Bupati Sumenep Resmikan Sekolah Rakyat, Jadi Ruang Belajar Bagi Anak yang Terhalang Biaya

- Redaksi

Rabu, 1 Oktober 2025 - 09:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MERESMIKAN: Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo saat memotong pita sebagai bentuk meluncurkan Sekolah Rakyat di SKB Batuan (Doc. Seputar Jatim)

MERESMIKAN: Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo saat memotong pita sebagai bentuk meluncurkan Sekolah Rakyat di SKB Batuan (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, resmi meluncurkan Sekolah Rakyat.

Pendidikan gratis ini untuk memberikan akses belajar bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem maupun keluarga miskin.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, bahwa kehadiran Sekolah Rakyat menjadi jawaban agar seluruh anak di daerahnya tetap bisa mengenyam pendidikan tanpa terhalang keterbatasan biaya.

“Kami ingin memastikan tidak ada satu pun anak di Kabupaten Sumenep yang tertinggal pendidikan hanya karena faktor ekonomi,” tegasnya saat meresmikan Sekolah Rakyat di SKD Batuan, Rabu (1/10/2025).

Baca Juga :  Ratusan PPPK Terima SK, Bupati Minta Jaga Nama Baik Pemkab Sumenep

Program ini tidak hanya memberikan kesempatan belajar, tetapi juga bertujuan membangun generasi yang cerdas, terampil, berkarakter, serta memiliki daya saing di masa depan.

“Sekolah Rakyat diharapkan melahirkan generasi unggul yang mampu menghadapi tantangan zaman dan berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” tuturnya.

Ia pun berkomitmen penuh mendukung keberlangsungan program pendidikan gratis yang digagas Presiden Prabowo Subianto tersebut.

Selain mengurangi angka putus sekolah, kata dia, Sekolah Rakyat diyakini mampu memperluas pemerataan pendidikan sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan kualitas SDM.

Tak hanya itu, sebagai bentuk dukungan nyata, Pemkab Sumenep telah menyiapkan lahan seluas 10 hektare di Desa Patean, Kecamatan Batuan, untuk pembangunan sekolah permanen pada tahun 2026.

Saat ini, lebih lanjut Bupati Kota Keris ini menambahkan, bahwa kegiatan belajar sementara masih dilaksanakan di SKD Batuan.

“Kami mengajak semua orang tua memanfaatkan fasilitas Sekolah Rakyat. Jangan sampai ada anak yang kehilangan haknya untuk belajar hanya karena keterbatasan ekonomi,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Sumenep, Norani Yanuar S melaporkan, bahwa jumlah siswa perdana mencapai 96 anak. Mereka terdiri atas 46 siswa tingkat SD dan 50 siswa tingkat SMP.

Baca Juga :  Istana Cabut Kartu Pers Jurnalis CNN Indonesia Lantaran Tanya MBG, Ketum IWO: Tindakan Itu Sangat Berlebihan

“Untuk sementara tersedia dua ruang kelas SD dan dua ruang kelas SMP. Seluruh kebutuhan pembelajaran, mulai guru, wali asuh, hingga asrama, sudah terpenuhi sesuai ketentuan,” tandasnya.

“Proses belajar mengajar akan dimulai usai program Pengenalan Lingkungan Sekolah pada 13 Oktober 2025,” bebernya.

Dengan begitu, adanya Sekolah Rakyat di Sumenep diharapkan menjadi tonggak baru pemerataan pendidikan, serta membuka jalan bagi lahirnya generasi masa depan yang lebih berkualitas dan hebat. (EM)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Di Balik Pencitraan SPPG Rubaru, Anak Sekolah Diduga Dijadikan Uji Coba MBG
MBG dari SPPG Pakamban Laok 2 Picu Diare Siswa, Wali Murid Takut Melapor
Desa Meddelan Diguncang Dugaan Korupsi hingga Proyek Siluman, Tokoh Pemuda Ancam Audiensi Camat Lenteng
Klarifikasi Kepala SPPG Jambu Berbelit, Sertifikat Wajib MBG Terbukti Belum Lengkap
Proyek Jalan Gelap di Desa Meddelan, Camat Lenteng Pilih Diam
Achmad Fauzi Wongsojudo Lantik Lima Komisioner KI Sumenep Periode 2025–2029
Dugaan Korupsi BUMDes, Kades Meddelan Pilih Tutup Mulut dan Blokir WhatsApp Wartawan
Tumpahan CPO Cemari Laut Gili Iyang Sumenep, Minyak Tongkang Capai Bibir Pantai

Berita Terkait

Selasa, 27 Januari 2026 - 17:27 WIB

Di Balik Pencitraan SPPG Rubaru, Anak Sekolah Diduga Dijadikan Uji Coba MBG

Selasa, 27 Januari 2026 - 16:12 WIB

MBG dari SPPG Pakamban Laok 2 Picu Diare Siswa, Wali Murid Takut Melapor

Senin, 26 Januari 2026 - 09:43 WIB

Desa Meddelan Diguncang Dugaan Korupsi hingga Proyek Siluman, Tokoh Pemuda Ancam Audiensi Camat Lenteng

Minggu, 25 Januari 2026 - 16:00 WIB

Klarifikasi Kepala SPPG Jambu Berbelit, Sertifikat Wajib MBG Terbukti Belum Lengkap

Sabtu, 24 Januari 2026 - 20:22 WIB

Proyek Jalan Gelap di Desa Meddelan, Camat Lenteng Pilih Diam

Berita Terbaru