SPPG Saronggi Dikecam, SOP Tak Transparan, Sertifikat Dipertanyakan, Risiko Kesehatan Siswa Mengintai

- Redaksi

Senin, 22 Desember 2025 - 21:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ILUSTRASI: SPPG Saronggi dikecam usai pelaksanaan MBG diduga asal-asalan (Doc. Seputar Jatim)

ILUSTRASI: SPPG Saronggi dikecam usai pelaksanaan MBG diduga asal-asalan (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang sebagai program prioritas nasional mulai menunjukkan retakan serius di level pelaksana.

Di SPPG Saronggi Sumenep, Madura, Jawa Timur, berbagai persoalan krusial mulai dari keamanan pangan, kompetensi sumber daya manusia (SDM), hingga kepatuhan terhadap regulasi, kini dipertanyakan secara terbuka.

Sorotan tajam datang dari Aktivis Muda Sumenep, Syarifuddin. Ia menilai pelaksanaan MBG di wilayah tersebut berpotensi membahayakan kesehatan siswa bila tidak segera dievaluasi menyeluruh.

Menurutnya, hingga kini tidak pernah ada penjelasan terbuka kepada publik terkait Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan makanan MBG yang basi, rusak, atau tidak layak konsumsi.

“Jika makanan basi terlanjur dimakan siswa, siapa yang bertanggung jawab? Kepala SPPG, penyedia, atau negara? SOP-nya tidak jelas dan publik tidak pernah diberi tahu,” ucapnya, Senin (22/12/2025).

Baca Juga :  Usai Dana Cair, Penerima KIP JAWARA di Sumenep Ngaku Diminta Komisi oleh Petugas

Udin menilai ketiadaan SOP yang transparan mencerminkan kelalaian serius dalam manajemen risiko, padahal program ini menyasar anak-anak, kelompok paling rentan terhadap dampak buruk pangan.

Tak hanya soal keamanan, kualitas SDM di SPPG Saronggi juga menjadi sorotan. Meski diklaim memiliki chef, ahli gizi, dan food handler bersertifikat, fakta di lapangan menunjukkan banyak makanan MBG justru ditolak siswa.

“Kalau benar kompeten, mengapa siswa menolak makanan? Ini bukan sekadar soal selera, tetapi kegagalan memahami kebutuhan gizi anak dan pendekatan penyajian,” tegasnya.

Ia menambahkan, sertifikat tidak boleh berhenti pada pemenuhan administratif semata, melainkan harus tercermin dalam inovasi menu, variasi olahan, serta tampilan makanan yang mampu meningkatkan nafsu makan siswa.

“Kalau makanan tidak dimakan, tujuan pemenuhan gizi gagal total,” katanya.

Lebih jauh, Udin secara tegas mempertanyakan kepatuhan SPPG Saronggi terhadap kewajiban enam sertifikat sebagaimana diatur dalam Surat Edaran Nomor 02.02/C.I/4202/2025, yang merupakan bagian dari instruksi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

“Apakah keenam sertifikat itu benar-benar dimiliki, atau hanya disebut-sebut tanpa pernah dibuka ke publik?,” ujarnya.

Ia menilai, tanpa keterbukaan dokumen, klaim kepatuhan terhadap regulasi patut dicurigai dan berpotensi menjadi pelanggaran prosedural dalam program strategis nasional.

Aktivis muda itu mengingatkan, jika berbagai persoalan ini terus diabaikan, MBG berisiko gagal mencapai tujuan perbaikan gizi, memicu pemborosan anggaran negara, bahkan membuka peluang terjadinya kasus keracunan pangan di sekolah-sekolah.

Baca Juga :  Banjir Bukan Lagi Sekadar Cuaca, Riset BRIDA dan ITS Bongkar Alarm Tata Kota Sumenep

“MBG jangan hanya sukses di laporan dan baliho. Kalau di lapangan amburadul, yang jadi korban adalah anak-anak,” tandasnya.

Ia mendesak Koordinator Wilayah Kabupaten Sumenep segera melakukan audit independen, membuka seluruh sertifikat ke publik, serta mengevaluasi secara menyeluruh SOP dan kualitas SDM di SPPG Saronggi. (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://www.seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MBG Diduga Berbau Viral, Kepala SPPG Lebeng Timur Belum Buka Suara
Bantuan Stimulan Rumah Mengalir, Pemkab Sumenep Percepat Pemulihan Korban Bencana di Bluto
Bencana Terjang 3 Kecamatan, Pemkab Sumenep Percepat Validasi Data Kerusakan Rumah
Menu MBG Bau dan Busuk, Akun TikTok SPPG Lebeng Timur Sumenep Diserbu Wali Murid
Puting Beliung Terjang Sumenep, 188 Bangunan Rusak hingga Aktivitas Warga Terganggu
MBG Diduga Busuk Nyaris Dikonsumsi Siswa di Pasongsongan Viral di TikTok
MBG Kembali Bermasalah di Saronggi, Roti Program Negara Berakhir di Tempat Sampah
Pemkab Sumenep Gerak Cepat Salurkan Bantuan Korban Puting Beliung di Karduluk dan Pakandangan

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 21:24 WIB

MBG Diduga Berbau Viral, Kepala SPPG Lebeng Timur Belum Buka Suara

Kamis, 5 Februari 2026 - 20:55 WIB

Bantuan Stimulan Rumah Mengalir, Pemkab Sumenep Percepat Pemulihan Korban Bencana di Bluto

Kamis, 5 Februari 2026 - 10:35 WIB

Bencana Terjang 3 Kecamatan, Pemkab Sumenep Percepat Validasi Data Kerusakan Rumah

Selasa, 3 Februari 2026 - 12:14 WIB

Menu MBG Bau dan Busuk, Akun TikTok SPPG Lebeng Timur Sumenep Diserbu Wali Murid

Selasa, 3 Februari 2026 - 10:03 WIB

Puting Beliung Terjang Sumenep, 188 Bangunan Rusak hingga Aktivitas Warga Terganggu

Berita Terbaru