SUMENEP, Seputar Jatim – Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Bhakti Sumekar, mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, agar mengelola permodalan secara cermat menjelang bulan Ramadhan, sekaligus mempersiapkan kewajiban pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) sejak dini.
Momentum Ramadhan dinilai sebagai periode strategis karena meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat di berbagai sektor, mulai dari perdagangan pakaian, kuliner, hingga industri rumahan.
Namun, kebutuhan tambahan modal tetap harus diperhitungkan berdasarkan kondisi usaha yang riil.
“Pelaku UMKM sebaiknya tidak hanya melihat Ramadhan sebagai momen peningkatan permintaan. Perencanaan modal perlu mengacu pada data penjualan tahun sebelumnya agar kebutuhan pembiayaan dapat dihitung secara rasional,” ujar Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, Kamis (19/2/2026).
Ia menilai peningkatan transaksi selama Ramadhan berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Meski demikian, tanpa pengelolaan arus kas yang baik, pelaku usaha dapat menghadapi kesulitan keuangan setelah periode penjualan berakhir.
“Tambahan modal harus diikuti perencanaan keuangan yang matang. Jika tidak diperhitungkan dengan baik, justru dapat menjadi beban bagi keberlangsungan usaha setelah musim ramai,” bebernya.
Selain itu, sejumlah UMKM di Kabupaten Sumenep kini telah berkembang dan mempekerjakan tenaga kerja, baik di sektor perdagangan, produksi rumahan, maupun jasa, dengan jumlah karyawan mencapai belasan orang. Dalam kondisi tersebut, kewajiban pembayaran THR perlu menjadi bagian dari perencanaan keuangan usaha.
“Pembayaran THR merupakan kewajiban pengusaha sesuai ketentuan yang berlaku. Karena itu, pelaku usaha perlu menyiapkan anggaran secara bertahap agar tidak menimbulkan tekanan keuangan menjelang Lebaran,” jelasnya.
Lanjut ka mencontohkan, pelaku UMKM yang memiliki 10 karyawan dengan gaji masing-masing Rp2.500.000 per bulan dapat menyisihkan sekitar Rp215.000 per karyawan setiap bulan untuk kebutuhan THR.
“Dengan pencadangan dana sejak awal, kebutuhan THR dapat terpenuhi tanpa mengganggu operasional usaha,” pungkasnya.
Menurutnya, penguatan UMKM tidak hanya berkaitan dengan akses permodalan, tetapi juga kedisiplinan dalam perencanaan dan pengelolaan keuangan.
Dengan begitu, ia berharap pelaku UMKM dapat memanfaatkan momentum Ramadhan secara optimal sekaligus menjaga stabilitas dan keberlanjutan usaha dalam jangka panjang. (EM)
*
Penulis : EM
Sumber Berita: https://seputarjatim.com









