Keselamatan Siswa Tak Bisa Ditukar Roti Baru, Guru Desak Koordinator Wilayah Evaluasi Total SPPG Pakamban Laok 2

- Redaksi

Selasa, 24 Februari 2026 - 20:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

CERAH: Pengendara roda dua saat melintas di depan SPPG Pakamban Laok 2 Yayasan Bumi Asfan Abadi (Doc. Seputar Jatim)

CERAH: Pengendara roda dua saat melintas di depan SPPG Pakamban Laok 2 Yayasan Bumi Asfan Abadi (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Dugaan roti berjamur dalam paket Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan SPPG Pakamban Laok 2, Kecamata Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, terus memantik kegelisahan.

Meski roti yang bermasalah telah diganti baru, kalangan guru menilai langkah tersebut tidak serta-merta menjamin keselamatan dan kesehatan siswa.

Guru di Pragaan berinisial HN menegaskan, persoalan ini tidak boleh dipandang sepele. Menurutnya, mengganti roti bukanlah solusi utama jika sistem pengawasan masih lemah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Setelah ada temuan roti berjamur dalam paket MBG, lalu pihak SPPG Pakamban Laok 2 mengganti rotinya. Ini bukan soal mengganti lalu persoalan selesai, tapi bagaimana keamanan makanan bila hal ini terjadi akan menjadi racun bagi siswa-siswi,” katanya, Selasa (24/2/2026).

Baca Juga :  Kurang Lebih Tiga Bulan Beroperasi Tanpa IPAL, SPPG Saronggi Baru Bergerak Usai Viral dan Diprotes Warga

Ia mengingatkan, insiden tersebut bukan yang pertama kali terjadi setelah sebelumnya membuat sejumlah siswa dan guru dieare. Karena itu, ia menilai perlu ada evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pengelola.

“Setelah diganti jangan menganggap masalah ini selesai. Ini bukan sekian kalinya SPPG Pakamban Laok 2 bermasalah, rasanya mereka masih lalai dalam mengawasi makanan yang layak dikonsumsi siswa. Jangan asal memberi saja cek sebelum dibagikan,” ujarnya.

Ia bahkan menyebut lemahnya kontrol internal hingga koordintor wilayah sebagai bentuk kegagalan dalam menjalankan amanah program pemerintah.

“Lemahnya pengawasan ini menjadi tanda bahwa SPPG Pakamban Laok 2 gagal dalam menjalankan program mulia Bapak Presiden,” tegasnya.

Ia juga mendesak agar koordinator wilayah hingga tingkat pusat turun langsung melakukan evaluasi total agar kejadian serupa tidak terulang.

“Saya harap pihak koordinator wilayah bahkan pusat harus turun dan sikapi dengan benar atas kejadian yang semacam ini. Ini kalau dibiarkan akan mengancam kesehatan anak bangsa,” tandasnya.

Kekhawatiran serupa disampaikan orang tua siswi berinisial EV. Ia mengaku tetap merasa waswas meskipun roti telah diganti yang baru.

“Meski sudah diganti, tapi tidak menjamin keselamatan anak saya ke depan jika mengonsumsi MBG yang berjamur, saya masih khawatir dengan menu MBG ini. Untung kemarin saya cek, kalau tidak dicek pasti anak kami makan roti berjamur,” pungkasnya.

Baca Juga :  5 Hari Tak Keluar Kamar, Warga Pajagalan Sumenep Ditemukan Meninggal Dunia

Hingga berita ini diterbitkan, pihak SPPG Pakamban Laok 2 yang dikelola Yayasan Bumi Asfan Abadi belum memberikan tanggapan resmi. Upaya konfirmasi yang dilakukan media juga belum mendapat respon. (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pertamax Naik, Pertalite Langka di Sumenep, Warga Antre Berjam-jam Demi BBM Subsidi
ASN, Santri, dan Masyarakat se-Madura Bersatu Ramaikan Lomba Pidato Gaya Bung Karno 2026
IWO Sumenep Hidupkan Semangat Bung Karno, Ratusan Peserta Unjuk Bakat Puisi dan Pidato
Dugaan Penyimpangan DD Meddelan, GMNI Nilai Pengawasan DPMD Sumenep Lemah
Penuh Penghayatan, Refleksi Bung Karno ala Ibnu Hajar Tuai Tepuk Tangan Hadirin
SPPG Rumah Juang Garuda Emas Rubaru Disuspend BGN, Padahal Sempat Klaim Beroperasi Sesuai SOP
Yabhysa dan LKNU Perkuat Peran Kader Kesehatan Menuju Pamekasan Bebas TBC
SKK Migas dan KKKS Jabanusa Tebar Kepedulian Idul Adha 1447 H, Salurkan Kurban hingga Mudik Gratis Kepulauan

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 18:57 WIB

Pertamax Naik, Pertalite Langka di Sumenep, Warga Antre Berjam-jam Demi BBM Subsidi

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:32 WIB

ASN, Santri, dan Masyarakat se-Madura Bersatu Ramaikan Lomba Pidato Gaya Bung Karno 2026

Sabtu, 6 Juni 2026 - 10:29 WIB

Dugaan Penyimpangan DD Meddelan, GMNI Nilai Pengawasan DPMD Sumenep Lemah

Rabu, 3 Juni 2026 - 10:47 WIB

Penuh Penghayatan, Refleksi Bung Karno ala Ibnu Hajar Tuai Tepuk Tangan Hadirin

Senin, 1 Juni 2026 - 21:14 WIB

SPPG Rumah Juang Garuda Emas Rubaru Disuspend BGN, Padahal Sempat Klaim Beroperasi Sesuai SOP

Berita Terbaru