Tiga Tahun Beroperasi, Bandara Trunojoyo Sepi

- Redaksi

Senin, 27 Januari 2020 - 11:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesawat Wings Air bersiap take off dari Bandara Trunojoyo, Kota Sumenep, Jawa Timur. (Budi/ SJ foto/ dok)

Pesawat Wings Air bersiap take off dari Bandara Trunojoyo, Kota Sumenep, Jawa Timur. (Budi/ SJ foto/ dok)

SUMENEP, seputarjatim.com- Tiga tahun beroperasi, penerbangan komersial rute Sumenep-Surabaya di Bandara Trunojoyo, Sumenep, Jawa Timur, belum berjalan maksimal. Animo warga Madura, khususnya masyarakat Sumenep untuk memanfaatkan mode transportasi udara tersebut masih rendah.

Kepala Unit Penyelenggara Bandara Kelas III Trunojoyo Sumenep, Indra Triyantono mengatakan, masyarakat masih cenderung menggunakan kendaraan darat karena masih menjadi kebiasaan.

Baca Juga :  Ribuan Pendaftar PPS di Sumenep Ikut Tes Tulis

Ditambahkan, masyarakat akan memilih angkutan udara apabila membutuhkan kecepatan waktu. Untuk maskapai Wings Air, selama tiga tahun beroperasi jumlah penumpangnya tak pernah melebihi 50 persen.

“Hanya awal penerbangan animo masyarakat cukup tinggi. Kemudian di akhir 2018 peristiwa adanya kecelakaan pesawat animo masyarakat seluruh Indonesia termasuk Sumenep anjlok, terang Indra, Senin, 27/01/2020.

Baca Juga :  Bantuan Hibah Provinsi ke Ponpes dan Yayasan di Sumenep Diduga Jadi Bancakan Oknum, Kurniadi: Saatnya BPKP Lakukan Audit

Berdasarkan data, di awal 2020 animo masyarakat Indonesia akan penerbangan kembali tumbuh. Diharapkan, hal ini juga akan berdampak pada peningkatan jumlah penumpang di bandara satu-satunya di Pulau Madura tersebut.

“Untuk konektivitas melakukan kegiatan di Surabaya dan sebaliknya memang kurang efektif. Kami sedang berupaya untuk bisa merubah schedule,” pungkas Indra. (mg2/red)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Sumenep Bahas LKPJ 2025, Dorong Penguatan PAD, Pemerataan hingga Layanan Kesehatan
Momentum HAKIN 2026, KI Sumenep Siap Perkuat Peran Strategis Media
Lewat JMS, Kejari Sumenep Ingatkan Pelajar SMAN 1 Bahaya Hoaks hingga Doxxing
PKDI Sumenep Apresiasi Langkah Kejari, Penahanan Kades Pragaan Daya Jadi Peringatan bagi Desa Lain
Kisruh Gadai Emas Rp200 Juta Lebih, BMT-UGT Nusantara Gayam Pilih Tak Respons Konfirmasi Media
Dana Desa Hak Masyarakat, Bupati Sumenep Tegaskan Kades Wajib Kelola Transparan
Ribuan Disabilitas di Madura Dibantu, BIP Foundation Hadirkan Harapan Baru
2 Tragedi Diduga Imbas BOSP, DPRD Sumenep Desak Disdik Evaluasi Total Mekanisme Pencairan

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:40 WIB

DPRD Sumenep Bahas LKPJ 2025, Dorong Penguatan PAD, Pemerataan hingga Layanan Kesehatan

Kamis, 30 April 2026 - 16:35 WIB

Momentum HAKIN 2026, KI Sumenep Siap Perkuat Peran Strategis Media

Kamis, 30 April 2026 - 09:38 WIB

Lewat JMS, Kejari Sumenep Ingatkan Pelajar SMAN 1 Bahaya Hoaks hingga Doxxing

Rabu, 29 April 2026 - 17:14 WIB

PKDI Sumenep Apresiasi Langkah Kejari, Penahanan Kades Pragaan Daya Jadi Peringatan bagi Desa Lain

Selasa, 28 April 2026 - 19:38 WIB

Kisruh Gadai Emas Rp200 Juta Lebih, BMT-UGT Nusantara Gayam Pilih Tak Respons Konfirmasi Media

Berita Terbaru