Diduga Terlibat Penipuan Terorganisir, Noval Warga Masaran Banyuates Dilaporkan ke Polres Sampang

- Redaksi

Jumat, 11 Maret 2022 - 10:23 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

SAMPANG, seputarjatim.com–Pimred detikzone.net, Igusty Madani bersama istrinya menjadi korban Sindikat penipuan jual beli mobil melalui media online yang terjadi di Wilayah Kecamatan Banyuates, tepatnya di Desa Masaran, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur. Kamis, 10/03/22.

Penipuan tersebut merugikan korban dengan uang sebesar Rp 150 juta rupiah yang sudah ditransfer melalui rekening BNI dan BRI.

Sindikat penipuan tersebut berawal pada saat Istri Pimred Detikzone inisial H membuat status melalui media online Facebook dengan mencari sebuah mobil Yarisbpada hari Sabtu, 05/03/2022.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat memposting status tersebut, ada anggota FB nya yang mengisi kolom komentar dengan kalimat ‘Tes.

Setelah itu, lanjut ke percakapan Wa dengan mempertanyakan mobilnya apalah sudah dapat apa belum.

Herlin, (36) istri Pimred Detikzone.net mengatakan bahwa setelah percapakapan tersebut, dirinya diminta penipu (Billy, red) datang ke Banyuates untuk melihat langsung mobilnya dan bertemu dengan adik iparnya bernama Noval hari Rabu 09/03/2022 .

“Setelah sampai di depan Kantor Unit BRI Banyuates, tiba tiba pria yang diketahui bernama Noval tersebut menghampiri dan menyuruh saya dan suami beserta sopir mobil yang saya sewa agar bertemu kerumah saja,” jelasnya. Kamis, 10/03/2022.

Sesampainya di sebuah tempat yang diakui pria yang diketahui bernama Noval tersebut memperlihatkan STNK guna mengecek keabsahan surat surat mobil tersebut.

“Ditempat itu saya dan suami hanya mengecek STNK dan kondisi mobil dan kerap kali saya mempertanyakan siapa Billy, namun Noval selalu meyakinkan bahwa Billy ini adalah kakak ipar sepupunya dan saat ini ada di Surabaya,” jelasnya.

Pertanyaan itupun bukan hanya 2-5 kali saya lontarkan, namun selalu berulang- ulang.

“Bukan hanya sekali dua kali saya pertanyakan Billy itu siapa, namun jawabnya tetap sama si Billy adalah ipar sepupunya,” bebernya.

Baca Juga :  Nelayan Pertanyakan Kompensasi Daerah Terdampak Eksplorasi Migas HCML

“Setelah itu suami dan saya beserta sopir pamit pulang dan mengatakan kapada Novan akan memberi informasi lanjutan, ” imbuhnya.

Sesampainya dirumah, Billy tersebut terus menjalin komunikasi dan meminta agar mobilnya dibeli untuk biaya berobat istrinya yang di operasi.

Sementara itu, Igusty Madani yang menjadi Korban penipuan melalui media online tersebut menindak lanjuti tawaran Billy yang diberikan kepada istrinya dengan mendatangi lagi ke desa Masaran, Kecamatan Banyuates. Kamis 10/03/2022.

“Pada saat sampai di Rumah yang berlokasi dipinggir jalan dekat dengan pencucian mobil, saya kembali mengecek mobil yang sudah deal harga.

Tak berselang lama, si Billy ini mengirim nomor rekening BRI kepada saya dan juga istri,” tukasnya.

Kemudian, istrinya mentransfer uang Rp 50 juta kepada terlapor dan pihaknya menginformasikan hal itu ke Noval bahwa sudah ditransfer, namun kata Novan si Billy masih belum memberi kabar kepada dirinya.

“Sebelum saya transfer lagi sebesar Rp 100 juta, saya menanyakan kembali kepada Noval bahwa si Billy mengirim nomor rekening atas nama istrinya yang bernama ANITA NURFAUZIAH dan Noval menjelaskan bahwa memang benar nama tersebut adalah nama istrinya si Billy,” tandasnya.

Kemudian, uang yang Rp 100 jutapun ditransfer ke rekening dan bukti transfernya pun diperlihatkan ke Noval, namun tiba tiba Noval mengatakan dirinya tidak kenal dengan dengan Billy tersebut.

“Seketika itu, saya merasa tertipu dengan sindikat itu. Dan sayapun bergegas pergi ke Bank BNI untuk meminta pembekuan rekening. Namun ironis sekali uang tersebut sudah dipindah bukukan dan pihak bank menganjurkan agar saya membuat Laporan Kepolisian untuk ditindak lanjuti,” terang IM

Baca Juga :  Polres Blitar Kota Ungkap Kasus Curanmor di 12 TKP, Dua Tersangka Berhasil Diamankan

Atas kejadian itu, korban mendatangi Polres Sampang untuk membuat Laporan.

Sampai di lokasi, Korban diperiksa dan dimintai keterangan terlebih dahulu di ruang Pidek sebelum ke SPKT.

“Sejauh ini kita kesulitan jika berurusan dengan perbankan karena seringkali kita tidak diberikan data nasabah,” kata anggota yang bertugas diruangan itu.

Sekedar diketahui, bahwa rumah yang menjadi tempat transaksi yang sebelumnya diakui Noval sebagai rumahnya itu adalah milik anggota polisi wanita (Polwan) yang bertugas di Polres Sampang.

Hal itu dibuktikan dengan pernyataan Polwan itu sendiri tatkala berada di ruangan Pidek.

“Noval ini adalah saudara saya dan yang rumah yang menjadi TKP itu milik saya ,” jelas Ayu Andira, Polwan Polres Sampang.

Setelah itu, Polwan tersebut merecoki kedatangan korban ke SPKT hingga adu cekcok dengan istri korban.

“Adik itu adalah korban juga,” tandasnya.

Setelah itu, Polwan yang mengakui Novan sebagai adik sepupunya itu pergi.

Terlahir, I Madani jua menambahkan, sindikat penipuan modus jual beli  mobil dengan cara kongkalikong itu pasti banyak memakan korban. Iapun meyakini korban lain akan berdatangan.

“Apalagi informasinya di wilayah itu memang rawan penipuan sindikat seperti itu. Dan kabarnya banyak kasus pembelian jual beli sepeda motor, ketika dibayar dan dibawa pulang sepeda motornya dicegat ditengah jalan, dicegat dan diambil dan korbannya hanya bisa pasrah,” tandasnya.

Pihaknya menegaskan, bahwa ia beserta Kuasa Hukum Ach. Supyadi SH, MH dan rekan rekan akan mengawal kasus ini sampai tuntas, sehingga otak dibalik penipuan tersebut bisa tertangkap.

“Saya bersama pengacara akan mengawal kasus ini hingga menemukan titik terang,” tandasnya. (Bam)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terbongkar! Pria di Sumenep Diduga Setubuhi Pelajar 17 Tahun Dua Kali
Dalih Pinjam Colokan, Pria di Kangean Diduga Perkosa Perempuan di Kamar
3 Tersangka Dugaan Pencurian Kayu di Nonggunong Resmi Ditahan Polresta Sumenep
Pria di Rubaru Sumenep Ditahan Polisi, Diduga Cabuli Anak 17 Tahun
Asmara Berujung Bui, Pria di Sampang Diciduk Polisi Usai Diduga Paksa Tiduri Pacarnya
Kasus Dugaan Pencurian Kayu di Nonggunong, Tiga Tersangka Terancam Dijemput Paksa
Tiga Tersangka Dugaan Pencurian Kayu di Nonggunong Belum Ditahan Polisi
Sidang Korupsi BSPS Sumenep Memasuki Fase Akhir, 5 Terdakwa Segera Hadapi Putusan
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 10:11 WIB

Terbongkar! Pria di Sumenep Diduga Setubuhi Pelajar 17 Tahun Dua Kali

Rabu, 2 September 2026 - 23:52 WIB

Dalih Pinjam Colokan, Pria di Kangean Diduga Perkosa Perempuan di Kamar

Selasa, 1 September 2026 - 12:12 WIB

3 Tersangka Dugaan Pencurian Kayu di Nonggunong Resmi Ditahan Polresta Sumenep

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:19 WIB

Pria di Rubaru Sumenep Ditahan Polisi, Diduga Cabuli Anak 17 Tahun

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:16 WIB

Asmara Berujung Bui, Pria di Sampang Diciduk Polisi Usai Diduga Paksa Tiduri Pacarnya

Berita Terbaru

Pengamat Kebijakan Publik, Fauzi As (Doc. Seputar Jatim)

Opini Publik

TEMPO BERJUDI DI MADURA

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:18 WIB

PAKAIAN: Polresta Sumenep, mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan kasus persetubuhan pelajar (Dok. Seputar Jatim)

Hukum & Kriminal

Terbongkar! Pria di Sumenep Diduga Setubuhi Pelajar 17 Tahun Dua Kali

Sabtu, 12 Sep 2026 - 10:11 WIB

Pamflet ekspansi pasar Rokok Makayasa (Dok. Seputar Jatim)

Ekonomi

Rokok Makayasa Bangun Jaringan Besar hingga Luar Jawa

Kamis, 10 Sep 2026 - 09:03 WIB