JAWA TIMUR, Seputar Jatim – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, terus memperkuat konsolidasi organisasi dan menata keanggotaan.
Langkah tersebut dilakukan melalui kunjungan pengurus dan anggota SMSI Sumenep ke Kantor SMSI Jawa Timur di Surabaya.
Kunjungan tersebut menjadi momentum silaturahmi sekaligus pemantapan sejumlah program kerja yang sebelumnya dibahas dalam rapat di Aula Kantor DPMD Sumenep.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Rombongan SMSI Sumenep diterima langsung Ketua SMSI Jawa Timur, Sokip, didampingi Sekretaris SMSI Jatim Tarmuji dan Ketua Bidang Riset dan Pendidikan Mochamad Makrupi.
Pertemuan berlangsung di Kantor SMSI Jatim di Jalan Taman Apsari, Surabaya, yang berada berdampingan dengan Kantor PWI Jawa Timur.
Dalam pertemuan itu, Ketua SMSI Sumenep Wahyudi memaparkan perkembangan terbaru organisasi, termasuk bertambahnya sejumlah figur yang bergabung dalam kepengurusan.
Di antaranya mantan Ketua PWI Sumenep Samsul Arifin serta mantan Kepala Biro Radar Madura Jawa Pos, Prengky Wirananda.
Saat ini, jumlah anggota SMSI Sumenep tercatat sebanyak 22 orang. Jumlah tersebut merupakan kondisi setelah tiga anggota sebelumnya dikeluarkan dari keanggotaan, masing-masing Pemimpin Redaksi Nusa Insider, Pemimpin Redaksi Lensa Madura, dan Pemimpin Redaksi Klik Times.
Wahyudi menjelaskan, penataan keanggotaan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga organisasi tetap berjalan sesuai ketentuan dan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) SMSI.
“Kami tidak ingin SMSI ini rusak karena tangan-tangan yang tidak profesional dan sikap atau perbuatan yang melenceng dari AD-ART SMSI,” ujarnya, Kamis (8/10/2026).
Selain membahas konsolidasi internal, SMSI Sumenep juga menyampaikan sejumlah rencana program kerja. Salah satunya adalah pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang direncanakan digelar pada 2027.
Wahyudi menegaskan, SMSI Sumenep akan terus memperkuat organisasi agar keberadaannya dapat diterima dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Sumenep dan Madura.
“Kami akan tetap berjuang agar SMSI ini menjadi organisasi yang diterima oleh masyarakat, khususnya masyarakat Kabupaten Sumenep, Madura dan Jawa Timur secara umum,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris SMSI Jawa Timur Tarmuji mengapresiasi kunjungan pengurus SMSI Sumenep. Menurutnya, pengurus SMSI Sumenep dinilai aktif membangun komunikasi dengan pengurus tingkat provinsi.
“Saya mengapresiasi sekali teman-teman Sumenep yang sangat sering berkunjung ke Jawa Timur, sangat aktif sekali. Terima kasih,” katanya.
Apresiasi serupa disampaikan Ketua SMSI Jatim Sokip. Ia menilai SMSI Sumenep merupakan salah satu daerah yang aktif menjalankan kegiatan organisasi.
“SMSI Sumenep ini adalah SMSI yang paling solid, kompak, aktif, dan semoga seluruh program kerja terlaksana secara baik dan bermanfaat bagi anggota,” ujarnya.
Sokip berharap keberadaan organisasi tidak hanya menjadi wadah komunikasi, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi para anggota, baik dalam penguatan jaringan maupun aspek lainnya.
Terkait penataan keanggotaan, Sokip mengapresiasi ketegasan pengurus SMSI Sumenep. Namun, ia mengingatkan agar setiap keputusan yang berkaitan dengan keanggotaan dikomunikasikan terlebih dahulu dengan pengurus SMSI Jawa Timur.
Menurutnya, persoalan pemberhentian anggota merupakan hal sensitif karena berkaitan dengan aspek emosional dan harga diri.
“Karena hal itu adalah hal yang sangat menyentuh emosional dan harga diri anggota. Mudah-mudahan itu tidak terjadi lagi,” ujarnya.
Selain konsolidasi internal, Sokip juga mendorong SMSI Sumenep untuk ikut mempersiapkan program SMSI Award 2027. Agenda tersebut merupakan kegiatan yang dilaksanakan secara berkala setiap dua tahun.
Ia berharap seluruh program yang telah dirancang SMSI Sumenep dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi organisasi maupun para anggotanya.
“SMSI Sumenep luar biasa. Terima kasih,” pungkas Sokip. (EM)
*
Penulis : EM
Sumber Berita: https://www.seputarjatim.com










