Menu Berjamur, Jawaban Kabur: Kepala SPPG Jambu Dinilai Gagal Jelaskan Standar Keamanan Pangan

- Redaksi

Kamis, 22 Januari 2026 - 21:40 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

ILUSTRASI: Kepala SPPG Jambu tidak menjelaskan standar keamanan MBG (Doc. Seputar Jatim)

ILUSTRASI: Kepala SPPG Jambu tidak menjelaskan standar keamanan MBG (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Keluhan wali murid terhadap layanan SPPG Jambu, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang dikelola Yayasan Matlabul Ulum, belum mereda.

Setelah beredarnya dokumentasi menu makanan berupa buah apel yang tampak keriput serta roti berjamur yang dibagikan kepada siswa, publik kini menyoroti respons pimpinan unit layanan tersebut yang dinilai belum menyentuh akar persoalan.

Kepala SPPG Jambu, Moh. Anwar Effendy, mengakui adanya insiden tersebut dan menyebutnya sebagai bahan evaluasi internal.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Alhamdulillah kasus kemarin jadi pelajaran terbaik juga bagi kami untuk evaluasi dari pihak internal sampai ke semuanya,” ujarnya, Kamis (21/1/2026).

Ia juga mengeklaim bahwa pihaknya telah melakukan perbaikan layanan, termasuk penambahan tenaga dapur.

Baca Juga :  Siswa Alami Diare Usai Santap MBG, SPPG Pakamban Laok 2 Dipertanyakan Pengawasannya

“Alhamdulillah juga kita sudah ada penambahan chef. Kita sedang dalam perbaikan penuh. Alhamdulillah sudah berjalan cukup membaik sejauh ini,” katanya.

Namun, pernyataan tersebut dinilai terlalu normatif dan belum menjawab kegelisahan utama wali murid.

Pasalnya, persoalan yang dipersoalkan publik bukan sekadar jumlah juru masak, melainkan standar keamanan pangan dan kompetensi tenaga pengolah makanan.

Sorotan semakin menguat ketika Anwar tidak memberikan jawaban rinci saat ditanya mengenai sertifikat ahli gizi, kelayakan chef, serta standar food handler di SPPG yang dipimpinnya.

“Mohon maaf mas sebelumnya mungkin saya tidak bisa menjawab secara rinci di sini,” ucapnya.

Jawaban tersebut memunculkan tanda tanya besar. Di tengah kekhawatiran atas makanan yang dikonsumsi anak-anak, ketidakmampuan pihak pengelola menjelaskan standar teknis dan sertifikasi dinilai sebagai celah serius dalam tata kelola layanan.

Sejumlah wali murid mempertanyakan bagaimana mekanisme pengawasan mutu diterapkan jika pimpinan unit layanan sendiri tidak dapat menyampaikan secara terbuka apakah tenaga dapur telah memenuhi standar gizi dan keamanan pangan.

Publik juga menilai, klaim “perbaikan” tanpa disertai penjelasan teknis berpotensi hanya menjadi pernyataan penenang, bukan solusi konkret.

Meski Anwar menegaskan, bahwa pihaknya telah melakukan evaluasi dan perbaikan serta bertanggung jawab atas kejadian tersebut, hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai:

  • Kepemilikan sertifikat ahli gizi,
  • Standar kompetensi chef dan food handler, serta
  • Sistem pengawasan kualitas bahan pangan di lingkungan SPPG Jambu Yayasan Matlabul Ulum.

Kasus ini menegaskan bahwa persoalan makanan anak bukan hanya soal permintaan maaf dan janji perbaikan, melainkan transparansi dan akuntabilitas.

Baca Juga :  Kades Meddelan Mengamuk, Ketua BUMDes Diancam Dilaporkan!

Publik kini menanti, apakah evaluasi yang disebutkan benar-benar menyentuh standar layanan, atau sekadar berhenti pada pernyataan normatif tanpa pembuktian. (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://www.seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kecewa Audiensi Tak Ditemui Kepala DKPP Pamekasan, JKP Siapkan Aksi Petani 13 Kecamatan
Warga Langsar Dilanda Kekeringan, Bupati Sumenep Turun Langsung Salurkan Air Bersih
Raker 2027, SMSI Sumenep Siapkan Strategi Tembus Pasar Nasional Lewat Penguatan Teknologi Digital
Kantor JIP Diresmikan, Ribut Baidi Dorong Jurnalis Tetap Kritis dan Berani
SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media, Guru Dibekali Literasi Digital dan AI
PBH Jatim Buka Diskusi Hukum Lingkungan, Tambang Ilegal di Sumenep Jadi Perhatian
Wabup Sumenep Buka Festival Tani Ganding 2026, Sebut Bisa Jadi Pilot Project
Lakpesdam NU Tagih Langkah Nyata DPRD Soal THM di Sumenep: Aspirasi Hanya Jadi Catatan Rapat

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Warga Langsar Dilanda Kekeringan, Bupati Sumenep Turun Langsung Salurkan Air Bersih

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Raker 2027, SMSI Sumenep Siapkan Strategi Tembus Pasar Nasional Lewat Penguatan Teknologi Digital

Sabtu, 26 September 2026 - 20:12 WIB

Kantor JIP Diresmikan, Ribut Baidi Dorong Jurnalis Tetap Kritis dan Berani

Sabtu, 26 September 2026 - 18:21 WIB

SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media, Guru Dibekali Literasi Digital dan AI

Jumat, 25 September 2026 - 08:48 WIB

PBH Jatim Buka Diskusi Hukum Lingkungan, Tambang Ilegal di Sumenep Jadi Perhatian

Berita Terbaru