Tumpahan CPO Cemari Laut Gili Iyang Sumenep, Minyak Tongkang Capai Bibir Pantai

- Redaksi

Jumat, 23 Januari 2026 - 21:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

TUMPAH: Minyak mentah kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) tumpah dari kapal tongkang di Pulau Gili Iyang Sumenep (SandiGT - Seputar Jatim)

TUMPAH: Minyak mentah kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) tumpah dari kapal tongkang di Pulau Gili Iyang Sumenep (SandiGT - Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Perairan pesisir Pulau Gili Iyang, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, tercemar tumpahan minyak mentah kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) yang diduga berasal dari kapal tongkang pengangkut CPO.

Puluhan ton minyak berwarna kecokelatan menggenangi perairan dangkal hingga mencapai bibir pantai Desa Banraas. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran warga terhadap dampak serius pencemaran lingkungan laut.

Peristiwa ini mencuat setelah video kondisi laut tercemar minyak beredar luas di media sosial, termasuk grup WhatsApp warga dan platform TikTok.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam rekaman tersebut, terlihat lapisan minyak mengapung di permukaan air laut, membuat perairan tampak keruh, licin, dan tidak lagi jernih seperti biasanya.

Baca Juga :  Wabup Sumenep Kawal Diplomasi Pariwisata, Australia Bidik Wisata Kesehatan dan Budaya Dunia

Sejumlah warga di sekitar lokasi merekam langsung kondisi pantai yang tercemar. Di beberapa titik perairan dangkal, tumpahan CPO terlihat menempel pada pasir pantai dan bebatuan karang, menunjukkan dampak visual yang cukup mencolok.

Warga Desa Bancamara, Kecamatan Dungkek, Moh Yusuf, membenarkan adanya tumpahan minyak yang diduga berasal dari kapal tongkang pengangkut CPO tersebut. Ia menyebut, kejadian itu mulai diketahui warga sejak Kamis pagi.

“Benar, saya tahu pagi tadi. Minyaknya tumpah ke laut dan sampai ke pantai,” katanya, Jumat (23/1/2026).

Yusuf mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab awal insiden tersebut. Namun, berdasarkan informasi yang ia terima dari warga sekitar, cuaca buruk diduga kuat menjadi faktor pemicu kecelakaan kapal.

“Cuaca memang sedang buruk, angin kencang dan ombak cukup tinggi. Tongkangnya kandas,” ujarnya.

Menurut Yusuf, kapal tongkang pengangkut CPO itu dilaporkan kandas di karang sekitar pukul 21.00 WIB pada Rabu (21/1) malam.

Insiden terjadi setelah tali jangkar kapal diduga putus, sehingga kapal tidak mampu bertahan dari terjangan angin kencang dan gelombang tinggi.

“Kapalnya kandas sekitar jam sembilan malam. Karena terus dihantam angin kencang dan ombak besar, kapal mengalami kebocoran dan minyaknya tumpah,” ungkapnya.

Baca Juga :  Cuci Tangan di Tengah Polemik SPPG Rubaru, Pernyataan Anggota DPRD Sumenep Dinilai Lepas Tanggung Jawab

Akibat kondisi laut yang ekstrem, para anak buah kapal (ABK) tidak dapat segera turun dari kapal. Proses evakuasi baru bisa dilakukan pada Kamis pagi setelah kondisi gelombang mulai memungkinkan.

“ABK baru bisa turun pagi tadi. Sebelumnya tidak bisa karena ombak masih tinggi,” tambahnya.

Kondisi ini memicu kekhawatiran warga, khususnya para nelayan di sekitar Pulau Gili Iyang yang menggantungkan hidup dari hasil laut. Mereka cemas tumpahan minyak akan berdampak pada ekosistem laut serta menurunkan hasil tangkapan ikan.

“Warga tentu khawatir. Kalau tidak segera ditangani, dampaknya bisa panjang bagi laut dan nelayan,” pungkasnya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang maupun instansi terkait mengenai penyebab pasti tumpahan CPO tersebut serta langkah penanganan pencemaran di lokasi kejadian. Identitas pemilik kapal tongkang dan jumlah pasti muatan CPO yang tumpah ke laut juga belum diketahui. (Sand/EM)

*

Penulis : Sand

Editor : EM

Sumber Berita: https://www.seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dijanjikan Bisnis 37 Dapur MBG, Warga Sumenep Rugi Rp288,9 Juta, Nama Istri Anggota DPR RI Disebut
Viral! Avanza Putih Muat Jeriken Diduga Isi Pertalite di SPBU Kolor Sumenep
Kabel WiFi Semrawut di Jalan Pakondang Picu Warga Terjatuh, Pemuda: Haruskah Menunggu Korban Lagi?
Geger! Warga Batang-Batang Daya Sumenep Temukan Mayat Diduga Bakar Diri
Dituding Pelakor, Perempuan di Sampang Lapor Polisi Usai Alat Kelaminnya Diolesi Cabai
SMSI Kecam Dugaan Pengusiran Wartawan, Tolak Hadiri Undangan Polresta Sumenep
Hari Jadi ke-758 Sumenep, Logo Baru Jadi Simbol Sejarah dan Semangat Kemajuan
Aroma Dugaan Penyelewengan DD Meddelan Terungkap, Inspektorat Sumenep Dinilai Kecolongan

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 16:34 WIB

Dijanjikan Bisnis 37 Dapur MBG, Warga Sumenep Rugi Rp288,9 Juta, Nama Istri Anggota DPR RI Disebut

Rabu, 9 September 2026 - 11:20 WIB

Viral! Avanza Putih Muat Jeriken Diduga Isi Pertalite di SPBU Kolor Sumenep

Minggu, 30 Agustus 2026 - 13:57 WIB

Kabel WiFi Semrawut di Jalan Pakondang Picu Warga Terjatuh, Pemuda: Haruskah Menunggu Korban Lagi?

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:14 WIB

Geger! Warga Batang-Batang Daya Sumenep Temukan Mayat Diduga Bakar Diri

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Dituding Pelakor, Perempuan di Sampang Lapor Polisi Usai Alat Kelaminnya Diolesi Cabai

Berita Terbaru

Pengamat Kebijakan Publik, Fauzi As (Doc. Seputar Jatim)

Opini Publik

TEMPO BERJUDI DI MADURA

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:18 WIB

PAKAIAN: Polresta Sumenep, mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan kasus persetubuhan pelajar (Dok. Seputar Jatim)

Hukum & Kriminal

Terbongkar! Pria di Sumenep Diduga Setubuhi Pelajar 17 Tahun Dua Kali

Sabtu, 12 Sep 2026 - 10:11 WIB