Home / Tak Berkategori

Opini : Menjadi Wartawan itu Sulit, Sulit Sekali*

- Redaksi

Selasa, 6 Agustus 2019 - 11:29 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

Wartawan bersantai usai meliput gempa bumi di Pulau Sepudi, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, beberapa waktu lalu. (dok/ SJ foto)

Wartawan bersantai usai meliput gempa bumi di Pulau Sepudi, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, beberapa waktu lalu. (dok/ SJ foto)

Seputarjatim.com– Sumpah! Menjadi wartawan itu sulit. Sulit sekali. Wartawan itu harus jenius. Harus disiplin, kuat, dan tahan banting. Jurnalis tentu penulis. Kemampuan ini tidak boleh ditawar lagi. Dia harus mampu menyajikan berita yang disampaikannya dengan tata bahasa yang baik, benar, dan mudah dipahami khalayak. Satu nilai yang tidak boleh hilang dalam ruh seorang jurnalis, adalah “peka” sosial.

Sumpah! Menjadi wartawan itu sulit. Sulit sekali. Profesi ini tak banyak menjanjikan kesejahteraan hidup. Jangan mimpi, menjadi kaya, saat bergelut dalam dunia kewartawanan. Profesi jurnalis lebih mirip sebagai panggilan sosial, bagi mereka yang cinta dunia kepenulisan. Kenyataan ini sejatinya telah tergambar dari minimnya para lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi; yang notabene menjadi jenjang pendidikan tinggi ilmu kewartawanan, tertarik dan terjun ke dunia wartawan. Alasannya sederhana. Mustahil kaya menjadi wartawan.

Baca Juga :  DPMD Sumenep Gelar Koordinasi Pengisian BPD di Pragaan

Sumpah! Menjadi wartawan itu sulit. Sulit sekali. Wartawan harus bersikap baik. Dimana pun, kapan pun. Wartawan dituntut memiliki jiwa empati tinggi. Segarang apapun seorang wartawan, sejahat apapun background hidupnya, saat memijak dunia kewartawanan, dia dituntut untuk menjadi seorang yang arif lagi baik. Dan hal lain yang harus dijunjung tinggi adalah netralitas. Tidak berpihak, dan lebih mengutamakan fakta. Wartawan harus mampu menimbang. Mengukur baik buruk, dan dampak yang ditimbulkan dari tulisannya.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pekembangan dunia kewartawanan dewasa ini terus pesat, seiring majunya teknologi era digital. Pun demikian halnya dengan makin bertambahnya jumlah media. Wartawan kini mudah kita temui di lokasi manapun. Di pelosok dusun, desa, kecamatan, perkotaan, mudah kita temui wartawan.

Baca Juga :  Dongkrak Infrastruktur dan Perekonomian Madura, Pemprov Jatim Gandeng Kemenparekraf

Sumpah! Menjadi wartawan itu sulit. Sulit sekali. Dengan catatan: bila menjadi sebenar-benarnya wartawan. Itu. Karena hingga kini, tidak pernah ada seorang murid TK yang saat ditanya cita-cita oleh gurunya, lantas si murid menjawab: saya ingin jadi wartawan. Belum ada, hingga kini. Karena biasanya si murid menjawab ingin menjadi dokter, polisi, tentara, guru, atau jadi Presiden.

Sumpah! Menjadi Wartawan itu sulit. Sulit sekali. (*)

*Didik Setia Budi, masih Wartawan sejak 2006, kini di NET TV, tak pernah bercita-cita

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kantor JIP Diresmikan, Ribut Baidi Dorong Jurnalis Tetap Kritis dan Berani
SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media, Guru Dibekali Literasi Digital dan AI
PBH Jatim Buka Diskusi Hukum Lingkungan, Tambang Ilegal di Sumenep Jadi Perhatian
Surat Pencabutan Laporan Pencurian Kayu di Nonggunong Jadi Polemik, Pelapor dan Polresta Sumenep Berseberangan
3 Tersangka Pencurian Kayu di Nonggunong Dipulangkan, Surat Pencabutan Diduga Dibubuhi Tanda Tangan Palsu
Wabup Sumenep Buka Festival Tani Ganding 2026, Sebut Bisa Jadi Pilot Project
Lakpesdam NU Tagih Langkah Nyata DPRD Soal THM di Sumenep: Aspirasi Hanya Jadi Catatan Rapat
Polresta Sumenep Pulangkan 3 Tersangka Kasus Pencurian Kayu di Nonggunong, Pelapor Tak Pernah Cabut Laporan

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 20:12 WIB

Kantor JIP Diresmikan, Ribut Baidi Dorong Jurnalis Tetap Kritis dan Berani

Sabtu, 26 September 2026 - 18:21 WIB

SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media, Guru Dibekali Literasi Digital dan AI

Jumat, 25 September 2026 - 08:48 WIB

PBH Jatim Buka Diskusi Hukum Lingkungan, Tambang Ilegal di Sumenep Jadi Perhatian

Kamis, 24 September 2026 - 12:08 WIB

Surat Pencabutan Laporan Pencurian Kayu di Nonggunong Jadi Polemik, Pelapor dan Polresta Sumenep Berseberangan

Rabu, 23 September 2026 - 16:27 WIB

3 Tersangka Pencurian Kayu di Nonggunong Dipulangkan, Surat Pencabutan Diduga Dibubuhi Tanda Tangan Palsu

Berita Terbaru