PJ DBD Puskesmas Dasuk Hemat Bicara Terkait Pasien DBD yang Meninggal Dunia Diduga Faktor Kelalaian Oknum Perawat

- Redaksi

Jumat, 22 Maret 2024 - 18:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, SEPUTARJATIM – Kabar nyawa seorang anak melayang yang diduga faktor kelalaian oknum perawat Puskesmas Dasuk, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Hal itu menjadi atensi bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) khususnya Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Kabupaten Sumenep.

Kejadian ini sudah kedua kalinya terjadi, sehingga menjadi PR bagi Dinas Kesehatan dan P2KB Kabupaten Sumenep untuk mengevaluasi kinerja Puskesmas Dasuk.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan peristiwa menyedihkan imi, beberapa hari lalu media ini terus menelusuri dan investigasi untuk mengetahui fakta di lapangan.

Baca Juga :  Nyawa Pasien DBD Tak Tertolong, Oknum Perawat Puskesmas Dasuk Diduga Lambat Ambil Tindakan

Salah satu oknum perawat berinisial sekiligus Penanggung Hawab Unit Gawat Darurat (PJ UGD) dan Penanggung jawab Demam Berdarah Dengue (PJ DBD) Puskesmas Dasuk, berinisial SH.

Saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp, terkait kronologis kejadian dan penggunaan alat cek darah, SH banyak alasan, dengan kesibukan rapat dikantornya.

“Mohon maaf kalau sekarang ada rapat bulanan mas,” kata SH melalui via chat WhatsApp, Jumat (22/3/2024).

Dengan hal ini, SH diduga seolah-olah mencari aman dan terkesan tutup mata pada persoalan ini.

Upaya yang dilakukan oleh media ini berdasarkan arahan Kepala Puskesmas Dasuk Novia Sari Wahyuni, saat ditemui di ruangan kerjanya.

Sehingga persoalan ini terkesan dibiarkan, bahoan akan menjadi bumerang ditengah kehidupan masyarakat.

Baca Juga :  Setiap Hari, Pemkab Sumenep Bagi-Bagi Takjil Gratis kepada Masyarakat selama Bulan Ramadhan

Untuk itu, pemerintah daerah segera melakukan tindakan mengevaluasi kelalaian oknum perawat Puskesmas Dasuk yang tidak profesional dalam bekerja. (EM)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasus Penganiayaan di Lenteng Naik Status, Keluarga Korban Akhirnya Dapat Titik Terang
RSUD Moh Anwar Sumenep Perkuat Kolaborasi Pengawasan Layanan JKN, Dorong Pelayanan Kesehatan Lebih Cepat
Polisi Tetapkan H sebagai Tersangka Kasus Dugaan Penganiayaan Pemuda di Lenteng
RSUD Moh Anwar Sumenep Pastikan IGD Tetap Siaga 24 Jam selama Libur Idul Adha 1447 H
Kasus Dugaan Penganiayaan di Lenteng Belum Tuntas, Jurnalis Pertanyakan Kinerja Polisi
RSUD Moh Anwar Sumenep Sebut Bidan Jadi Penopang Utama Layanan Kesehatan Ibu dan Bayi
Cegah Praktik Titipan, RSUD Moh Anwar Sumenep Libatkan APH dan Penyuluh KPK Awasi Rekrutmen BLUD 2026
Harkitnas ke-118, RSUD Moh Anwar Sumenep Dorong Pelayanan Kesehatan Lebih Berkualitas

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:19 WIB

Kasus Penganiayaan di Lenteng Naik Status, Keluarga Korban Akhirnya Dapat Titik Terang

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:13 WIB

RSUD Moh Anwar Sumenep Perkuat Kolaborasi Pengawasan Layanan JKN, Dorong Pelayanan Kesehatan Lebih Cepat

Sabtu, 30 Mei 2026 - 19:58 WIB

Polisi Tetapkan H sebagai Tersangka Kasus Dugaan Penganiayaan Pemuda di Lenteng

Kamis, 28 Mei 2026 - 05:44 WIB

RSUD Moh Anwar Sumenep Pastikan IGD Tetap Siaga 24 Jam selama Libur Idul Adha 1447 H

Senin, 25 Mei 2026 - 21:28 WIB

Kasus Dugaan Penganiayaan di Lenteng Belum Tuntas, Jurnalis Pertanyakan Kinerja Polisi

Berita Terbaru

MENULIS: Ketua Komisi II DPRD Sumenep, Faisal Muhlis, sedang rapat dengan anggota dewan (Foto Istimewa)

Pemerintahan

DPRD Sumenep Dorong Transaksi Elektronik untuk Tingkatkan PAD

Jumat, 5 Jun 2026 - 23:35 WIB