Tak Tinggal Diam, Dinsos P3A Sumenep Turun ke Pelosok Desa Demi Dapat Puluhan Calon Siswa Sekolah Rakyat 

- Redaksi

Jumat, 19 September 2025 - 12:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SANTAI: Kepala Dinsos P3A Sumenep, Mustangin, saat diwawancarai tentang program sekolah gratis di ruangannya (SandiGT - Seputar Jatim)

SANTAI: Kepala Dinsos P3A Sumenep, Mustangin, saat diwawancarai tentang program sekolah gratis di ruangannya (SandiGT - Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Sebanya 91 calon siswa telah terdaftar di Sekolah Rakyat, yang digagas Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Kini, kuota 100 anak hampir terpenuhi: 45 calon siswa SD dan 46 calon siswa SMP siap bergabung.

“Iya, memang dari awal itu kita mencari, bukan membuka pendaftaran. Kalau hanya menunggu, mungkin tidak ada yang mau,” kata Kepala Dinsos P3A Sumenep, Mustangin, Jumat (19/09/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  Dugaan Korupsi Logistik Pemilu 2024 KPU Sumenep Jadi Tanda Tanya, Kejari Tak Berani Umumkan Tersangka

Menurutnya, perjalanan mengumpulkan siswa ini bukan sebatas sosialisasi di kantor atau mengumumkan lewat pamflet.

Petugas dari Dinsos P3A bersama pendamping PKH, Tagana, TKSK, Dinas Pendidikan, Kemenag, hingga kepala desa dan camat, turun langsung ke pelosok desa.

Lanjut ia menegaskan, pihaknya mendatangi rumah-rumah keluarga miskin yang masuk kategori desil satu dan dua. Satu per satu dijelaskan bahwa anak mereka punya kesempatan belajar di sekolah gratis dengan fasilitas penuh dari negara: seragam, buku, makan, hingga asrama.

“Tapi meyakinkan orang tua itu tidak mudah. Banyak yang khawatir, ‘Bagaimana kalau anak saya tidak betah di asrama? Apakah boleh pulang?’. Kadang kami harus datang dua-tiga kali baru mereka percaya,” tegasnya.

Meski ditujukan untuk keluarga miskin, lanjut dia, program ini tidak asal menerima. Dinsos P3A melakukan verifikasi berlapis. Selain berdasarkan data STKS, mereka juga melakukan kroscek lapangan.

Bahkan, kata dia, orang tua harus menandatangani dokumen kesanggupan, sementara anak ditanya langsung kesiapan mentalnya.

“Bukan sekadar angka di data. Kami pastikan yang masuk benar-benar anak dari keluarga kurang mampu dan siap mengikuti aturan sekolah,” imbuhnya.

“Kalau kuota ini penuh, maka Sumenep bisa menjadi contoh bagaimana pendidikan gratis benar-benar hadir di tengah masyarakat, bukan sekadar wacana,” pungkasnya. (Sand/EM)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pertamax Naik, Pertalite Langka di Sumenep, Warga Antre Berjam-jam Demi BBM Subsidi
ASN, Santri, dan Masyarakat se-Madura Bersatu Ramaikan Lomba Pidato Gaya Bung Karno 2026
IWO Sumenep Hidupkan Semangat Bung Karno, Ratusan Peserta Unjuk Bakat Puisi dan Pidato
Dugaan Penyimpangan DD Meddelan, GMNI Nilai Pengawasan DPMD Sumenep Lemah
DPRD Sumenep Dorong Transaksi Elektronik untuk Tingkatkan PAD
Penuh Penghayatan, Refleksi Bung Karno ala Ibnu Hajar Tuai Tepuk Tangan Hadirin
Doa Sang Proklamator Menggema di Keraton Sumenep, Bupati Ajak Warga Rawat Semangat Bung Karno
Disdik Sumenep Cetak Guru Penulis, Pelatihan Karya Ilmiah Didorong Jadi Motor Literasi Pendidikan

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 18:57 WIB

Pertamax Naik, Pertalite Langka di Sumenep, Warga Antre Berjam-jam Demi BBM Subsidi

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:32 WIB

ASN, Santri, dan Masyarakat se-Madura Bersatu Ramaikan Lomba Pidato Gaya Bung Karno 2026

Sabtu, 6 Juni 2026 - 10:29 WIB

Dugaan Penyimpangan DD Meddelan, GMNI Nilai Pengawasan DPMD Sumenep Lemah

Jumat, 5 Juni 2026 - 23:35 WIB

DPRD Sumenep Dorong Transaksi Elektronik untuk Tingkatkan PAD

Rabu, 3 Juni 2026 - 10:47 WIB

Penuh Penghayatan, Refleksi Bung Karno ala Ibnu Hajar Tuai Tepuk Tangan Hadirin

Berita Terbaru