Home / Tak Berkategori

Pabrik Tembakau Tutup, Petani Kelimpungan

- Redaksi

Jumat, 13 September 2019 - 12:25 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

Petani sedang memantau tanaman tembakau di perkebunan Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. (Budi/ SJ foto/dok.)

Petani sedang memantau tanaman tembakau di perkebunan Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. (Budi/ SJ foto/dok.)

SUMENEP, seputarjatim.com– Petani tembakau di Kabupaten Sumenep resah dengan tren merosotnya harga tembakau yang dipatok kalangan pabrikan. Selain harga yang anjlok, petani juga mengaku kesulitan saat akan menjual hasil panen mereka.

“Sekarang di Pasongsongan harga tembakau dipatok oleh bandul (pengepul tembakau), rata-rata Rp 40 ribu per kilonya. Tidak langsung bisa jual panen kita, karena harus nunggu bandul datang. Mereka bayarnya juga kadang tidak langsung, bisa sampai seminggu,” terang Mamat Sai, petani tembakau asal Desa Lebeng Barat, Pasongsongan, Jumat, 13/09/2019.

Saat ini para petani menurut Sai kebingungan dengan tutupnya sejumlah pabrik pembelian tembakau. “Kalau pabrik tutup, kami ini jual tembakau ke siapa?” ujar Sai.

Sementara itu Arif Firmanto, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura,dan Perkebunan Kabupaten Sumenep mengaku telah mendengar tutupnya pabrik pembelian tembakau. ”Menyikapi soal pembelian tembakau di sumenep, kita sudah berkirim surat ke gudang agar dapat menyerap tembakau petani. Setelah surat itu sampai, alhamdulillah banyak tembakau yang akhirnya dibeli gudang. Ada beberapa yang tidak terjual karena jenisnya tembakau sawah,” terangnya saat ditemui wartawan di kantornya, Jumat, 13/09/2019.

Tren merosotnya harga tembakau di pasaran juga menjadi atensi Achmad Fauzi, Wakil Bupati Sumenep. Politisi PDI Perjuangan tersebut berencana untuk lakukan pemantauan langsung ke gudang-gudang tembakau. “Tunggu besok ya, kita masih kumpulkan data-data dulu,” terangnya melalui pesan singkat, Jumat, 13/09/2019.

Baca Juga :  Koprasi Simpan Pinjam di Sumenep Harus Berbasis Modernisasi

Sebelumnya PT Surya Kahuripan Semesta, salah satu gudang pembelian tembakau di Sumenep mengaku telah menutup pembelian tembakau petani. Alasannya, kuota yang diserap telah cukup.

“Pembelian tembakau sudah kami tutup. Total sudah 274 ton yang diserap. Jadi modal kami juga sudah habis. Nanti kalau ada dana lagi, kami pastikan akan membuka pembelian tembakau lagi,” terang Fredy Kustianto, admin PT Surya Kahuripan Semesta, saat ditemui wartawan di kantornya.(dik/red)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Perusakan Rumah dan Teror Celurit di Pamekasan, Jaka Jatim Desak Polisi Usut Tuntas
RAPBD Sumenep 2027 Fokus Pemerataan, Insentif Guru hingga Bantuan Perahu Nelayan Disiapkan
Hadapi Kekeringan, Khofifah Ajak Wabup Sumenep Gelar Shalat Istisqa, OMC Terus Dilakukan
Khofifah Indar Parawansa Bawa Paket Bantuan ke Sumenep, Rp50 Miliar Disiapkan untuk 50 Ribu Pelajar Jatim
Gubernur Jatim ke Sumenep Bawa Bantuan 1,5 Truk Aspal, Cukupkah untuk Jalan Berlubang?
Bahas APBD 2027, DPRD Sumenep Siapkan Arah Pembangunan Daerah
Kuota Cuma 20 Grup, Jangan Lewatkan! Festival Banjari Al-Habsyi se-Sumenep Siapkan Hadiah Jutaan
Dorong Pedagang Pasar Lebih Berkembang, BPRS Bhakti Sumekar Hadirkan Berani Mekar

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Dugaan Perusakan Rumah dan Teror Celurit di Pamekasan, Jaka Jatim Desak Polisi Usut Tuntas

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:03 WIB

RAPBD Sumenep 2027 Fokus Pemerataan, Insentif Guru hingga Bantuan Perahu Nelayan Disiapkan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:15 WIB

Hadapi Kekeringan, Khofifah Ajak Wabup Sumenep Gelar Shalat Istisqa, OMC Terus Dilakukan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:28 WIB

Khofifah Indar Parawansa Bawa Paket Bantuan ke Sumenep, Rp50 Miliar Disiapkan untuk 50 Ribu Pelajar Jatim

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:04 WIB

Gubernur Jatim ke Sumenep Bawa Bantuan 1,5 Truk Aspal, Cukupkah untuk Jalan Berlubang?

Berita Terbaru