Gubernur Khofifah Sambut 121 Perantau Jatim dari Wamena di Bandara Abdurrahman Saleh Malang

- Redaksi

Rabu, 2 Oktober 2019 - 19:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Khofifah menyimak curhat seorang ibu perantau Wamena asal Jawa Timur, setibanya di Bandara Abdurrahman Saleh, Malang, Rabu, 02/09/2019. (Fahmi/ SJ Foto)

Gubernur Khofifah menyimak curhat seorang ibu perantau Wamena asal Jawa Timur, setibanya di Bandara Abdurrahman Saleh, Malang, Rabu, 02/09/2019. (Fahmi/ SJ Foto)

MALANG, seputarjatim.com Rombongan perantau asal Jawa Timur dari Wamena kembali tiba di Jawa Timur. Sebanyak 121 orang warga Jawa Timur dan sebagian dari Jawa Tengah mendarat di Bandara Abdul Rachman Saleh, Malang, Rabu, 02/09/2019, sekitar pukul 14.30 WIB. Mereka tiba dengan menggunakan satu unit pesawat Hercules milik TNI AU.

Para perantau tersebut tampak lega dan bersyukur akhirnya bisa kembali ke kampung halaman. Pasalnya mereka sudah menunggu dan menempuh proses pemulangan yang cukup panjang.

Mereka yang dari Wamena harus menunggu antrian pesawat untuk bisa terbang ke Sentani, Jayapura. Kemudian setelah mendapatkan jadwal keberangkatan mereka harus menempuh perjalanan lebih dari delapan jam karena transit di Biak dan Makassar.

Oleh sebab itu, begitu tiba di bandara dan disambut oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, mereka mengaku haru dan bahagia. Mereka mengucapkan terima kasih pada Pemprov Jawa Timur yang mengupayakan pemulangan para perantau di Wamena.

“Saya sudah 29 tahun di Wamena, saya berdagang di sana, buka kios. Tapi akibat kerusuhan, semua habis, terbakar,” ujar Satik (38), warga asal Banyuwangi.

Hal serupa juga disampaikan Yusuf (45), warga Probolinggo. Bekerja sebagai tukang bangunan, ia bersyukur bisa kembali ke Jawa Timur usai kerusuhan di Wamena.

Karena saat kerusuhan ia dan keluarga sempat terpisah karena chaos yang terjadi. Masyarakat saling mencari tempat aman dan perlindungan sehingga ia pun berpencar dari anak dan istri.

Baca Juga :  Brantas Rokok Ilegal, Satpol PP Sumenep Dan Bea Cukai Gelar Forum Tatap Muka

“Terima kasih akhirnya kami dipulangkan. Tapi masih banyak teman kami disana, semoga segera menyusul dipulangkan,” harapnya.

Gubenur Khofifah menggendong balita anak perantau Wamena asal Jawa Timur yang tiba di Bandara Abdurrahman Saleh, Malang, Rabu, 02/09/2019. (Fahmi/ SJ Foto)

Gubernur Khofifah mengatakan bahwa yang datang di Malang kali ini ada sebagian yang dari Solo, Purwokerto, dan sejumlah daerah lain. Namun mayoritas mereka berasal dari Jawa Timur.

Ia menegaskan, siapun dan darimanapun para perantau yang datang hari ini harus mendapatkan perlindungan dan jaminan keamanan. Pemprov Jatim akan mendata masing-masing perantau yang datang untuk kemudian diantarkan ke daerahnya masing-masing.

“Mereka adalah perantau. Kalau mereka sekarang dalam posisi ingin kembali ke tanah asalnya, karena jumlahnya besar, maka kita ingin membuatkan layanan agar mereka bisa kembali dengan layanan yang lebih proper,” kata Khofifah.

Kalaupun ada perantau dari daerah lain, semua tetap akan didata. Dan saat akan diantarkan ke daerah masing-masing juga akan dibuatkan format berita acara dan serah terima dengan Dinsos ataupun pemerintah daerah setempat.

Lebih lanjut disampaikan gubernur perempuan pertama Jatim ini, adapun beberapa dari perantau yang dalam kondisi kurang sehat langsung diantar ke RSUD Saiful Anwar untuk menjalani perawatan dan pemeriksaan medis dengan biaya dari Pemprov.

“Yang hari ini datang di Juanda juga ada. Yang sakit juga langsung dibawa dengan ambulans ke RSUD Dr Soetomo. Semua layanan ada dalam coverage Pemprov,” tegas Khofifah.

Dalam penyambutan perantau Jatim tersebut, Mantan Menteri Sosial RI ini menyempatkan diri untuk berdialog langsung dengan mereka. Menanyakan kondisi, keadaan, dan keluarga yang akan mereka tuju begitu sampai ke daerah asal.

Baca Juga :  Bantu Abang Becak, SAI dan AF Peduli Kampanyekan Gotong Royong Hadapi Covid-19

Ia menjamin bahwa semua perantau ada dan masuk dalam pendataan. Sebab hal ini penting, terkait kepentingan jika nanti ada data yang dibutuhkan pemerintah pusat, maka data-data para perantau sudah siap.

“Jika suatu saat ada konsesi dari pemerintah pusat, misalnya toko atau rumah yang terbakar , sehingga mereka bisa bekerja kembali kesana, kita sudah siapkan datanya. Inilah pentingnya mereka diidentifikasi untuk mengetahui data dan jumlah perantaunya. Sebab mereka banyak yang tidak sempat membawa KTP,” ulas Khofifah.

Di sisi lain sejauh ini pihaknya mengaku intens berkoordinasi dengan Kementerian Sosial. Pasalnya di Kementerian Sosial ada kualifikasi bencana alam dan bencana sosial.

Saat ini sudah ada tiga kloter warga perantau Jawa Timur di Wamena yang kembali pulang ke bumi Majapahit. Rombongan pertama datang melalui Semarang sejumlah 43 orang. Kemudian hari ini melalui bandara Malang sejumlah 121 orang dan dijuga melalui bandara Juanda sejumlah 41 orang.

“Besok rencananya akan datang sekitar 130 orang,. Kami menyampaikan terimakasih kepada TNI AU yang telah membantu memudahkan kepulangan warga Jatim yang sedang merantau di Wamena,” pungkas Khofifah.

Sebelum dipulangkan ke kabupaten kota masing-masing di Jawa Timur, para perantau tersebut mendapatkan bantuan dari pemprov Jawa Timur berupa uang saku, sembako, dan juga pakaian siap pakai. (fam/red)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kembali Beroperasi Usai Disuspend, MBG SPPG Pakamban Laok 2 Diprotes: Tutup Saja Dapurnya
Ketua DPRD Sumenep Siap Sidak SPPG, Usut Laporan MBG Tak Layak dan Tanpa IPAL
Diduga Cemarkan Profesi Wartawan, Akun TikTok Juan Kurniawan Bakal Diproses Hukum
Usai Disuspend, SPPG Pakamban Laok 2 Mendadak akan Distribusikan MBG Saat Sekolah Libur
Aksi Segel Kantor Berakhir, Pegadaian Pamekasan Siap Kembalikan Hak 47 Korban Lewat Mediasi Pengadilan
Bupati Sumenep Rangkul Komunitas Kreatif, SCE 2026 Disiapkan Lebih Inovatif
SPPG Diduga Lakukan Pembungkaman, Satgas Sumenep Minta Guru dan Warga Berani Laporkan MBG Tak Layak
SPPG Lenteng Barat Diduga Distribusikan MBG Busuk, Warga Desak BGN Turun Tangan

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 11:47 WIB

Kembali Beroperasi Usai Disuspend, MBG SPPG Pakamban Laok 2 Diprotes: Tutup Saja Dapurnya

Selasa, 10 Maret 2026 - 20:23 WIB

Ketua DPRD Sumenep Siap Sidak SPPG, Usut Laporan MBG Tak Layak dan Tanpa IPAL

Selasa, 10 Maret 2026 - 15:25 WIB

Diduga Cemarkan Profesi Wartawan, Akun TikTok Juan Kurniawan Bakal Diproses Hukum

Selasa, 10 Maret 2026 - 00:28 WIB

Aksi Segel Kantor Berakhir, Pegadaian Pamekasan Siap Kembalikan Hak 47 Korban Lewat Mediasi Pengadilan

Senin, 9 Maret 2026 - 18:57 WIB

Bupati Sumenep Rangkul Komunitas Kreatif, SCE 2026 Disiapkan Lebih Inovatif

Berita Terbaru