Home / Tak Berkategori

EDITORIAL : Kicaumania, Sebuah Aliran Filsafat

- Redaksi

Minggu, 21 Juli 2019 - 23:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kicaumania berkumpul dalam sebuah lomba. (Budi/ SJ foto/dok)

Kicaumania berkumpul dalam sebuah lomba. (Budi/ SJ foto/dok)

Didik Setia Budi, Pemimpin Redaksi Seputarjatim.com

Seputarjatim.com Burung juara, lahir dari pemandu bakat yang ulung. Burung juara melewati tempaan berat. Naik turun gantangan. Tahan cuaca ekstrim, hujan atau panas seketika. Karakter burung juara harus adaptatif, atau cepat menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya. Burung juara disetting mampu menjadi pemenang, dalam kesempatan sekecil apapun.

Burung juara seringkali melewati separuh malamnya tanpa nyenyak. Bunyi masteran suara isian harus diperdengarkan jelas didekat sangkarnya. Hafalan lagu ini harus intens diulang. Tujuannya agar si-burung juara tidak lupa, dan melekat kuat di memori burung. Seorang perawat burung nasional pernah berujar, intinya, tidak ada burung yang terlahir juara. Mental dan burung juara harus terus diasah, dilatih tanpa henti.

Menarik mengulas perjuangan yang dilakukan kicaumania dalam mengorbitkan burung peliharaannya. Perlu kesabaran, belajar, berlatih, mencoba, salah, dan mencoba lagi. Long live education menurut mereka, sebuah proses belajar yang dilakukan terus menerus.

Baca Juga :  Diduga Sajikan Makanan Tak Layak, Dapur MBG Dasuk Laok Diprotes Wali Murid

Karenanya di akhir setiap sesi perlombaan burung; tatkala bendera koncir disematkan, para peserta lomba  akan melirik para burung juara. Bukan untuk melihat si pemilik burung. Namun untuk mencari tahu, siapa pemandu bakat burung juara itu.

Dunia kicaumania adalah lingkungan yang seharusnya menjadi teladan bagi semua. Kicaumania mengajarkan pentingnya kesabaran, dan menghargai proses. Seorang kicaumania sejati (pemandu bakat), memiliki kurikulum step by step untuk membentuk karakter juara burung yang dirawatnya. Kicaumania sangat memperhatikan detil efek dari trik rawatan yang dilakukannya. Kicaumania harus terus berbuat, untuk sang burung.

Dunia kicaumania pun menjadi gambaran sebuah kejujuran. Burung juara akan dipilih selektif. Tak peduli burung tersebut milik si-A, si-B. Juri tetap fokus pada kriteria penilaian yang ditetapkan. Dan lagi, pandangan juri juga tak silau dengan atribusi pelengkap burung. Model sangkar, harga sangkar, tidak menjadi ukuran. Mereka tetap fokus pada kriteria penilaian yang ditetapkan.

Baca Juga :  Cafe Disegel, Kerap Jadi Tempat Pesta Miras

Hal unik dalam dunia kicaumania adalah “sikap senang tidak berlebih”, saat burung rawatannya menjadi juara. Para pemenang senang, tapi tidak berlebih. Mereka sadar, kemenangan saat itu bukan jaminan menjadi kemenangan selanjutnya. Para pemenang inipun tak boleh diam dan berhenti. Mereka harus tetap bekerja, lagi, melatih burung untuk kemenangan-kemenangan selanjutnya.

Kicaumania adalah teladan. Kesetiaan dan espektasi. Kicaumania memiliki tujuan dan target yang ingin dicapainya. Kicaumania adalah seorang yang gigih. Gagal, bangkit lagi. Gagal, mencoba lagi. Memang, belum banyak yang meneladani kisah dan filosofi Kicaumania. (*)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mr. Ball Tak Kunjung Ditutup Meski Langgar Aturan, Satpol PP Sumenep Dinilai Mandul
Siswa Diare Usai Konsumsi MBG, Puskesmas Saronggi Dinilai Tak Kooperatif
Ojung Tak Sekadar Tradisi, Kini Jadi Strategi Wisata Sumenep
Kepala SPPG Pakamban Laok 2 Bungkam di Tengah Kisruh MBG Diduga Basi, Ketua Yayasan Terus Pasang Badan
SPPG Talang Diduga Berikan MBG Basi, Siswa Dilarikan ke Puskesmas Akibat Diare
Said Abdullah Ajak Kiai dan Santri Bergabung, PDI Perjuangan Buka Ruang Lebar
SPPG Lenteng Timur 3 Diduga Lakukan Pelanggaran Berulang, Aktivis: Ini Bukan Lalai, tapi Pembiaran Sistematis
Aroma Busuk di Balik Menu MBG, SPPG Talang Sumenep Didesak Dihentikan

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 13:37 WIB

Mr. Ball Tak Kunjung Ditutup Meski Langgar Aturan, Satpol PP Sumenep Dinilai Mandul

Senin, 13 April 2026 - 13:11 WIB

Siswa Diare Usai Konsumsi MBG, Puskesmas Saronggi Dinilai Tak Kooperatif

Senin, 13 April 2026 - 12:17 WIB

Ojung Tak Sekadar Tradisi, Kini Jadi Strategi Wisata Sumenep

Senin, 13 April 2026 - 09:48 WIB

Kepala SPPG Pakamban Laok 2 Bungkam di Tengah Kisruh MBG Diduga Basi, Ketua Yayasan Terus Pasang Badan

Senin, 13 April 2026 - 08:35 WIB

SPPG Talang Diduga Berikan MBG Basi, Siswa Dilarikan ke Puskesmas Akibat Diare

Berita Terbaru