BGN Suspend 17 SPPG di Jatim, SPPG Pakamban Laok 2 Sumenep Ikut Terseret

- Redaksi

Senin, 2 Maret 2026 - 00:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAFTAR: Infografis data dapur SPPG yang disuspend BGN (Doc. Seputar Jatim)

DAFTAR: Infografis data dapur SPPG yang disuspend BGN (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan mensuspend atau memberhentikan sementara sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah.

Kebijakan itu diambil menyusul banyaknya temuan dugaan persoalan roti berjamur, buah busuk dan berbelatung/ulat, lauk basi, hingga keluhan dari penerima manfaat yang dinilai tidak sesuai standar kualitas.

Dengan hal itu, Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, melakukan penghentian sementara sebagai bagian dari mekanisme pengendalian mutu yang tidak bisa ditawar.

“Kami tidak mentolerir penyimpangan standar pangan dalam program ini. Setiap temuan langsung ditindak dengan penghentian operasional sementara untuk evaluasi menyeluruh,” ujarnya, di Jakarta, seperti dikutip CNBC Indonesia, Sabtu (28/2) kemarin.

Baca Juga :  Ikon Kota Gelap Gulita, Lampu Tugu 'Selamat Datang' Sumenep Mati Total

Berdasarkan infografis yang diterima media ini dari sumber tangkapan layar story WhatsApp, data dapur SPPG yang disuspend di beberapa provinsi, di antaranya Banten ada 2, DKI Jakarta ada 1, Jawa Barat ada 7, Jawa Tengah ada 3, Kalimantan Barat ada 2, Kepulauan Riau ada 1, dan Jawa Timur ada 17.

Dari jumlah tersebut, Jawa Timur menjadi pembahasan paling menonjol dengan total 17 SPPG yang diberhentikan sementara.

Di Jawa Timur (Jatim) dapur yang disuspend tersebar di sejumlah daerah seperti Nganjuk, Ngawi, Bojonegoro, Jember, Situbondo, Banyuwangi, Madiun, hingga Sumenep.

Untuk wilayah Kabupaten Sumenep sendiri, terdapat empat SPPG/Dapur yang masuk daftar suspend, yakni:

  •  SPPG Sumenep, Batang-Batang, Batang-Batang Daya 2
  • SPPG Sumenep, Pragaan, Pakamban Laok 2
  • SPPG Sumenep, Lenteng, Lenteng Timur 2
  • SPPG Sumenep, Dungkek, Jadung

Dari empat dapur itu, sorotan paling tajam yaitu SPPG Pakamban Laok 2, Kecamatan Pragaan, yang dikelola oleh Yayasan Bumi Asfan Abadi.

Dapur tersebut diduga bermasalah setelah menu MBG yang disalurkan disebut-sebut membuat sejumlah guru dan siswa mengalami diare.

Tak hanya itu, sejumlah wali murid Raudlatul Athfal (RA) juga sempat melakukan penolakan terhadap menu MBG karena dinilai tidak layak dikonsumsi. Penolakan itu mencuat setelah beredar keluhan terkait kualitas makanan yang diterima siswa.

Perkembangan terbaru, dalam paket MBG kering yang dibagikan, ditemukan roti berjamur. Temuan tersebut dikeluhkan sejumlah wali murid/orang tua siswa dan kembali memicu pertanyaan publik terkait pengawasan mutu dan standar keamanan pangan dalam program tersebut.

Baca Juga :  SMSI Sumenep dan Ar-Raudah Computer Bagikan 500 Takjil untuk Warga Rutan Sumenep

Dengan langkah suspend oleh BGN tersebut menjadi bentuk evaluasi menyeluruh guna memastikan program MBG berjalan sesuai standar gizi, higienitas, serta keamanan pangan. Sehingga, masyarakat mendesak adanya transparansi hasil evaluasi serta jaminan kualitas sebelum distribusi MBG kembali dilakukan.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala SPPG Pakamban Laok 2, memilih tidak merespon saat dihubungi melalui sambungan WhatsApp. (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Video Asusila 4 Menit 27 Detik Viral, Pelajar SMP di Pamekasan Diamankan Polisi
Dikejar Permintaan Pasar, PR Makayasa Siapkan Pabrik Baru dan Rekrut Ribuan Karyawan
Diduga Jadi Sarang Miras, Mr. Ball di Sumenep Tetap Buka Seolah Kebal Hukum
Aksi Pemilik SPPG di Pamekasan Joget Sambil Hamburkan Uang di Konser Valen Viral
Viral! Pantai Slopeng Diprotes Wisatawan, Tiket Mahal Hanya Disuguhi Sampah
IWO Sumenep Serukan Persatuan di Idul Fitri 1447 H, Ajak Masyarakat Perkuat Silaturahmi
GPPS Semprot APBD Sumenep, Anggaran Sarung Dinilai Abaikan Kebutuhan Rakyat
Diduga Cemarkan Profesi Wartawan, Akun TikTok Juan Kurniawan Bakal Diproses Hukum

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 09:30 WIB

Video Asusila 4 Menit 27 Detik Viral, Pelajar SMP di Pamekasan Diamankan Polisi

Rabu, 8 April 2026 - 16:20 WIB

Dikejar Permintaan Pasar, PR Makayasa Siapkan Pabrik Baru dan Rekrut Ribuan Karyawan

Selasa, 7 April 2026 - 01:18 WIB

Diduga Jadi Sarang Miras, Mr. Ball di Sumenep Tetap Buka Seolah Kebal Hukum

Sabtu, 28 Maret 2026 - 13:53 WIB

Aksi Pemilik SPPG di Pamekasan Joget Sambil Hamburkan Uang di Konser Valen Viral

Kamis, 26 Maret 2026 - 08:15 WIB

Viral! Pantai Slopeng Diprotes Wisatawan, Tiket Mahal Hanya Disuguhi Sampah

Berita Terbaru

FOKUS: Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid (kiri), bersama Wakil Bupati Sumenep, Imam Hasyim (dua kiri), saat rapat koordinasi terkait HDDAP (Doc. Seputar Jatim)

Pemerintahan

HDDAP Jadi Motor Transformasi Pertanian Lahan Kering di Sumenep

Jumat, 17 Apr 2026 - 10:39 WIB