SUMENEP, Seputar Jatim – Puncak peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 dimanfaatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, sebagai momentum membunyikan alarm darurat atas persoalan sampah perkotaan yang kian kompleks.
Melalui aksi bersih lingkungan dan penanaman pohon di kawasan Jalan Lingkar Timur, DLH menegaskan pentingnya langkah konkret dalam menekan dampak pencemaran sekaligus memperbaiki kualitas lingkungan secara berkelanjutan.
Kawasan jalan lingkar yang selama ini kerap menjadi titik rawan penumpukan sampah serta sedimentasi drainase dibersihkan secara menyeluruh.
DLH memadukan pembersihan jalan dan saluran air dengan penanaman pohon sebagai strategi ganda: mengurangi pencemaran sekaligus memperkuat daya dukung lingkungan dalam jangka panjang.
Aksi tersebut sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya pengurangan sampah berbasis tindakan nyata di daerah, bukan sekadar kampanye normatif.
Kegiatan HPSN 2026 melibatkan berbagai unsur, mulai dari Dharma Wanita DLH, komunitas peduli lingkungan, komunitas jurnalis, Pemuda Ansor Sumenep, Pemerintah Desa Pabian, hingga unsur Forkopimcam. Pelibatan lintas elemen ini dinilai penting untuk menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab bersama terhadap ruang publik.
Kepala Bidang Persampahan DLH Kabupaten Sumenep, Deddy Surya, mengungkapkan bahwa sebagian besar persoalan sampah di wilayah perkotaan berawal dari lemahnya pengelolaan di tingkat sumber.
“Setiap hari volume sampah terus bertambah, sementara kesadaran memilah sampah masih rendah. Selama sampah tidak dipilah dari rumah, sekolah, dan pusat aktivitas ekonomi, maka TPA akan terus terbebani,” ujarnya, Minggu (22/2/2026).
Ia menambahkan, kawasan jalan lingkar kerap menjadi lokasi pembuangan sampah liar akibat lemahnya pengawasan dan rendahnya kepatuhan pengguna jalan.
“Ini bukan sekadar soal bersih hari ini. Kami ingin menegaskan bahwa membuang sampah sembarangan di ruang publik adalah pelanggaran etika lingkungan yang berdampak serius, mulai dari banjir hingga pencemaran,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala DLH Kabupaten Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf, menilai persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya dengan penambahan armada dan petugas kebersihan.
“Jika perilaku masyarakat tidak berubah, volume sampah akan terus meningkat. HPSN harus menjadi titik balik kesadaran bahwa sampah adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Menurutnya, penanaman pohon yang dilakukan bersamaan dengan aksi bersih lingkungan merupakan langkah strategis untuk menekan polusi sekaligus memperkuat ruang hijau di kawasan perkotaan.
“Lingkungan bersih tanpa ruang hijau yang memadai juga tidak ideal. Keduanya harus berjalan beriringan,” tambahnya.
DLH menegaskan, peringatan HPSN 2026 menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menggeser pola pengelolaan sampah dari sistem buang-angkut menuju pengurangan dari hulu.
“Kami berharap kegiatan ini memicu keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan,” pungkasnya. (Sand/EM)
*
Penulis : Sand
Editor : EM
Sumber Berita: https://seputarjatim.com









