Soroti Joget dan Sawer Anggota Dewan, Akademisi Sumenep: Harus Dipanggil dan Disidang Etik

- Redaksi

Rabu, 28 Juni 2023 - 22:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivis Aliansi Masyarakat Sumenep Bersuara (AMSB) berunjukrasa mengecam aksi hedon anggota DPRD Sumenep yang joget dan menyawer biduan, Selasa (27/6/2023) kemarin. (seputarjatim photo)

Aktivis Aliansi Masyarakat Sumenep Bersuara (AMSB) berunjukrasa mengecam aksi hedon anggota DPRD Sumenep yang joget dan menyawer biduan, Selasa (27/6/2023) kemarin. (seputarjatim photo)

SUMENEP, seputarjatim.com- Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Sumenep Sami’udin telah menyampaikan pandangannya jika aksi joget dan sawer belasan anggota DPRD yang masuk dalam pansus penyertaan modal PDAM kurang pantas dan menyalahi aturan. Namun untuk mengetahui detil soal ini, pihaknya baru akan memanggil dan memeriksa anggota dewan terkait.

“Kejadian itu memang ada. Saya pikir juga kurang pantas. Jadi terima kasih sudah menyampaikan aspirasi, dan pasti saya tindak lanjuti,” terang Ketua BK DPRD Sumenep Sami’udin didepan aktivis AMSB, Selasa (27/6/2023) kemarin.

Sementara menyoroti video viral ini, Rektor Universitas Bahaudin Mudhari (UNIBA) Madura Prof. Rachmad Hidayat berpandangan perlunya BK DPRD Sumenep untuk segera menggelar sidang etik.

“Karena yang berjoget itu adalah figur-figur masyarakat dan yang dinilai masyarakat umum menjadi panutan, dan itu bocor ke luar, maka mereka dianggap secara etik melanggar etika. Tetapi untuk pelanggaran etika, seorang anggota DPRD itu harus melalui sidang etik. Yang bersangkutan juga harus diberi kesempatan untuk membela diri,” terang Prof. Rachmad Hidayat, Rabu (28/6/2023).

Baca Juga :  PB HMI Apresiasi Kinerja Presiden RI

Lebih lanjut menurut Prof. Rachmad Hidayat, memang wajar jika publik kecewa sikap DPRD Sumenep yang menunjukkan aksi hedon ditengah pembangunan Sumenep yang masih kurang maksimal.

“Ketika ini bergulir, jangan salahkan masyarakat yang berpikir itu. Jangan salahkan jika masyarakat jadi apatis, karena contoh yang ditunjukkan seperti itu. Akhirnya sekarang dibandingkan dengan kondisi Sumenep yang termiskin ketiga di Jawa Timur,” imbuh Prof. Rachmad Hidayat.

Komentar berbeda disampaikan Pakar Ilmu Komunikasi Universitas Wiraraja Sumenep Dr. Muhammad Hidayaturrahman. Menurutnya, joget dan menyanyi memang jadi kebiasaan siapapun. Hanya publik sedikit terganggu, ketika yang melakukannya adalah figur publik.

Baca Juga :  Corona, DPRD Sumenep Warning Jurnalis

“Salah satu kemungkinannya, karena persepsi terhadap wakil rakyat di mata publik cenderung negatif. Sehingga hal biasa saja juga dianggap negatif. Persepsi negatif biasanya muncul dari komunikasi yang buruk,” terangnya.

Sementara itu aktivis Aliansi Masyarakat Sumenep Bersuara Junaidi Juna mengaku akan mengawal dilaksanakannya sidang etik oleh Badan Kehormatan DPRD Sumenep.

“Kami juga akan mengklarifikasi, besaran biaya negara yang dikeluarkan untuk kunjungan anggota DPRD Sumenep selama ini. Soal biaya hotelnya, travelnya, perjalanan dinasnya, ini harus dibuka ke publik. Karena itu uang rakyat,” katanya. (feb/red)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemenag RI Resmi Tetapkan 1 Ramadan 1447 H pada 19 Februari 2025
Pemerintah dan NU Kompak Prediksi 1 Ramadan 1447 H Jatuh 19 Februari 2026
Pemeriksaan Dugaan Ijazah Palsu, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan selama 2 Jam Lebih
SPPG Bermasalah Diancam Ditutup Total, Pemerintah Tak Ingin Program MBG Dikelola Asal-asalan
Rakernas III Resmi Ditutup, IWO Mantapkan Peran sebagai Penjaga Moral Informasi Bangsa di Era Digital
PP IWO Minta Media Online Tetap Berpegang Teguh pada Prinsip Kode Etik Jurnalistik di Tengah Arus Disrupsi Digital
Said Abdullah Akui Ratusan Pesantren di Indonesia Jadi Motor Ekonomi Kreatif
Said Abdullah Sebut Pertahanan Semesta Bukan Hanya TNI dan Polri, Tapi Seluruh Elemen Bangsa

Berita Terkait

Rabu, 18 Februari 2026 - 02:06 WIB

Kemenag RI Resmi Tetapkan 1 Ramadan 1447 H pada 19 Februari 2025

Selasa, 17 Februari 2026 - 12:32 WIB

Pemerintah dan NU Kompak Prediksi 1 Ramadan 1447 H Jatuh 19 Februari 2026

Jumat, 13 Februari 2026 - 08:08 WIB

Pemeriksaan Dugaan Ijazah Palsu, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan selama 2 Jam Lebih

Kamis, 25 Desember 2025 - 19:43 WIB

SPPG Bermasalah Diancam Ditutup Total, Pemerintah Tak Ingin Program MBG Dikelola Asal-asalan

Kamis, 30 Oktober 2025 - 07:40 WIB

Rakernas III Resmi Ditutup, IWO Mantapkan Peran sebagai Penjaga Moral Informasi Bangsa di Era Digital

Berita Terbaru