HPSN 2026 Jadi Alarm Darurat Sampah Perkotaan, DLH Sumenep Gelar Aksi Bersih dan Tanam Pohon

- Redaksi

Minggu, 22 Februari 2026 - 03:15 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

KOMPAK: DLH Sumenep menggelar aksi bersih-bersih dan penanaman pohon dalam rangka HPSN 2026 di Jalan Lingkar Timur (SandiGT - Seputar Jatim).

KOMPAK: DLH Sumenep menggelar aksi bersih-bersih dan penanaman pohon dalam rangka HPSN 2026 di Jalan Lingkar Timur (SandiGT - Seputar Jatim).

SUMENEP, Seputar Jatim – Puncak peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 dimanfaatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, sebagai momentum membunyikan alarm darurat atas persoalan sampah perkotaan yang kian kompleks.

Melalui aksi bersih lingkungan dan penanaman pohon di kawasan Jalan Lingkar Timur, DLH menegaskan pentingnya langkah konkret dalam menekan dampak pencemaran sekaligus memperbaiki kualitas lingkungan secara berkelanjutan.

Kawasan jalan lingkar yang selama ini kerap menjadi titik rawan penumpukan sampah serta sedimentasi drainase dibersihkan secara menyeluruh.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

DLH memadukan pembersihan jalan dan saluran air dengan penanaman pohon sebagai strategi ganda: mengurangi pencemaran sekaligus memperkuat daya dukung lingkungan dalam jangka panjang.

Aksi tersebut sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya pengurangan sampah berbasis tindakan nyata di daerah, bukan sekadar kampanye normatif.

Baca Juga :  Satu PR di APHT Guluk-Guluk Belum Kantongi Izin Cukai, Operasional Kawasan Industri Belum Optimal

Kegiatan HPSN 2026 melibatkan berbagai unsur, mulai dari Dharma Wanita DLH, komunitas peduli lingkungan, komunitas jurnalis, Pemuda Ansor Sumenep, Pemerintah Desa Pabian, hingga unsur Forkopimcam. Pelibatan lintas elemen ini dinilai penting untuk menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab bersama terhadap ruang publik.

Kepala Bidang Persampahan DLH Kabupaten Sumenep, Deddy Surya, mengungkapkan bahwa sebagian besar persoalan sampah di wilayah perkotaan berawal dari lemahnya pengelolaan di tingkat sumber.

“Setiap hari volume sampah terus bertambah, sementara kesadaran memilah sampah masih rendah. Selama sampah tidak dipilah dari rumah, sekolah, dan pusat aktivitas ekonomi, maka TPA akan terus terbebani,” ujarnya, Minggu (22/2/2026).

Ia menambahkan, kawasan jalan lingkar kerap menjadi lokasi pembuangan sampah liar akibat lemahnya pengawasan dan rendahnya kepatuhan pengguna jalan.

“Ini bukan sekadar soal bersih hari ini. Kami ingin menegaskan bahwa membuang sampah sembarangan di ruang publik adalah pelanggaran etika lingkungan yang berdampak serius, mulai dari banjir hingga pencemaran,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala DLH Kabupaten Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf, menilai persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya dengan penambahan armada dan petugas kebersihan.

“Jika perilaku masyarakat tidak berubah, volume sampah akan terus meningkat. HPSN harus menjadi titik balik kesadaran bahwa sampah adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Menurutnya, penanaman pohon yang dilakukan bersamaan dengan aksi bersih lingkungan merupakan langkah strategis untuk menekan polusi sekaligus memperkuat ruang hijau di kawasan perkotaan.

“Lingkungan bersih tanpa ruang hijau yang memadai juga tidak ideal. Keduanya harus berjalan beriringan,” tambahnya.

DLH menegaskan, peringatan HPSN 2026 menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menggeser pola pengelolaan sampah dari sistem buang-angkut menuju pengurangan dari hulu.

“Kami berharap kegiatan ini memicu keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan,” pungkasnya. (Sand/EM)

*

Penulis : Sand

Editor : EM

Sumber Berita: https://seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SKK Migas-KEI Perkuat Kompetensi Guru Non-PNS di Kepulauan Sumenep, Kemenag, DPRD dan Akademisi Beri Apresiasi
Kecewa Audiensi Tak Ditemui Kepala DKPP Pamekasan, JKP Siapkan Aksi Petani 13 Kecamatan
Warga Langsar Dilanda Kekeringan, Bupati Sumenep Turun Langsung Salurkan Air Bersih
Raker 2027, SMSI Sumenep Siapkan Strategi Tembus Pasar Nasional Lewat Penguatan Teknologi Digital
Kantor JIP Diresmikan, Ribut Baidi Dorong Jurnalis Tetap Kritis dan Berani
SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media, Guru Dibekali Literasi Digital dan AI
PBH Jatim Buka Diskusi Hukum Lingkungan, Tambang Ilegal di Sumenep Jadi Perhatian
Wabup Sumenep Buka Festival Tani Ganding 2026, Sebut Bisa Jadi Pilot Project

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:51 WIB

SKK Migas-KEI Perkuat Kompetensi Guru Non-PNS di Kepulauan Sumenep, Kemenag, DPRD dan Akademisi Beri Apresiasi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:43 WIB

Kecewa Audiensi Tak Ditemui Kepala DKPP Pamekasan, JKP Siapkan Aksi Petani 13 Kecamatan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Warga Langsar Dilanda Kekeringan, Bupati Sumenep Turun Langsung Salurkan Air Bersih

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Raker 2027, SMSI Sumenep Siapkan Strategi Tembus Pasar Nasional Lewat Penguatan Teknologi Digital

Sabtu, 26 September 2026 - 20:12 WIB

Kantor JIP Diresmikan, Ribut Baidi Dorong Jurnalis Tetap Kritis dan Berani

Berita Terbaru