Tak Kapok Disuspend, SPPG Pakamban Laok 2 Bagikan MBG Basi, Protes Wali Murid Diduga Diredam

- Redaksi

Kamis, 9 April 2026 - 12:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKANAN: MBG yang didistribusikan SPPG Pakamban Laok 2 diprores wali murid diduga sayurnya basi (Doc. Seputar Jatim)

MAKANAN: MBG yang didistribusikan SPPG Pakamban Laok 2 diprores wali murid diduga sayurnya basi (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pakamban Laok 2, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, kembali tersandung masalah serius dalam pendistribusian program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Padahal, sebelumnya SPPG tersebut sempat disuspend (diberhentikan sementara) oleh Badan Gizi Nasional (BGN) akibat berbagai persoalan mulai dari dugaan memicu diare pada siswa dan guru, penolakan dari wali murid RA, hingga temuan roti berjamur dalam paket MBG kering.

Namun, pelanggaran serupa kembali terjadi pada Kamis, 9 April 2026, dan memicu kemarahan wali murid. Sejumlah orang tua siswa mengeluhkan kondisi makanan yang dinilai tidak layak konsumsi.

Dalam paket MBG yang diterima siswa, ditemukan sayuran yang diduga sudah basi, sehingga dikhawatirkan membahayakan kesehatan anak-anak.

“SPPG Pakamban Laok 2 membagikan sayuran atau acar basi. Ini wortelnya dan timunnya sudah berlendir dan layu. Makanan sangat tidak layak jika diberikan kepada anak-anak,” ujar salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya, Kamis (9/4/2026).

Baca Juga :  Gadai Emas Berujung Polemik, Nasabah di Sumenep Klaim Rugi Rp200 Juta Usai Jaminan Disebut Palsu

Ia menegaskan, kejadian ini bukan yang pertama kali terjadi. Karena itu, pihaknya mendesak pengelola SPPG agar lebih serius dalam memastikan kualitas makanan yang diberikan kepada siswa.

“Lebih baik tidak menerima MBG, jika hanya memberikan sajian asal-asal dan basi. SPPG ini memang tidak mau berbenah dengan kesalahan yang telah berulang ini,” ujarnya.

Tak hanya itu, wali murid juga mengaku adanya upaya pembungkaman terhadap temuan tersebut. Ia menyebut pihak sekolah tidak memperbolehkan kasus ini dipublikasikan karena atas permintaan pihak SPPG.

“Kami sama pihak sekolah dilarang memviralkan, karena katanya pihak SPPG yang melarangnya untuk tidak di publik ke media,” ujarnya.

Tak hanya itu, ia pun juga mempertanyakan sikap sekolah yang dinilai tidak berpihak pada keselamatan siswa.

“Saya heran, kenapa sekolah takut sama pihak SPPG Pakamban Laok 2. Padahal ini menyangkut keselamatan siswa, seharusnya guru menjadi garda terdepan untuk menjaga anak didiknya agar tidak mengonsumsi makanan yang tak layak dalam paket MBG,” tegasnya.

Bahkan, ia mengungkapkan bahwa pihak SPPG disebut meminta agar wali murid yang memprotes tidak langsung pulang karena akan didatangi pihak SPPG.

Baca Juga :  Disuspend BGN, SPPG Lenteng Timur 3 Nekat Distribusikan MBG Busuk Lalu Blokir Nomor Wartawan

“Bahkan dengan kejadian ini, pihak SPPG meminta guru agar wali murid yang memprotes MBG basi agar tidak pulang, karena mau didatangi pihak SPPG,” jelasnya.

Wali murid berharap Satgas MBG Sumenep dan BGN segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap SPPG Pakamban Laok 2, mengingat dugaan pelanggaran yang terus berulang.

Sementara itu, pihak SPPG Pakamban Laok 2 yang dikelola Yayasan Bumi Asfan Abadi, membantah tudingan tersebut. Mereka menyatakan bahwa sayuran yang dibagikan bukan dalam kondisi basi, melainkan acar mentah.

“Mohon maaf sebelumnya, saya izin konfirmasi terkait sayurnya, itu bukan basi tapi itu acar mentah, tapi wortelnya itu direbus, timunya tanpa direbus. Itu rasa kecutnya bukan rasa dari basi tapi rasa dari cuka,” pungkasnya dalam pesan suara WhatsApp yang dibagikan kepada wali murid. (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sumenep Hadapi Fase Pancaroba, Ancaman Kekeringan Mulai Muncul
Keselamatan Siswa Jadi Prioritas, Kepsek SDN Juluk II Siap Tolak MBG Tak Layak Konsumsi
SPPG Talang Diduga Suap Jurnalis dengan ‘Uang Bensin’ Saat Usut Keracunan MBG
Kepsek SDN Juluk II Sulit Ditemui Media, Curiga Ada yang Ditutup-tutupi Soal Keracunan MBG
SPPG Karangnangka Rubaru Raih Predikat Dapur Terbaik, Bukti Komitmen Jaga Kualitas MBG di Sumenep
Kerap Bermasalah hingga Sajikan MBG Berulat, Guru Desak Satgas Ajukan Penutupan SPPG Pakamban Laok 2 ke BGN
Camat Saronggi Ungkap MBG Basi dari SPPG Talang, Kepala Sekolah SDN Juluk II Sulit Dikonfirmasi
Konferensi Pers Gagal, Kapolda Jatim Pulang Diam-Diam, Kapolres Sumenep Diduga ‘PHP’ Jurnalis

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 17:48 WIB

Sumenep Hadapi Fase Pancaroba, Ancaman Kekeringan Mulai Muncul

Jumat, 17 April 2026 - 17:57 WIB

Keselamatan Siswa Jadi Prioritas, Kepsek SDN Juluk II Siap Tolak MBG Tak Layak Konsumsi

Rabu, 15 April 2026 - 23:27 WIB

SPPG Talang Diduga Suap Jurnalis dengan ‘Uang Bensin’ Saat Usut Keracunan MBG

Rabu, 15 April 2026 - 21:24 WIB

Kepsek SDN Juluk II Sulit Ditemui Media, Curiga Ada yang Ditutup-tutupi Soal Keracunan MBG

Rabu, 15 April 2026 - 19:13 WIB

SPPG Karangnangka Rubaru Raih Predikat Dapur Terbaik, Bukti Komitmen Jaga Kualitas MBG di Sumenep

Berita Terbaru

GAGAH: Kepala BMKG Stasiun Trunojoyo Sumenep, Ari Widjajanto, saat diwawancarai di ruangannya (SandiGT - Seputar Jatim)

Peristiwa

Sumenep Hadapi Fase Pancaroba, Ancaman Kekeringan Mulai Muncul

Senin, 20 Apr 2026 - 17:48 WIB