sumenep. (Didik/ SJ Foto)

Sementara itu Mohammad Sahlan, Kepala Bagian Energi Sumber Daya Alam (ESDM) Pemkab Sumenep mengatakan, Workshop yang digelar selama dua hari ini akan memberikan pemahaman akan penggunaan dana CSR perusahaan migas khusus untuk wilayah kepulauan.

“Kita menyesuaikan dengan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Sumenep, untuk memberikan perubaan di wilayah kepulauan berupa percepatan pembangunan. Harapannya dari pelaku migas di Sumenep itu dapat berperan aktif dalam pencapaian itu. Workshop ini juga agar masyarakat luas juga mengerti, bahwa semua daerah terdampak itu mendapat kompensasi dari setiap perusahaan migas yang beroperasi di wilayah mereka,” terang Sahlan saat ditemui wartawan di lokasi. (dik/red)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Gapura Ditemukan Meninggal di Rumah, Polisi Sebut Dugaan Sementara Bunuh Diri
Diduga Utamakan Pengisian Jerigen Pertalite Subsidi, SPBU Pakamban Dikeluhkan Pengendara
Sambut HUT ke 81 RI, Bupati Sumenep Ajak ASN Jadi Pelopor Pengibaran Bendera Merah Putih
DKPP Sumenep Kawal Ketat Pembibitan Prancak 95 demi Jaga Mutu Tembakau Premium
Ibnu Hajar Kunjungi Kapolresta Sumenep, Serahkan Buku Karya Bupati
Tinggalkan Coblos Manual, Pilkades Serentak 2027 di Sumenep Siap Beralih ke e-Voting
Ribuan Buruh Tembakau di Sumenep Terima BLT DBHCHT Rp2,34 Miliar
Janji Penertiban THM Belum Terbukti, Lakpesdam dan LPBH NU Ultimatum Pemkab Sumenep

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:28 WIB

Warga Gapura Ditemukan Meninggal di Rumah, Polisi Sebut Dugaan Sementara Bunuh Diri

Selasa, 4 Agustus 2026 - 20:10 WIB

Diduga Utamakan Pengisian Jerigen Pertalite Subsidi, SPBU Pakamban Dikeluhkan Pengendara

Selasa, 4 Agustus 2026 - 10:58 WIB

Sambut HUT ke 81 RI, Bupati Sumenep Ajak ASN Jadi Pelopor Pengibaran Bendera Merah Putih

Senin, 3 Agustus 2026 - 10:35 WIB

DKPP Sumenep Kawal Ketat Pembibitan Prancak 95 demi Jaga Mutu Tembakau Premium

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:32 WIB

Ibnu Hajar Kunjungi Kapolresta Sumenep, Serahkan Buku Karya Bupati

Berita Terbaru

BERBAHAYA: Sejumlah pengendara melintas di lokasi ambruknya tiang listrik di ruas jalan setelah Jembatan Manyar menuju kawasan JIIPE, Gresik (Dok. Seputar Jatim)

Jawa Timur

10 Tiang Listrik Ambruk di Gresik, GM PLN UID Jatim Pilih Diam

Jumat, 7 Agu 2026 - 22:14 WIB