Anggota DPRD Desak Dinas Kesehatan dan P2KB Sumenep Agar Segera Mengevaluasi Kinerja Karyawan Puskesmas Dasuk

SUMENEP, SEPUTARJATIM – Anggota DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur, M. Muhri, mendesak Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana setempat untuk mengevaluasi kinerja Puskesmas Dasuk.

Menurut Panitia Khusus Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Sumenep 2023, bahwa mengambil sikap seperti itu, agar pelayanan kesehatan kepada pasien optimal dan lebih baik.

Mengingat, kata dia, kejadian bukan hanya satu atau dua kali di Sumenep, pasien yang meninggal diduga kelalaian karyawan. Bahkan Puskesmas di Kabupaten Sumenep hampir terjadi.

“Saya meminta kepada kepala Dinas kesehatan dan P2KB Kabupaten Sumenep untuk mengevaluasi puskesmas yang memberikan pelayanan yang kurang baik kepada pasien,” ucapnya, saat dihubungi via WhatsApp, Rabu (28/3/2024).

Baca Juga :  PJ DBD Puskesmas Dasuk Hemat Bicara Terkait Pasien DBD yang Meninggal Dunia Diduga Faktor Kelalaian Oknum Perawat

Lebih lanjut ia mengatakan, ketika persoalan tentang nyawa seseorang dan juga masalah kesehatan. Ia secara tegas mengambil sikap untuk mendesak OPD terkait segera mengevaluasi dan memberikan tindakan setimpal.

Hal itu, menurut pria yang pernah menahkodai PC Ansor Sumenep ini, agar memberikan efek jera kepada oknum perawat yang tidak profesional pada profesi.

“Apalagi seperti ini Puskesmas Dasuk hingga menyebabkan ada pasien meninggal. Minta tolong kepada OPD terkait segera ditindaklanjuti, agar tidak terjadi seperti hal ini. Evaluasi kinerja oknum perawat tersebut dan segera berikan tindakan,” tegasnya.

“Puskesmas harus memberikan pelayanan kepada pasien yang optimal. Agar pasien merasa nyaman saat berobat,” ujarnya.

“Oknum perawat itu diduga mengotak atik Rekam Medis (RM) dan kronologi pasien. Hal ini sudah menyalahi atura yang ditetapkan oleh pemerintah dan segera secepatnya ditindaklanjuti,” tandasnya.

Seperti diketahui sebelumnua, Kepala Puskesmas Dasuk, Novia Sari Wahyuni, mengaku bahwa karyawannya teledor saat bekerja.

Lebih jauh ia menuturkan, bahwa ada beberapa berkas yang tidak di catat pada saat peristiwa itu terjadi.

Baca Juga :  Nyawa Pasien DBD Tak Tertolong, Oknum Perawat Puskesmas Dasuk Diduga Lambat Ambil Tindakan

Terkait RM (rekam medis), pihaknya mengaku tidak ada yang keliru, cuma ada catatan yang kurang lengkap saat mengganti infus yang tidak ditulis.

“Tapi itu di hari pertama dan kedua ya!,” imbuhnya. (EM)

*

Komentar