Pendapatan Daerah Turun, Wabup Sumenep Harap DPRD Segera Setujui Raperda Perubahan APBD 2025

- Redaksi

Sabtu, 12 Juli 2025 - 08:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMANGAT: Wakil Bupati Sumenep Imam Hasyim bersalaman dengan Ketua DPRD Sumenep, Zainal Arifin, dalam sidang paripurna mengenai Rancangan Perubahan APBD Tahun 2025 (Foto Istimewa)

SEMANGAT: Wakil Bupati Sumenep Imam Hasyim bersalaman dengan Ketua DPRD Sumenep, Zainal Arifin, dalam sidang paripurna mengenai Rancangan Perubahan APBD Tahun 2025 (Foto Istimewa)

SUMENEP, Seputar Jatim – Menyusul turunnya pendapatan daerah yang cukup signifikan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar rapat paripurna membahas tentang Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2025.

Diketahui, pendapatan daerah saat ini mengalami penurunan yang cukup drastis yaitu sebesar Rp148,7 miliar atau sekitar 6 persen dari anggaran awal, sehingga totalnya menjadi Rp2,44 triliun.

“Penurunan ini terutama terjadi pada dana transfer dari pemerintah pusat, yang turun 7 persen dari Rp2,26 triliun menjadi Rp2,10 triliun. Kondisi ini berdampak pada sejumlah program yang selama ini bergantung pada dana pusat,” ujar Wakil Bupati Sumenep, Imam Hasyim, Sabtu (12/7/2025).

Baca Juga :  Sukses Terapkan Sistem Digital, RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Penghargaan dari BPJS Kesehatan 

Sementara itu, kata dia, Pendapatan Asli Daerah (PAD) justru mengalami kenaikan tipis sebesar Rp4,5 miliar atau 1 persen, sehingga total PAD menjadi Rp322,8 miliar.

Namun, kenaikan PAD ini belum mampu menutupi penurunan pendapatan transfer yang cukup besar.

“Dengan kondisi tersebut, APBD Sumenep mengalami defisit sebesar Rp259,7 miliar. Defisit ini dapat ditutup melalui surplus pembiayaan netto dengan jumlah yang sama,” bebernya.

Lanjut ia menjelaskan, bahwa penurunan pendapatan berpengaruh langsung pada sisi belanja daerah. Total belanja mengalami penyesuaian turun Rp134,6 miliar atau sekitar 5 persen, dari Rp2,83 triliun menjadi Rp2,70 triliun.

Yang menjadi sorotan dalam perubahan ini adalah pemangkasan pada belanja modal yang cukup drastis, yakni turun 50 persen dari Rp293,6 miliar menjadi Rp148,2 miliar.

“Penurunan paling signifikan terjadi pada belanja modal, yang tentu berdampak pada proyek-proyek pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat,” tuturnya.

Di sisi lain, lanjut politisi PKB itu menambahkan, bahwa belanja daerah yang tidak terduga justru mengalami kenaikan 14 persen menjadi Rp5,6 miliar, sedangkan belanja transfer naik 5 persen menjadi Rp581,9 miliar.

Untuk penerimaan pembiayaan, terdapat kenaikan 6 persen dari Rp245,7 miliar menjadi Rp259,7 miliar tanpa ada pengeluaran pembiayaan.

Ia berharap DPRD dapat segera membahas dan menyetujui Raperda Perubahan APBD Tahun 2025 ini agar program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.

“Kami memohon dukungan dan kerja sama seluruh pihak agar penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Sumenep dapat berjalan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. (EM)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Di Balik Pencitraan SPPG Rubaru, Anak Sekolah Diduga Dijadikan Uji Coba MBG
MBG dari SPPG Pakamban Laok 2 Picu Diare Siswa, Wali Murid Takut Melapor
Desa Meddelan Diguncang Dugaan Korupsi hingga Proyek Siluman, Tokoh Pemuda Ancam Audiensi Camat Lenteng
Klarifikasi Kepala SPPG Jambu Berbelit, Sertifikat Wajib MBG Terbukti Belum Lengkap
Proyek Jalan Gelap di Desa Meddelan, Camat Lenteng Pilih Diam
Achmad Fauzi Wongsojudo Lantik Lima Komisioner KI Sumenep Periode 2025–2029
Dugaan Korupsi BUMDes, Kades Meddelan Pilih Tutup Mulut dan Blokir WhatsApp Wartawan
Tumpahan CPO Cemari Laut Gili Iyang Sumenep, Minyak Tongkang Capai Bibir Pantai

Berita Terkait

Selasa, 27 Januari 2026 - 17:27 WIB

Di Balik Pencitraan SPPG Rubaru, Anak Sekolah Diduga Dijadikan Uji Coba MBG

Selasa, 27 Januari 2026 - 16:12 WIB

MBG dari SPPG Pakamban Laok 2 Picu Diare Siswa, Wali Murid Takut Melapor

Senin, 26 Januari 2026 - 09:43 WIB

Desa Meddelan Diguncang Dugaan Korupsi hingga Proyek Siluman, Tokoh Pemuda Ancam Audiensi Camat Lenteng

Minggu, 25 Januari 2026 - 16:00 WIB

Klarifikasi Kepala SPPG Jambu Berbelit, Sertifikat Wajib MBG Terbukti Belum Lengkap

Sabtu, 24 Januari 2026 - 20:22 WIB

Proyek Jalan Gelap di Desa Meddelan, Camat Lenteng Pilih Diam

Berita Terbaru