Trend Motor Listrik Makin Digemari Masyarakat, Molindo Siapkan Unit Terbaru

- Redaksi

Senin, 6 Februari 2023 - 12:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Istimewa

Foto Istimewa

SURABAYA, seputarjatim.com – Motor listrik mulai digemari oleh masyarakat, terutama di kalangan milenial atau pelajar yang sudah menggunakan motor listrik ini. Tren baru kalangan milenial menggemari sepeda motor listrik selain irit, hemat dan nyaman, motor listrik juga ramah lingkungan.

Salah satu pengguna motor listrik, Putu Duta Saputra, mengatakan, perbedaan menggunakan motor listrik sama motor konvensional sangat berbeda dari segi perjalanan. Menurutnya selain yaman, motor listrik juga sangat irit biaya.

“Perbedaan menggunakan motor listrik sama motor konvesional itu sangat berbeda, dari segi perjalanan ketika saya menggunakan motor listrik lebih nyaman dan gak berisik seperti motor konvensional lainnya. Jadi menggunakan motor listrik juga sangat irit bensin, untuk pengisian batere juga lebih mudah, hemat dan irit,” kata Putu.

Foto Istimewa

Lanjut Putu, perawatan motor listrik tidak seperti motor konvesional lainnya.

“Kalau untuk motor listrik perawatanya hanya bagian-bagian rem dan bagian kelistrikan seperti baterai harus diisi ketika habis,” tambah Putu.

Putu berharap, kedepan pemerintah bisa mendukung untuk penggunaan motor listrik ini supaya bisa digunakan di jalan raya.

Baca Juga :  BGN Kembali Suspend Puluhan SPPG di Sumenep, Tak Punya SLHS dan IPAL

“Misalnya untuk tempat pengecesan diperbanyak lagi agar konsumen dapat menggunakan motor dan tidak pusing memikirkan tempat pengecesan,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu pelaku usaha tranportasi listrik Setiajit, Dirut PT Molindo, Industri perakitan motor listrik yang berpusat di Jatim tepatnya di Gresik, menyampaikan perbedaan motor listrik tidak bersuara sama sekali dan tidak menimbulkan polusi. Sebab penggunaan kendaraan listrik sangat besar manfaatnya pertama tentu jelas ramah lingkungan. Kemudian juga lebih efesien dan lebih irit jika dibandingkan dengan penggunaan sepeda motor berbahan bakar mesin.

“Motor listrik tidak bersuara sama sekali dan tidak menimbulkan polusi tidak menimbulkan polusi tidak ada bekas yang ditinggalkan selain itu, motor biasa boros uang dari pada motor listrik, karena motor listrik sekali cas hanya 4000-4500 rupiah untuk 78-80 KM dan bisa di cas di rumah, jalan, warung, dan di kantor-kantor atau di SPKLU ( Stasiun Penyisihan Kendaraan Listrik Umum),” jelasnya.

Ia mengatakan, motor listrik saat ini yang berminat kalangan mulai dari kalangan ojek online dan kalangan milenial dari anak-anak pelajar yang sudah mulai tertarik dengan kombinasi warna yang sangat cerah, selain itu, mereka bisa hemat bisa menyimpan uang sakunya tidak habis beli bahan bakar minyak.

Baca Juga :  Takdir Pulau Terpulaukan

Setiajit menambahkan, untuk penjualan setiap bulan mulai kenaikan bisa sampai 100 Unit setiap bulan untuk Jawa Timur.

“Penjualan setiap bulan bisa sampai 100 Unit untuk Jawa Timur yang berdomisili dan kita pasarnya di Jawa Timur paling banyak,” tegasnya.

Disampaikan Setiajit bahwa penggunaan sepeda motor listrik maupun kendaraan listrik berbasis mobil sangatlah aman. Tidak perlu khawatir konslet atau terjadi kendaraan terbakar karena setiap komponen juga sudah terlindungi oleh soket maupun braket yang aman.

“Kami berharap kepada pemerintah untuk bersubsidi kepada masyarakat ada kepastian kapan dan jumlahnya kemudian juga ada ketentuan sebagaimana yang dipersyaratkan informasi bahwa TKDN lebih dari 40 persen, mungkin sangat penting karena kalau tidak di persyaratkan begitu, maka akan kebanjiran produk-produk luar negeri yang akan datang kesini.” Pungkasnya. (her/red)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026
Percepat Akses Listrik di Kepulauan, Pemkab Sumenep Terima Hibah PLTS 2 MW
BGN Kembali Suspend Puluhan SPPG di Sumenep, Tak Punya SLHS dan IPAL
Kemenag RI Resmi Tetapkan 1 Ramadan 1447 H pada 19 Februari 2025
Pemerintah dan NU Kompak Prediksi 1 Ramadan 1447 H Jatuh 19 Februari 2026
Pemeriksaan Dugaan Ijazah Palsu, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan selama 2 Jam Lebih
SPPG Bermasalah Diancam Ditutup Total, Pemerintah Tak Ingin Program MBG Dikelola Asal-asalan
Rakernas III Resmi Ditutup, IWO Mantapkan Peran sebagai Penjaga Moral Informasi Bangsa di Era Digital

Berita Terkait

Kamis, 19 Maret 2026 - 19:58 WIB

Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026

Rabu, 11 Maret 2026 - 17:48 WIB

BGN Kembali Suspend Puluhan SPPG di Sumenep, Tak Punya SLHS dan IPAL

Rabu, 18 Februari 2026 - 02:06 WIB

Kemenag RI Resmi Tetapkan 1 Ramadan 1447 H pada 19 Februari 2025

Selasa, 17 Februari 2026 - 12:32 WIB

Pemerintah dan NU Kompak Prediksi 1 Ramadan 1447 H Jatuh 19 Februari 2026

Jumat, 13 Februari 2026 - 08:08 WIB

Pemeriksaan Dugaan Ijazah Palsu, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan selama 2 Jam Lebih

Berita Terbaru