SPPG Diduga Lakukan Pembungkaman, Satgas Sumenep Minta Guru dan Warga Berani Laporkan MBG Tak Layak

- Redaksi

Senin, 9 Maret 2026 - 15:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

CERAH: Gerbang utama Kantor Pemerintah Kabupaten Sumenep, yang menjadi pusat aktivitas pemerintahan daerah dan pelayanan publik bagi masyarakat (Mufti Che - Seputar Jatim)

CERAH: Gerbang utama Kantor Pemerintah Kabupaten Sumenep, yang menjadi pusat aktivitas pemerintahan daerah dan pelayanan publik bagi masyarakat (Mufti Che - Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Satuan Tugas (Satgas) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengimbau kepada seluruh kepala sekolah dan guru untuk berani bersuara dan menolak serta melaporkan apabila menemukan menu MBG yang tidak sesuai standar gizi atau dalam kondisi basi maupun busuk.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul adanya laporan dugaan upaya pembungkaman yang dilakukan oleh pihak dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Upaya itu diduga bertujuan agar temuan makanan tidak layak tidak diviralkan ataupun diberitakan oleh media, sehingga operasional program tetap berjalan tanpa sorotan publik.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Satgas MBG Kabupaten Sumenep, Agus Dwi Saputra, meminta Dinas Pendidikan (Disdik) serta Kementerian Agama (Kemenag) setempat untuk mengeluarkan surat edaran kepada seluruh sekolah agar berani melaporkan temuan makanan MBG yang tidak layak dikonsumsi siswa.

“Yang dari Dinas Pendidikan nanti bisa disampaikan kepada masing-masing kepala sekolah agar tidak ragu melapor jika ada temuan MBG,” ujarnya, Senin (9/3/2026).

Baca Juga :  Cabe Jamu Masuk Inventarisasi Indikasi Geografis, Pemkab Sumenep Perkuat Perlindungan Produk Lokal

Tak hanya itu, kata dia, koordinasi perlu dilakukan oleh Kemenag yang juga membawahi lembaga pendidikan di lingkungan madrasah agar mengawasi progam MBG.

“Kalau Kemenag mungkin bisa berkoordinasi dengan dinas, atau tidak apa-apa langsung secara tertulis. Jika ada kendala bisa disampaikan ke Satgas, biar langsung kami tindak lanjuti ke BGN,” jelasnya.

Di samping itu, Agus juga mengajak masyarakat luas untuk ikut memantau dan mengawasi jalannya program MBG di daerahnya masing-masing.

“Jika ditemukan menu yang tidak layak, silakan melaporkan ke kami. Masyarakat juga bisa memviralkan di media sosial sesuai dengan temuan yang ada,” tambahnya.

Diketahui sebelumnya, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa pihaknya tidak anti terhadap kritik terkait pelaksanaan program MBG.

Ia justru meminta masyarakat aktif melaporkan apabila menemukan menu MBG yang dinilai tidak layak disajikan kepada siswa.

Menurutnya, unggahan di media sosial dapat menjadi alat kontrol publik yang efektif, mengingat jumlah dapur MBG di berbagai daerah sangat banyak sehingga pengawasan tidak bisa dilakukan oleh BGN sendiri.

“Kami sangat terbantu kalau masyarakat meng-upload menu. Tapi tolong sebutkan sekolah di mana, SPPG Desa mana, daerah mana, kecamatan mana, kabupaten mana. Hari itu juga kita tindak lanjuti,” tegasnya, di Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (3/3) kemarin.

Baca Juga :  SPPG Lenteng Barat Diduga Distribusikan MBG Busuk, Warga Desak BGN Turun Tangan

“Jangan video yang sudah tahun lalu diviralkan lagi. Kalau itu (memviralkan lagi video lama) kan berarti punya tujuan-tujuan lain,” pungkasnya. (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jaga Hak Korban, Kapolresta Sumenep Serahkan Kendaraan Barang Bukti untuk Dipinjam Pakai
IWO Gelar Seminar Jurnalistik di UPI Sumenep, Etika Pers Tak Boleh Kalah oleh AI
Puluhan Grup Ikuti Festival Banjari Al-Habsyi Piala DRT The Big Family, Majelis At-Taufiq Siap Guncang Malam Puncak
SKK Migas-KEI Perkuat Kompetensi Guru Non-PNS di Kepulauan Sumenep, Kemenag, DPRD dan Akademisi Beri Apresiasi
Realisasi Investasi Sumenep Lampaui Target Triwulan II, DPMPTSP Perkuat Pembinaan Pelaku Usaha
Kecewa Audiensi Tak Ditemui Kepala DKPP Pamekasan, JKP Siapkan Aksi Petani 13 Kecamatan
Warga Langsar Dilanda Kekeringan, Bupati Sumenep Turun Langsung Salurkan Air Bersih
Raker 2027, SMSI Sumenep Siapkan Strategi Tembus Pasar Nasional Lewat Penguatan Teknologi Digital

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Jaga Hak Korban, Kapolresta Sumenep Serahkan Kendaraan Barang Bukti untuk Dipinjam Pakai

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:59 WIB

IWO Gelar Seminar Jurnalistik di UPI Sumenep, Etika Pers Tak Boleh Kalah oleh AI

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:41 WIB

Puluhan Grup Ikuti Festival Banjari Al-Habsyi Piala DRT The Big Family, Majelis At-Taufiq Siap Guncang Malam Puncak

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:51 WIB

SKK Migas-KEI Perkuat Kompetensi Guru Non-PNS di Kepulauan Sumenep, Kemenag, DPRD dan Akademisi Beri Apresiasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Realisasi Investasi Sumenep Lampaui Target Triwulan II, DPMPTSP Perkuat Pembinaan Pelaku Usaha

Berita Terbaru