Home / Tak Berkategori

Adat Pertunangan Masyarakat Madura

- Redaksi

Selasa, 8 Oktober 2019 - 13:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(istimewa)

(istimewa)

SUMENEP, seputarjatim.com Pertunangan menjadi salah satu tahapan yang dilakukan oleh seseorang yang hendak melangsungkan pernikahan. Pertunangan biasanya dilakukan oleh keluarga pihak laki-laki untuk membuktikan keseriusannya dalam menjalin hubungan. Ada banyak adat pertunangan yang berlangsung di berbagai daerah di Indonesia, salah satunya di Pulau Madura.

Di Pulau Madura, pria yang akan melamar perempuan diminta untuk memberi angin atau memberi kabar. Dalam Bahasa Madura, proses ini disebut Ngin-angin (Memberi angin atau memberi kabar). Tahapan ini memberikan sinyal kabar sejauh mana pihak pria akan diterima oleh pihak perempuan. Dalam pertemuan ini juga dibahas sejumlah pertimbangan yang disampaikan pihak perempuan. Keluarga pria dalam acara ini biasanya membawa makanan khas yang menyimbolkan keseriusan pihak pria, seperti: pisang, kopi, dan gula.

Baca Juga :  Kanwil IV KPPU Umumkan Pelaku Usaha yang Belum Menjalankan Putusan

Jika pada tahap ngin-angin keluarga pria mendapatkan kabar baik maka akan berlanjut pada proses lamaran. Lamaran diawali oleh pihak pria mengunjungi rumah perempuan dengan membawa sejumlah bawaan seperti aneka macam kue, pakaian, kosmetik, dan beberapa peralatan yang digunakan oleh perempuan.

Baca Juga :  Beda dengan Ambulan, Dinkes Pertegas Kegunaan Mobil Pusling yang Diberikan kepada Puluhan Puskesmas di Sumenep

Setelah proses lamaran pria dilakukan, akan ada jeda satu minggu untuk pihak perempuan berkunjung ke rumah pihak pria. Orang Madura menyebutnya “balessan” atau balasan. Arti dari  balasan ini sendiri adalah bentuk pihak keluarga perempuan membalas lamaran. Keluarga perempuan juga membawa bawaan yang sama hanya saja menyesuaikan dengan apa yang digunakan oleh pihak pria.

Setelah semua proses dilalui, biasanya pernikahan akan digelar tak lama setelah proses pertunangan tersebut. (far/red)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Di Balik Pencitraan SPPG Rubaru, Anak Sekolah Diduga Dijadikan Uji Coba MBG
MBG dari SPPG Pakamban Laok 2 Picu Diare Siswa, Wali Murid Takut Melapor
Desa Meddelan Diguncang Dugaan Korupsi hingga Proyek Siluman, Tokoh Pemuda Ancam Audiensi Camat Lenteng
Klarifikasi Kepala SPPG Jambu Berbelit, Sertifikat Wajib MBG Terbukti Belum Lengkap
Proyek Jalan Gelap di Desa Meddelan, Camat Lenteng Pilih Diam
Achmad Fauzi Wongsojudo Lantik Lima Komisioner KI Sumenep Periode 2025–2029
Dugaan Korupsi BUMDes, Kades Meddelan Pilih Tutup Mulut dan Blokir WhatsApp Wartawan
Tumpahan CPO Cemari Laut Gili Iyang Sumenep, Minyak Tongkang Capai Bibir Pantai

Berita Terkait

Selasa, 27 Januari 2026 - 17:27 WIB

Di Balik Pencitraan SPPG Rubaru, Anak Sekolah Diduga Dijadikan Uji Coba MBG

Selasa, 27 Januari 2026 - 16:12 WIB

MBG dari SPPG Pakamban Laok 2 Picu Diare Siswa, Wali Murid Takut Melapor

Senin, 26 Januari 2026 - 09:43 WIB

Desa Meddelan Diguncang Dugaan Korupsi hingga Proyek Siluman, Tokoh Pemuda Ancam Audiensi Camat Lenteng

Minggu, 25 Januari 2026 - 16:00 WIB

Klarifikasi Kepala SPPG Jambu Berbelit, Sertifikat Wajib MBG Terbukti Belum Lengkap

Sabtu, 24 Januari 2026 - 20:22 WIB

Proyek Jalan Gelap di Desa Meddelan, Camat Lenteng Pilih Diam

Berita Terbaru