SUMENEP, Seputar Jatim – Dugaan penyimpangan dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Meddelan, Kecamatan Lenteng, mulai mendapat perhatian serius dari Inspektorat Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Dugaan penyimpangan tersebut mencuat setelah Forum Aliansi Lintas Media melakukan pengecekan langsung ke lokasi kandang kambing milik BUMDes Meddelan bersama Ketua BUMDes setempat.
Dari hasil pengecekan itu, ditemukan jumlah kambing yang tersisa hanya 15 ekor, sementara satu ekor lainnya dilaporkan mati.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Forum Aliansi Lintas Media, Hendra, mengatakan fakta di lapangan menimbulkan tanda tanya besar karena jumlah ternak dinilai tidak sebanding dengan anggaran pengadaan yang disebut mencapai ratusan juta rupiah dari alokasi 20 persen Dana Desa (DD).
“Kita sudah turun langsung ke lokasi kandang kambing dan menemui Ketua BUMDes Meddelan di rumahnya. Bersama Ketua BUMDes cek ke lokasi. Faktanya jumlah kambing memang hanya tersisa 15 ekor, karena satu ekor sudah mati. Jadi total pengadaan kambing hanya 16 ekor,” ungkapnya, Kamis (21/5/2026).
Menurutnya, kejanggalan tersebut semakin kuat karena Ketua BUMDes Meddelan disebut mengaku tidak dilibatkan dalam proses pengadaan kambing.
“Temuan itu diakui langsung oleh Ketua BUMDes. Ironisnya, Ketua BUMDes mengaku tidak dilibatkan dalam pengadaan atau pembelian kambing tersebut,” katanya.
Hendra pun mendesak Inspektorat Sumenep segera turun langsung melakukan audit dan pemeriksaan menyeluruh, tidak hanya terhadap dana BUMDes, tetapi juga penggunaan Dana Desa di Desa Meddelan secara keseluruhan.
“Inspektorat jangan hanya fokus pada audit dana BUMDes saja. Karena sudah ada temuan yang janggal, maka audit harus dilakukan secara menyeluruh, bukan lagi random sampling khusus Desa Meddelan,” pungkasnya.
Sementara itu, Inspektur Inspektorat Sumenep, Didik Wahyudi, menegaskan pihaknya akan menindaklanjuti temuan dugaan kejanggalan dalam pengadaan kambing oleh BUMDes Meddelan.
Menurutnya, investigasi diperlukan untuk memastikan penggunaan anggaran pemerintah berjalan sesuai aturan dan peruntukannya.
“Oke siap! Kita akan tindak lanjuti temuan adanya dugaan kejanggalan dalam pengadaan kambing oleh BUMDes Meddelan. Akan kita selidiki berapa alokasi anggaran pengadaan kambing hingga realisasi pembelian kambing berapa ekor beserta kandangnya. Kita akan cek nanti,” tandasnya.
Ia menambahkan, pihaknya ingin memastikan setiap anggaran yang bersumber dari dana pemerintah direalisasikan sesuai spesifikasi dan alokasi yang telah ditetapkan.
“Jangan sampai anggaran pemerintah disalahgunakan. Makanya akan kita cek dan audit anggarannya,” pungkasnya. (EM)
*
Penulis : EM
Sumber Berita: https://seputarjatim.com









