Demi Kemakmuran Ribuan Petani di Sumenep, Haji Mukmin Buka Pembelian Tembakau Sebanyak 700 Ton

- Redaksi

Kamis, 28 Agustus 2025 - 19:04 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

MENYORTIR: Pemilik Perusahaan Rokok Bahagia Haji Mukmin, dan karyawannya saat melakukan pembelian tembakau milik petani di Gudangnya di Jl. Raya Lenteng-Ganding Sumenep (Doc. Seputar Jatim)

MENYORTIR: Pemilik Perusahaan Rokok Bahagia Haji Mukmin, dan karyawannya saat melakukan pembelian tembakau milik petani di Gudangnya di Jl. Raya Lenteng-Ganding Sumenep (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Perusahaan Rokok (PR) Bahagia, milik pengusaha lokal Haji Mukmin (Bos HM), resmi membuka gudang pembelian sejak awal Agustus 2025.

Untuk target yang dipasang, yaitu sebanyak 600 hingga 700 ton tembakau yang siap diserap hingga akhir September mendatang.

Bahkan, PR Bahagia melaporkan rencana pembelian tersebut secara resmi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, sebagai bentuk transparansi usaha sekaligus komitmen untuk menyejahterakan ribuan petani tembakau.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Alhamdulillah, pembelian sudah berjalan tiga hari. Rata-rata setiap hari masuk 200–250 bal, kalau dihitung sekitar 10 ton,” katanya, saat ditemui awak media, Kamis (28/8/2025).

Baca Juga :  Ke Sumenep, Menkes RI Budi Gunadi Tinjau RS BHC

Sejak dua tahun terakhir, PR Bahagia konsisten menerapkan kebijakan pembelian tembakau tanpa sampel. Seluruh hasil panen ditimbang utuh, tanpa ada potongan.

Kebijakan tersebut sejalan dengan anjuran Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, yang meminta tata niaga tembakau berjalan adil dan transparan.

“Kami tetap komitmen, tidak mengambil sampel sama sekali. Itu penghargaan untuk jerih payah petani,” jelasnya.

Kebijakan ini menjadi pembeda, kata dia, karena praktik pengambilan sampel di sejumlah tempat selama ini sering dianggap merugikan petani.

Maka dengan sistem baru, petani kini merasa lebih aman dan hasil panennya dibayar penuh. Sebeb, langkah bisnis itu tidak hanya soal target kuantitas tetapi untuk kemakmuran para petani tembakau.

Untuk musim 2025, lanjut ia menjelaskan, PR Bahagia mematok harga daun bawah pada kisaran Rp45 ribu–Rp65 ribu per kilogram.

Sedangkan daun tengah dihargai lebih tinggi, hingga Rp76 ribu per kilogram, terutama tembakau dari kawasan pegunungan.

“Yang mahal ya daun tengah dan daun atas. Tapi sekarang masih musimnya daun bawah,” ujar Bos HM itu.

Baca Juga :  Nur Faizin Hujan Kritikan, Petani Sumenep: Kami Petani Kecil yang Menggantungkan Hidup dari Tembakau

Meski cuaca menjadi tantangan, kualitas tembakau tahun ini dinilai cukup baik. Ia juga memastikan harga tetap stabil agar petani tidak dirugikan oleh fluktuasi pasar.

Target pembelian hingga 700 ton diperkirakan akan menggerakkan perputaran ekonomi yang signifikan di Sumenep.

Sehinggaa ribuan petani tembakau di Ganding, Pragaan, Lenteng, Rubaru, hingga kecamatan lain akan merasakan manfaatnya.

Selain petani, ratusan tenaga kerja lokal juga ikut terserap. Mulai dari buruh harian di gudang, hingga sopir dan pekerja angkut hasil panen, semua ikut mendapat dampak positif dari geliat industri ini.

“Semoga semua pihak mendapat manfaat. Petani senang, perusahaan bisa terus jalan, dan pemerintah melihat perekonomian masyarakat bergerak,” harapnya.

Tak hanya itu, PR Bahagia memandang musim tanam 2025 bukan sekadar transaksi bisnis, tetapi juga momentum memperkuat industri rokok lokal.

Dengan prinsip transparansi, harga kompetitif, dan dukungan Pemkab, pihaknya pun yakin ekosistem tembakau di Sumenep akan semakin sehat dan berkelanjutan.

“Harapan kami, upaya ini memberi dampak jangka panjang bagi kesejahteraan petani sekaligus mendorong pertumbuhan industri rokok Madura,” pungkasnya. (EM)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dijanjikan Bisnis 37 Dapur MBG, Warga Sumenep Rugi Rp288,9 Juta, Nama Istri Anggota DPR RI Disebut
Dari Keramaian ke Peluang Usaha, BPRS Bhakti Sumekar Perkuat Dukungan untuk Ekonomi Lokal
Mobil Pribadi Angkut Pertalite Pakai Jeriken di SPBU Kolor Sumenep, Sulaisi: Ini Harus Diawasi
Rokok Makayasa Bangun Jaringan Besar hingga Luar Jawa
Viral! Avanza Putih Muat Jeriken Diduga Isi Pertalite di SPBU Kolor Sumenep
Bayar PBB-P2 Makin Mudah, Sumenep Mulai Terapkan SPPT Elektronik
Empat Kepala OPD Baru Resmi Dilantik, Bupati Sumenep Titip Pesan Penting
Cegah Kecurangan, DPRD Sumenep Dorong Pilkades Gunakan E-Voting

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 16:34 WIB

Dijanjikan Bisnis 37 Dapur MBG, Warga Sumenep Rugi Rp288,9 Juta, Nama Istri Anggota DPR RI Disebut

Senin, 14 September 2026 - 09:14 WIB

Dari Keramaian ke Peluang Usaha, BPRS Bhakti Sumekar Perkuat Dukungan untuk Ekonomi Lokal

Kamis, 10 September 2026 - 09:03 WIB

Rokok Makayasa Bangun Jaringan Besar hingga Luar Jawa

Rabu, 9 September 2026 - 11:20 WIB

Viral! Avanza Putih Muat Jeriken Diduga Isi Pertalite di SPBU Kolor Sumenep

Selasa, 8 September 2026 - 15:09 WIB

Bayar PBB-P2 Makin Mudah, Sumenep Mulai Terapkan SPPT Elektronik

Berita Terbaru

Pengamat Kebijakan Publik, Fauzi As (Doc. Seputar Jatim)

Opini Publik

TEMPO BERJUDI DI MADURA

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:18 WIB

PAKAIAN: Polresta Sumenep, mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan kasus persetubuhan pelajar (Dok. Seputar Jatim)

Hukum & Kriminal

Terbongkar! Pria di Sumenep Diduga Setubuhi Pelajar 17 Tahun Dua Kali

Sabtu, 12 Sep 2026 - 10:11 WIB