Ironi Hari Jadi, Puncak Pesta Tak Dapat Dinikmati Warga Sumenep

- Redaksi

Minggu, 27 Oktober 2019 - 22:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang anak harus dipanggul agar dapat menonton pertunjukan pesta puncak hari jadi Sumenep yang ke-750, Minggu malam, 27/10/2019. (Didik/ SJ Foto)

Seorang anak harus dipanggul agar dapat menonton pertunjukan pesta puncak hari jadi Sumenep yang ke-750, Minggu malam, 27/10/2019. (Didik/ SJ Foto)

“Kami orang Sumenep. Ini hari jadi kota kami. Masa sesulit ini kami menikmati pesta kami”

SUMENEP, seputarjatim.com Peringatan puncak hari jadi Sumenep ke-750 yang digelar didepan Masjid Jamik, Minggu malam, 27/10/2019, menuai kritik sejumlah kalangan. Seluruh pertunjukan yang disuguhkan dalam peringatan hari jadi ini nyaris tak dapat dinikmati masyarakat umum. Penataan panggung tamu yang sangat tinggi, ditambah pagar besi yang mengelilingi zona pertunjukan, membuat warga yang datang ke lokasi tidak dapat menyaksikan jalannya acara.

“Gimana mau nonton, ini di belakang panggung ditutup tirai hitam tinggi. Saya bawa anak kecil, niatnya mau lihat pertunjukan tari tradisional. Ya terpaksa ini berdiri di belakang panggung, sambil ngintip dari bawah jeruji” ujar Hani, warga Kota Sumenep dengan nada kesal.

Baca Juga :  RT, Dimana Negara Bermula
Warga “harus” mengintip pertunjukan puncak pesta hari jadi Sumenep yang ke-750 karena terhalang panggung dan pagar tinggi. (Didik/ SJ Foto)

Sementara itu di titik lain, tepatnya didepan gerbang masjid jamik, tampak beberapa orang tua terpaksa memanggul anak mereka agar dapat melihat acara yang disuguhkan.

“Kami orang Sumenep, ini hari jadi kota kami, masa ya sesulit ini kami menikmati pesta kami. Penonton ini datang dari mana-mana, dari pelosok desa juga banyak. Kan kasihan kalau disini gak bisa nonton,” terang Dayat, warga Desa Kolor, Sumenep.

Kritik yang sama juga disampaikan Husin Satriawan, Ketua Takmir Majid Jamik Sumenep. Menurutnya, sangat ironis bila pesta hari jadi justru tidak dapat dinikmati warga Kota Sumenep.

Baca Juga :  Kapolres Sumenep Ancam Tindak Tegas Penimbun Minyak Goreng
Warga yang datang di lokasi pesta puncak hari jadi rela berdesakan untuk menonton jalannya acara. (Didik/ SJ Foto)

“Itu yang duduk kan hanya pejabat-pejabat saja. Lha ini yang berdesakan di pagar-pagar ini gimana, orang datang mau lihat sulitnya bukan main,” kata Husin.

Husin meminta agar dilakukan evaluasi pelaksanaan peringatan hari jadi Kota Sumenep, agar di tahun-tahun mendatang dapat digelar lebih menarik dan dapat dinikmati masyarakat luas.

“Jangan eksklusif lah. Yang terbuka saja. Biar semuanya berpesta. Kami saja dari Masjid Jamik mendukung gelaran ini. itu pintu masjid kami buka lebar-lebar bagi warga. Warga yang dari jauh barangkali akanshalat, duduk sejenak, kami persilahkan,” pungkasnya. (feb/red)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pelestarian atau Pemaksaan? Perbup Busana Budaya Sumenep Tuai Gelombang Kritik
Puluhan Pasang Sapi Kerap Meriahkan HUT Perdana DRT di Lapangan Giling Sumenep
Festival Kucing Busok Raas 2025: Ajang Konservasi Ras Langka yang Jadi Magnet Wisata
Hari Jadi Sumenep ke-756, 1000 Penari Topeng Meriahkan Puncak Prosesi Arya Wiraraja
Disbudporapar Sumenep Perjuangkan 5 Warisan Budaya Lokar Agar Ditetapkan sebagai WBTB Indonesia 2025
Daftar Juara Festival Musik Tong-Tong 2025 di Sumenep
Festival Musik Tong-Tong Masuk KEN 2025, Disbudporapar Sumenep Siap Tampilkan Budaya Sumenep Tingkat Nasional
38 Grup Meriahkan Festival Musik Tong Tong se-Madura 2025

Berita Terkait

Sabtu, 10 Januari 2026 - 17:47 WIB

Pelestarian atau Pemaksaan? Perbup Busana Budaya Sumenep Tuai Gelombang Kritik

Sabtu, 13 Desember 2025 - 21:00 WIB

Puluhan Pasang Sapi Kerap Meriahkan HUT Perdana DRT di Lapangan Giling Sumenep

Rabu, 19 November 2025 - 14:25 WIB

Festival Kucing Busok Raas 2025: Ajang Konservasi Ras Langka yang Jadi Magnet Wisata

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 23:53 WIB

Hari Jadi Sumenep ke-756, 1000 Penari Topeng Meriahkan Puncak Prosesi Arya Wiraraja

Selasa, 21 Oktober 2025 - 10:02 WIB

Disbudporapar Sumenep Perjuangkan 5 Warisan Budaya Lokar Agar Ditetapkan sebagai WBTB Indonesia 2025

Berita Terbaru