Bantuan KIP JAWARA Diduga Dipungut Komisi Ratusan Ribu, Dinsos Sumenep Terkesan Lepas Tangan

- Redaksi

Selasa, 30 Desember 2025 - 17:17 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

ILUSTRASI: Petugas memotong bantuan KIP JAWARA (Doc. Seputar Jatim)

ILUSTRASI: Petugas memotong bantuan KIP JAWARA (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Dugaan praktik pungutan dalam penyaluran bantuan modal usaha kecil di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, kian mencuat ke permukaan.

Meski Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sumenep menegaskan bantuan disalurkan tanpa potongan, pengakuan penerima manfaat justru mengungkap adanya permintaan uang setelah dana cair.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumenep, Mustangin menyatakan, bahwa secara mekanisme dana bantuan ditransfer langsung ke rekening penerima manfaat tanpa potongan apa pun.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bantuan modal usaha kecil itu dananya langsung masuk ke rekening penerima. Penerima bisa mencairkan sendiri,” ujarnya, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (30/12/2025).

Baca Juga :  Crime Clearance Polres Sumenep Meroket di 2025, Penyelesaian Perkara Tembus 82,4 Persen

Ia menjelaskan, pada tahun 2025 penyaluran bantuan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama yang semula direncanakan untuk 70 penerima, pada realisasi 16 Desember 2025 justru bertambah menjadi 100 penerima manfaat.

“Jumlah itu menyesuaikan hasil verifikasi dan kebijakan pemerintah provinsi sebagai pihak yang menindaklanjuti usulan,” jelasnya.

Lanjut ia menegaskan, Dinsos Sumenep hanya sebatas mengusulkan calon penerima, sementara kewenangan penetapan dan tindak lanjut sepenuhnya berada di pemerintah provinsi.

“Kalau ada permintaan komisi, itu bukan ranah kami. Kami hanya bisa menegur,” tegasnya.

Namun pernyataan tersebut berbanding terbalik dengan pengakuan salah satu penerima bantuan di Sumenep, yang mengaku mengalami tekanan setelah dana bantuan cair.

Awalnya, penerima manfaat itu mengungkapkan rasa syukur karena bantuan sangat membantu kelangsungan usaha kecil yang dirintisnya.

“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Sumenep. Bantuan ini sangat berarti bagi usaha kecil kami,” ujar penerima yang tak identitasnya tak ingin disebutkan.

Namun rasa syukur itu berubah menjadi kegelisahan setelah muncul permintaan uang sebesar Rp500 ribu dari oknum petugas, dengan alasan sebagai ‘ucapan terima kasih’ atas bantuan proses pencairan.

“Tidak ada penjelasan sebelumnya soal biaya atau potongan. Permintaan itu baru muncul setelah dana cair,” ungkapnya.

Baca Juga :  Diduga Bagikan MBG Busuk, Aktivis Sumenep Desak BGN Tutup SPPG Saronggi

Menurutnya, situasi tersebut menempatkan penerima bantuan pada posisi tertekan dan serba salah.

“Kami masyarakat kecil. Mau menolak takut, karena khawatir bantuan ke depan jadi bermasalah,” katanya.

Pengakuan ini menjadi sorotan serius, mengingat bantuan sosial pemerintah seharusnya diterima utuh tanpa pungutan dalam bentuk apa pun, sebagaimana diatur dalam petunjuk teknis penyaluran bansos.

Jika dugaan tersebut terbukti, praktik ini dinilai mencederai semangat program bantuan pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan, kemandirian ekonomi, serta melindungi kelompok rentan.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Mustangin menyatakan, masyarakat yang merasa dirugikan dipersilakan melapor agar dapat ditindaklanjuti secara berjenjang.

“Kami hanya bisa melakukan peneguran dan melaporkan ke provinsi serta pemerintah pusat,” tandasnya.

Ia juga menegaskan bahwa kewenangan pemberian sanksi terhadap oknum ASN bukan berada di pemerintah daerah.

“Yang berwenang memberi sanksi adalah pemerintah pusat, karena ASN diangkat oleh pusat,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, program bantuan Kewirausahaan Inklusif Produktif Jawa Timur Sejahtera (KIP JAWARA) dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur bersama program Jatim Puspa untuk pemberdayaan perempuan kembali direalisasikan di Kabupaten Sumenep.

Diketahui, penyaluran bantuan tersebut berlangsung di Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sumenep, Selasa (16/12) kemarin.

Melalui program KIP JAWARA, setiap penerima memperoleh bantuan modal usaha sebesar Rp3 juta. Sementara itu, Jatim Puspa disalurkan dalam bentuk barang modal guna mendorong kemandirian ekonomi perempuan.

Namun usai dana cair, salah satu penerima di Sumenep, diminta uang sbesar Rp500 ribu oleh salah satu petugas dengan alasan telah membantu proses pencairan bantuan. (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://www.seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mobil Pribadi Angkut Pertalite Pakai Jeriken di SPBU Kolor Sumenep, Sulaisi: Ini Harus Diawasi
Bupati Sumenep Hadir di Kerja Bakti LDII, 200 Peserta Bersihkan Lingkungan Paberasan
Madura Night Vaganza 2026 Dibuka, 200 Stan Ramaikan Panggung Promosi Sumenep
APSI Minta Industri Rokok Buka Pasar Lebih Luas, Petani Madura Tak Boleh Kesulitan Menjual
Lakpesdam dan LPBH NU Temui Kapolresta Sumenep, Desak THM yang Langgar Aturan Ditutup Permanen
Warga Kepulauan Sumringah, Jalan Jathe Lanjheng Kangean Kini Mulus
Semarak HUT ke-81 RI, DWP RSUDMA Sumenep Sabet Gold Lomba Lagu Daerah Nusantara
Santri PP Mathla’ul Anwar Gelar Refleksi Kemerdekaan RI ke 81, Ibnu Hajar: Belajar adalah Perjuangan

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 19:34 WIB

Mobil Pribadi Angkut Pertalite Pakai Jeriken di SPBU Kolor Sumenep, Sulaisi: Ini Harus Diawasi

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:37 WIB

Bupati Sumenep Hadir di Kerja Bakti LDII, 200 Peserta Bersihkan Lingkungan Paberasan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:09 WIB

Madura Night Vaganza 2026 Dibuka, 200 Stan Ramaikan Panggung Promosi Sumenep

Selasa, 25 Agustus 2026 - 22:58 WIB

APSI Minta Industri Rokok Buka Pasar Lebih Luas, Petani Madura Tak Boleh Kesulitan Menjual

Selasa, 25 Agustus 2026 - 09:06 WIB

Lakpesdam dan LPBH NU Temui Kapolresta Sumenep, Desak THM yang Langgar Aturan Ditutup Permanen

Berita Terbaru

PAKAIAN: Polresta Sumenep, mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan kasus persetubuhan pelajar (Dok. Seputar Jatim)

Hukum & Kriminal

Terbongkar! Pria di Sumenep Diduga Setubuhi Pelajar 17 Tahun Dua Kali

Sabtu, 12 Sep 2026 - 10:11 WIB

Pamflet ekspansi pasar Rokok Makayasa (Dok. Seputar Jatim)

Ekonomi

Rokok Makayasa Bangun Jaringan Besar hingga Luar Jawa

Kamis, 10 Sep 2026 - 09:03 WIB