Anggaran Pusat Dipangkas, DPRD Sumenep Minta Desa Perkuat Kemandirian Fiskal

- Redaksi

Kamis, 12 Februari 2026 - 00:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEGAS: Anggota Komisi I DPRD Sumenep, Khairul Anwar (Mufti Che - Seputar Jatim)

TEGAS: Anggota Komisi I DPRD Sumenep, Khairul Anwar (Mufti Che - Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, tegaskan pentingnya kemandirian fiskal desa agar tidak terus bergantung pada anggaran transfer dari pemerintah pusat.

Dorongan tersebut mengemuka menyusul kebijakan pemangkasan anggaran pusat yang disebut mencapai hingga 70 persen.

Anggota Komisi I DPRD Sumenep, Khairul Anwar, menilai kebijakan tersebut harus disikapi secara konstruktif sebagai momentum pembenahan tata kelola keuangan desa, bukan justru dianggap sebagai ancaman bagi pembangunan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, desa perlu mulai menyusun perencanaan pembangunan yang lebih terarah, berjangka panjang, dan berbasis pada kekuatan lokal yang dimiliki masing-masing wilayah.

“Desa bersama pemerintah kabupaten pada dasarnya harus diarahkan agar mampu berdiri secara finansial tanpa ketergantungan berlebih kepada pemerintah pusat,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).

Baca Juga :  Ratusan Peserta Hadiri Sosialisasi Empat Pilar, Generasi Muda Diminta Bijak Bermedia

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu menegaskan, ketahanan fiskal desa menjadi prasyarat penting agar roda pembangunan tetap berjalan secara berkelanjutan, meskipun dukungan anggaran dari pusat mengalami pengurangan.

Lanjut ia mengungkapkan, tingkat ketergantungan desa terhadap dana transfer saat ini masih sangat tinggi. Di Kabupaten Sumenep, sekitar 95 persen anggaran desa masih bersumber dari pemerintah pusat melalui Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD).

“Ketergantungan yang terlalu tinggi tentu tidak sehat. Karena itu, diperlukan langkah-langkah konkret dan terukur untuk mendorong desa menggali potensi lokal sebagai sumber pendapatan alternatif,” bebernya.

Lanjut ia menambahkan, kreativitas dan inovasi harus menjadi landasan utama dalam pengelolaan potensi desa. Keterlibatan aktif masyarakat dinilai penting untuk menciptakan nilai tambah dari sumber daya alam dan sosial yang tersedia.

Dengan karakteristik geografis dan sosial ekonomi Kabupaten Sumenep yang didominasi sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan, ia menilai peluang pengembangan ekonomi berbasis lokal masih sangat terbuka lebar.

“Potensi alam yang ada tidak boleh hanya dijual mentah. Dengan sentuhan kreativitas dan inovasi, desa dapat menghasilkan nilai tambah yang berdampak langsung pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Ia berharap, penguatan ekonomi lokal dapat mendorong desa-desa di Kabupaten Sumenep menjadi lebih mandiri, kompetitif, dan berdaya saing, sekaligus berkontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.

Baca Juga :  Penguatan Empat Pilar Kebangsaan, Said Abdullah Ajak Perempuan Jadi Agen Persatuan

“Harapannya, desa tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi mampu menjadi subjek yang mandiri dalam menggerakkan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bapenda Sumenep Terapkan Monitoring Transaksi, Strategi Baru Dongkrak PAD Tanpa Naikkan Tarif Pajak
Eliminasi Bursa Sekda Sumenep, Dua Figur Menguat sebagai Kandidat Paling Diperhitungkan
Siapa Pewaris Kursi Sekda Sumenep? Empat Kandidat Dinilai Paling Potensial
Rebutan Kursi Sekda Sumenep Memanas, 8 Pejabat Lolos Administrasi
Bappeda Sumenep Matangkan Arah Pembangunan 2027 Lewat Forum Konsultasi Publik
Wabup Sumenep Kawal Diplomasi Pariwisata, Australia Bidik Wisata Kesehatan dan Budaya Dunia
Awal 2026, Bupati Sumenep Rombak OPD Inti, Gagal Capai Target Siap Dievaluasi
Investasi Sumenep Tembus Rp2 Triliun di Tengah Transisi Aturan Perizinan

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 00:08 WIB

Anggaran Pusat Dipangkas, DPRD Sumenep Minta Desa Perkuat Kemandirian Fiskal

Rabu, 11 Februari 2026 - 10:58 WIB

Bapenda Sumenep Terapkan Monitoring Transaksi, Strategi Baru Dongkrak PAD Tanpa Naikkan Tarif Pajak

Jumat, 6 Februari 2026 - 09:46 WIB

Eliminasi Bursa Sekda Sumenep, Dua Figur Menguat sebagai Kandidat Paling Diperhitungkan

Kamis, 5 Februari 2026 - 19:18 WIB

Siapa Pewaris Kursi Sekda Sumenep? Empat Kandidat Dinilai Paling Potensial

Rabu, 4 Februari 2026 - 12:18 WIB

Rebutan Kursi Sekda Sumenep Memanas, 8 Pejabat Lolos Administrasi

Berita Terbaru