SPPG Talang Diduga Suap Jurnalis dengan ‘Uang Bensin’ Saat Usut Keracunan MBG

- Redaksi

Rabu, 15 April 2026 - 23:27 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

CERAH: Mobil SPPG Talang saat akan mengantar MBG ke sekolah (Mufti Che - Seputar Jatim)

CERAH: Mobil SPPG Talang saat akan mengantar MBG ke sekolah (Mufti Che - Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Kasus dugaan keracunan dalam Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, terus menyedot perhatian publik.

Insiden yang menimpa sejumlah siswa SDN Juluk II itu tak hanya menyisakan persoalan kesehatan, tetapi juga memunculkan dugaan adanya upaya intervensi terhadap independensi kerja jurnalistik.

Sejumlah siswa sebelumnya dilaporkan mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi MBG yang disuplai dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Talang, di bawah pengelolaan Yayasan Syita Ananta. Beberapa korban bahkan harus mendapatkan penanganan medis di puskesmas setempat.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, di tengah upaya pengungkapan fakta, situasi di lapangan justru memunculkan kejanggalan. Jurnalis yang datang untuk melakukan konfirmasi tidak menemukan pihak penanggung jawab utama di lokasi.

Jurnalis Jatim Kita, Ahmad Syarif Hidayatullah, mengungkapkan bahwa dirinya bersama sejumlah awak media mendatangi dapur SPPG Talang guna meminta klarifikasi. Namun, kepala SPPG tidak berada di tempat.

“Awalnya kami hanya ingin mendapatkan keterangan secara terbuka. Tapi kepala SPPG tidak ada di lokasi, kami hanya ditemui oleh tenaga lain seperti ahli gizi, akuntan, dan tim keamanan,” ujarnya, Rabu (14/4/2026).

Baca Juga :  Kepsek SDN Juluk II Sulit Ditemui Media, Curiga Ada yang Ditutup-tutupi Soal Keracunan MBG

Kondisi semakin mencurigakan ketika, saat para jurnalis hendak meninggalkan lokasi, seorang asisten lapangan tiba-tiba muncul dan diduga menyodorkan sejumlah uang dengan dalih ‘uang bensin’.

“Sekitar pukul 09.30 WIB saat kami hendak pulang, asisten lapangan itu bergegas mengambil uang dan memberikannya kepada kami. Dia memaksa dengan alasan uang bensin, tapi langsung kami tolak,” ungkapnya.

Ia menilai tindakan tersebut bukan sekadar basa-basi, melainkan berpotensi sebagai upaya membungkam kerja jurnalistik yang tengah mengusut kasus sensitif.

“Kedatangan kami bukan untuk mencari uang, tapi mencari fakta. Ini menyangkut kepentingan anak-anak yang diduga menjadi korban keracunan. Tindakan seperti ini jelas mencederai independensi jurnalis,” tegasnya.

Ia juga menyoroti adanya perekaman saat momen pemberian uang berlangsung, yang dinilai semakin memperkuat indikasi tindakan tidak etis.

“Kami bersama rekan-rekan, termasuk dari media Seputar Jatim, kompak menolak. Bahkan tim akuntan dengan cepat merekam (memvideo) aksi pemberian uang itu,” imbuhnya.

Kasus ini kini berkembang menjadi sorotan serius. Tak hanya terkait kualitas dan keamanan makanan dalam program MBG, tetapi juga menyangkut transparansi pengelolaan SPPG serta dugaan upaya intervensi terhadap kebebasan pers dalam menjalankan fungsi kontrol sosial. (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SKK Migas-KEI Perkuat Kompetensi Guru Non-PNS di Kepulauan Sumenep, Kemenag, DPRD dan Akademisi Beri Apresiasi
Realisasi Investasi Sumenep Lampaui Target Triwulan II, DPMPTSP Perkuat Pembinaan Pelaku Usaha
Kecewa Audiensi Tak Ditemui Kepala DKPP Pamekasan, JKP Siapkan Aksi Petani 13 Kecamatan
Warga Langsar Dilanda Kekeringan, Bupati Sumenep Turun Langsung Salurkan Air Bersih
Raker 2027, SMSI Sumenep Siapkan Strategi Tembus Pasar Nasional Lewat Penguatan Teknologi Digital
Kantor JIP Diresmikan, Ribut Baidi Dorong Jurnalis Tetap Kritis dan Berani
SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media, Guru Dibekali Literasi Digital dan AI
PBH Jatim Buka Diskusi Hukum Lingkungan, Tambang Ilegal di Sumenep Jadi Perhatian

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:51 WIB

SKK Migas-KEI Perkuat Kompetensi Guru Non-PNS di Kepulauan Sumenep, Kemenag, DPRD dan Akademisi Beri Apresiasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Realisasi Investasi Sumenep Lampaui Target Triwulan II, DPMPTSP Perkuat Pembinaan Pelaku Usaha

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:43 WIB

Kecewa Audiensi Tak Ditemui Kepala DKPP Pamekasan, JKP Siapkan Aksi Petani 13 Kecamatan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Warga Langsar Dilanda Kekeringan, Bupati Sumenep Turun Langsung Salurkan Air Bersih

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Raker 2027, SMSI Sumenep Siapkan Strategi Tembus Pasar Nasional Lewat Penguatan Teknologi Digital

Berita Terbaru

Poster DPO Polresta Sumenep (Dok. Istimewa)

Hukum & Kriminal

Maya Puspitasari Diburu Polresta Sumenep, Masuk DPO Kasus Dugaan Korupsi

Selasa, 20 Okt 2026 - 14:33 WIB