Harvick Hasnul Qolbi Disebut Sosok Ideal Jadi Mendag di Tengah Gejolak Perdagangan Global

- Redaksi

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:28 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

GAGAH: Wakil Menteri Pertanian, Harvick Hasnul Qolbi (Foto Istimewa)

GAGAH: Wakil Menteri Pertanian, Harvick Hasnul Qolbi (Foto Istimewa)

NASIONAL, Seputar Jatim – Co-Founder Forum Intelektual Muda (FIM) sekaligus pengamat kebijakan publik, Muhammad Sutisna, mendorong adanya reformasi tata kelola perdagangan nasional agar lebih adaptif terhadap dinamika ekonomi global, berpihak pada industri lokal, dan berorientasi pada penguatan kedaulatan ekonomi Indonesia.

Menurut Sutisna, tantangan ekonomi saat ini menuntut pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan perdagangan domestik.

Ia menilai diperlukan strategi mitigasi yang tangguh dan responsif agar perekonomian nasional mampu bergerak seiring dengan percepatan pemulihan ekonomi global.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Perlu evaluasi tajam terhadap tata kelola perdagangan domestik dengan membangun mitigasi kebijakan yang kuat dan responsif agar mesin ekonomi Indonesia mampu bergerak secepat pemulihan ekonomi dunia,” ujarnya, di Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Baca Juga :  DPRD Sumenep Desak Pemkab Segera Isi Jabatan Kosong, Plt Dinilai Tak Efektif

Ia menambahkan, reformasi sektor perdagangan membutuhkan sosok pemimpin yang berpengalaman, kredibel, dan memiliki rekam jejak kuat dalam menggerakkan sektor riil.

Menurutnya, salah satu figur yang dinilai memenuhi kriteria tersebut adalah Harvick Hasnul Qolbi.

“Kalau kami ditanya siapa sosok yang mampu mengubah wajah perdagangan dan menjadi figur strategis di sektor tersebut, tentu yang memiliki pengalaman adalah Harvick Hasnul Qolbi. Pengalamannya saat menjadi Wakil Menteri Pertanian hingga Pelaksana Tugas Menteri Pertanian pada kabinet sebelumnya berhasil meningkatkan produktivitas UMKM berbasis komoditas pertanian sebesar 15 persen di Jawa Timur,” jelasnya.

Selain pengalaman di pemerintahan, Sutisna menilai Harvick memiliki modal sosial dan jaringan yang kuat melalui keterlibatannya di Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU), sebagai Bendahara PBNU, serta di ICMI.

Menurutnya, posisi tersebut menjadi nilai tambah dalam menjembatani kepentingan perdagangan domestik dan global.

Ia juga menilai Harvick memiliki kapasitas untuk menghadapi tantangan perdagangan internasional, termasuk dampak perang tarif yang berpengaruh terhadap harga komoditas unggulan Indonesia.

“Harvick juga dinilai mampu menjadi pemecah kebuntuan di tengah gejolak perang tarif internasional yang kerap menekan harga komoditas utama Indonesia,” tuturnya.

Lebih lanjut, Sutisna menyebut Harvick berpotensi memperkuat kebijakan ekspor-impor melalui pendekatan yang lebih protektif guna melindungi industri dalam negeri.

Di sisi lain, kebijakan perdagangan juga harus diarahkan untuk meningkatkan ekspor produk bernilai tambah agar mampu menciptakan surplus perdagangan yang berkelanjutan.

Baca Juga :  Polda Riau Gagalkan Penyelundupan 2,2 Kg Sabu di Bandara SSK II, Kurir Ditangkap Jaringan Diburu

“Karena pada saat yang sama, kebijakan perdagangan harus diarahkan untuk mendorong ekspor produk bernilai tambah tinggi guna menciptakan surplus perdagangan yang berkelanjutan bagi ekonomi nasional. Jadi, Harvick memang pilihan yang tepat dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya di sektor perdagangan,” pungkasnya. (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polda Riau Gagalkan Penyelundupan 2,2 Kg Sabu di Bandara SSK II, Kurir Ditangkap Jaringan Diburu
SKK Migas dan TNI Perkuat Pengamanan Hulu Migas, Bentengi Ketahanan Energi Nasional dari Berbagai Ancaman
Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, Usai Dicopot dari Kepala BGN
Dadan Hindayana Dicopot dari Kepala BGN, Dinilai Tak Becus Jalankan Program MBG
Mulai 2026, Bayar Pajak STNK Kendaraan Bekas Tak Wajib KTP Pemilik Lama
Tampil Mencolok di KPK, Haji Her Kooperatif Jalani Pemeriksaan
Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026
Percepat Akses Listrik di Kepulauan, Pemkab Sumenep Terima Hibah PLTS 2 MW

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:28 WIB

Harvick Hasnul Qolbi Disebut Sosok Ideal Jadi Mendag di Tengah Gejolak Perdagangan Global

Minggu, 26 Juli 2026 - 17:32 WIB

Polda Riau Gagalkan Penyelundupan 2,2 Kg Sabu di Bandara SSK II, Kurir Ditangkap Jaringan Diburu

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:29 WIB

SKK Migas dan TNI Perkuat Pengamanan Hulu Migas, Bentengi Ketahanan Energi Nasional dari Berbagai Ancaman

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:33 WIB

Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, Usai Dicopot dari Kepala BGN

Selasa, 2 Juni 2026 - 23:09 WIB

Dadan Hindayana Dicopot dari Kepala BGN, Dinilai Tak Becus Jalankan Program MBG

Berita Terbaru