SUMENEP, Seputar Jatim – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali memantik amarah wali murid di Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Kali ini, akun TikTok @SPPG LEBENG TIMUR SUMENEP diserbu komentar bernada keras setelah menu MBG yang dibagikan kepada siswa diduga bau dan busuk.
Kekecewaan itu diluapkan langsung di kolom komentar unggahan akun resmi SPPG tersebut.
Sejumlah wali murid menyebut makanan yang diterima anak-anak tidak layak konsumsi. Bahkan, ada yang mengaku makanan terpaksa tidak dimakan karena kondisi ayam yang berbau menyengat.
“Kecewa kecewa banget… tolong lebih diperhatikan sebelum di distribusikan. Eman Eman sudah kirim ternyata gak ke makan karena basi atau BAU katanya mas ayamnya gimna kok semakin gak karuan. Mohon bangett kasihan anak ingin dapat yang bergizi dan sesuai, malah bgitu mas,” tulis akun @Ilhafa Rusiana, Selasa (3/2/2026).
Keluhan serupa juga disampaikan wali murid lain, bahwa persoalan bau dan basi bukan hal sepele, apalagi menyangkut konsumsi anak sekolah.
“Ayamnya bau, basi dan tolong jaga makanan layak konsumsi sebelum didistribusikan ke sekolah,” timpal akun @Muharrofah.
Sementara itu, akun TikTok Diqi Al Qatar menyoroti kualitas dan kebersihan makanan MBG yang dinilai jauh dari harapan.
“Kualitas dan kebersihan makanannya harap dijaga yaa hanya menjaga hatecomennt yang tidak sesuai ekspektasi kasian juga sama anak2 yang sekolah,” tandasnya.
Alih-alih memberikan penjelasan menyeluruh atau klarifikasi terkait dugaan menu MBG bau dan busuk tersebut, akun @SPPG LEBENG TIMUR SUMENEP justru membalas singkat salah satu komentar dengan nada yang menuai reaksi lanjutan.
“Jangan terlalu dalam bu kalau kecewa gak baik juga,” balas akun TikTok @SPPG LEBENG TIMUR SUMENEP.
Balasan tersebut dinilai semakin memperkeruh situasi dan memicu pertanyaan publik terkait keseriusan pengelola SPPG Lebeng Timur yang dikelola Yayasan Matlabul Ulum, dalam menangani keluhan wali murid. (EM)
*
Penulis : EM
Sumber Berita: https://www.seputarjatim.com









