Dari Disuspend ke Diprotes, Menu Nasi Kebiruan SPPG Jadung Bikin Siswa Enggan Makan

- Redaksi

Rabu, 1 April 2026 - 22:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MAKANAN: Menu MBG yang diprotes wali murid di Dungkek (Doc. Seputar Jatim

MAKANAN: Menu MBG yang diprotes wali murid di Dungkek (Doc. Seputar Jatim

SUMENEP, Seputar Jatim – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, kembali menjadi sorotan tajam publik.

Kali ini, perhatian mengarah pada menu yang disajikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jadung yang dikelola Yayasan Tarbiyatus Shibyan.

Sebelumnya, SPPG tersebut sempat dihentikan operasionalnya oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Keputusan itu bukan tanpa dasar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam surat Nomor 841/D.TWS/03/2026 tertanggal 10 Maret 2026, ditegaskan bahwa sejumlah SPPG dihentikan karena belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) serta tidak dilengkapi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), meski telah beroperasi lebih dari 30 hari. Artinya, dari sisi paling mendasar kelayakan operasional dan standar kesehatan sudah bermasalah.

Namun, setelah kembali beroperasi, persoalan justru muncul lagi, kali ini dari sisi kualitas penyajian makanan.

Dalam gambar yang beredar, menu MBG terlihat terdiri dari nasi berwarna kebiruan, telur goreng, tahu, serta buah dan sayur. Secara komposisi mungkin memenuhi unsur gizi, namun tampilan visual yang tidak lazim justru memicu reaksi negatif dari siswa dan wali murid.

“Saya lihat sendiri anak saya ragu makan, mungkin karena warna nasinya tidak seperti biasanya,” ujar salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya, Rabu (1/4/2026).

Baca Juga :  Petugas Rutan Sumenep Gagalkan Sabu yang Disembunyikan dalam Nasi Padang

“Besok nasinya bisa berubah warna lagi. Anakku gak mau makan katanya aneh,” tulis seorang wali murid berinisial SH.

Fenomena ini memperkuat kekhawatiran bahwa persoalan di SPPG tersebut bukan hanya soal teknis, tetapi menyentuh kualitas pengelolaan secara menyeluruh dari sanitasi hingga penyajian.

Padahal, dalam SK Nomor 401.1 Tahun 2025 tentang Juknis Tata Kelola MBG, ditegaskan bahwa makanan yang disediakan harus memenuhi standar gizi, keamanan pangan, serta dapat diterima oleh penerima manfaat.

Artinya, makanan tidak cukup hanya ‘bergizi di atas kertas’, tetapi juga harus menarik dan layak dikonsumsi oleh siswa.

Jika makanan justru ditolak karena tampilan yang tidak menggugah selera, maka program kehilangan esensinya. Tujuan pemenuhan gizi tidak tercapai, sementara anggaran tetap terserap.

Juknis juga menegaskan bahwa SPPG bertanggung jawab penuh terhadap pengelolaan makanan secara efektif, mulai dari perencanaan menu, pengolahan, hingga penyajian yang berkualitas dan aman . Dalam konteks ini, menu yang tidak diminati siswa menjadi indikator lemahnya kontrol kualitas.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius: bagaimana mungkin SPPG yang sebelumnya bermasalah dalam aspek sanitasi kini kembali bermasalah dalam aspek penyajian?

Jika pola ini terus berulang, maka yang dipertaruhkan bukan hanya kualitas makanan, tetapi juga kredibilitas program MBG itu sendiri.

Baca Juga :  Pemkab Sumenep Fasilitasi Balik Gratis Bagi 4.000 Santri Usai Lebaran

Hingga berita ini ditayangkan, pihak SPPG Jadung belum memberikan penjelasan resmi terkait perubahan warna nasi maupun langkah evaluasi yang akan dilakukan. (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penuh Penghayatan, Refleksi Bung Karno ala Ibnu Hajar Tuai Tepuk Tangan Hadirin
SPPG Rumah Juang Garuda Emas Rubaru Disuspend BGN, Padahal Sempat Klaim Beroperasi Sesuai SOP
Yabhysa dan LKNU Perkuat Peran Kader Kesehatan Menuju Pamekasan Bebas TBC
SKK Migas dan KKKS Jabanusa Tebar Kepedulian Idul Adha 1447 H, Salurkan Kurban hingga Mudik Gratis Kepulauan
Puluhan SPPG di Sumenep Disetop BGN, Tersandung Masalah IPAL
Jelang Idul Adha, PDIP Distribusikan 298 Hewan Kurban ke Berbagai Daerah di Madura
LBH Madani Dorong Pembentukan Pos Bantuan Hukum di Tingkat Desa
LKNU Pamekasan Ajak Warga Waspadai Hipertensi Lewat Skrining Kesehatan Gratis

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 10:47 WIB

Penuh Penghayatan, Refleksi Bung Karno ala Ibnu Hajar Tuai Tepuk Tangan Hadirin

Senin, 1 Juni 2026 - 21:14 WIB

SPPG Rumah Juang Garuda Emas Rubaru Disuspend BGN, Padahal Sempat Klaim Beroperasi Sesuai SOP

Jumat, 29 Mei 2026 - 13:48 WIB

Yabhysa dan LKNU Perkuat Peran Kader Kesehatan Menuju Pamekasan Bebas TBC

Kamis, 28 Mei 2026 - 16:11 WIB

SKK Migas dan KKKS Jabanusa Tebar Kepedulian Idul Adha 1447 H, Salurkan Kurban hingga Mudik Gratis Kepulauan

Kamis, 28 Mei 2026 - 15:33 WIB

Puluhan SPPG di Sumenep Disetop BGN, Tersandung Masalah IPAL

Berita Terbaru