SUMENEP, Seputar Jatim – Tempat hiburan malam (THM) Mr. Ball kembali menuai sorotan setelah beredarnya poster acara ‘DJ Dinda Birthday Party’ yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 13 April 2026 malam.
Di tengah polemik dugaan pelanggaran aturan dan penolakan publik, event dugem tersebut justru tetap dipromosikan secara terbuka.
Dalam poster yang beredar, terlihat seorang DJ perempuan akan tampil dalam perayaan ulang tahun bertajuk hiburan malam di lokasi tersebut.
Agenda ini memperkuat dugaan bahwa operasional Mr. Ball Sumenep, Madura, Jawa Timur, masih berjalan aktif khususnya pada malam hari.
Kondisi ini semakin memantik pertanyaan publik terkait konsistensi penegakan aturan di Kabupaten Sumenep, yang selama ini dikenal menjunjung tinggi nilai religius dan norma sosial.
Ironisnya, di tengah mencuatnya polemik, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sumenep, Wahyu Kurniawan Pribadi, justru diduga tutup mata. Sikap ini memperkuat kesan adanya pembiaran terhadap aktivitas yang diduga melanggar ketentuan.
Padahal, sebelumnya tempat tersebut disebut telah menerima teguran administratif hingga tiga kali. Namun hingga kini, belum terlihat adanya langkah tegas berupa penghentian operasional.
Tokoh Pemuda Sumenep, Fathur Rahman, menilai keberlanjutan event DJ di Mr. Ball tersebut menjadi indikator lemahnya pengawasan aparat.
“Ini bukan sekadar hiburan biasa. Kalau event seperti ini tetap digelar di tempat yang sudah menuai penolakan dan diduga melanggar aturan, artinya ada yang tidak beres dalam pengawasan,” ujarnya, Senin (13/4/2026).
Ia juga menegaskan bahwa dugaan aktivitas dugem yang kerap dikaitkan dengan konsumsi minuman keras harus menjadi perhatian serius aparat.
“Kalau benar ada aktivitas seperti itu, maka ini sudah jelas bertentangan dengan nilai sosial masyarakat Sumenep. Tidak boleh ada ruang pembiaran,” tegasnya.
Fathur menambahkan, sikap diam aparat justru berpotensi memperkeruh situasi dan menurunkan kepercayaan publik terhadap penegakan hukum.
“Ketika laporan sudah ada, teguran sudah diberikan, tapi kegiatan masih jalan, publik wajar curiga. Ini bukan lagi soal satu tempat, tapi soal wibawa penegakan aturan,” tandasnya.
Bahkan pria berambut gondrung itu, melontarkan kritik lebih keras terhadap aparat penegak perda.
“Kalau aktivitas dugem seperti ini terus berjalan tanpa tindakan, publik bisa menilai Satpol PP bukan lagi sebagai penegak aturan, tapi justru terkesan menjadi pelindung dugem di Mr. Ball,” pungkasnya.
Upaya konfirmasi kepada Kepala Satpol PP Sumenep, Wahyu Kurniawan Pribadi, terus dilakukan, namun tidak diindahkan hingga berita ini ditayangkan. (EM)
*
Penulis : EM
Sumber Berita: https://seputarjatim.com









