Tidak Sampai 24 Jam Sejak Dipasang, Pita Kejut Di Desa Batuan Makan Korban, Kinerja Disperkimhub Sumenep Ugal-Ugalan

- Redaksi

Selasa, 20 September 2022 - 20:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto:istimewa

Foto:istimewa

SUMENEP, seputarjatim.com–Speed bump atau pita kejut yang dipasang di Depan kantor UPT SKB jln. Raya Lenteng, Desa Batuan, Kecamatan Batuan yang baru dipasang namun dibongkar kembali ternyata sudah memakan korban.

Korbannya yakni siswa SMA berinisial Al warga desa torbang, kecamatan batuan.

Menurut cerita tetangga korban, korban jatuh sendiri saat mau berangkat sekolah dan melewati pita kejut tersebut.

“Kalau jatuhnya sendiri sekitar jam 07.00 Wib, mungkin dia terkejut saat melewati speed bump atau pita kejut tersebut, akhirnya jatuh,” Jelasnya. Selasa (30-9-2022).

Hal yang sama juga di ceritakan Slamet, salah satu supir pick up yang biasa lewat disana tiap hari menjelang subuh tiba, dirinya bercerita mengaku nyaris hilang kendali saat pertama kali melintas di ruas jalan tersebut saat nganterin penumpangnya ke pasar anum Sumenep.

“Saya nyaris hilang kendali, tapi alhamdulilah saya tidak apa-apa cuman muatan telur saya banyak yang pecah,” Ucapnya singkat.

Diberitakan sebelumnya, Diduga tidak sesuai dengan asas manfaatnya dan disinyalir asal-asalan dalam perencanaan, pemasangan pita kejut atau Speed Bump yang ada di jln. Raya Lenteng Desa batuan,Kecamatan Batuan tepatnya di depan UPT SKB Sumenep akhirnya di bongkar.

Baca Juga :  Manfaatkan Hari Libur, Bupati Fauzi Sambangi Petani Sambil Jalan Santai

Speed Bump yang dipasang tidak sampai 1X 24 jam tersebut terpaksa di bongkar kembali karena dinilai bisa membahayakan para pengguna jalan yang melintas di jalan tersebut.

Sejak dipasang, tidak sedikit warga yang mengeluhkan pemasangan pita penggaduh tersebut, karena dinilai tidak ada asas manfaatnya  bahkan hanya bisa menghambat jalannya lalu lintas.

“Apa-apaan ini pemkab sumenep, Jalan ini kan jalan utama, bukankah jalan yang rusak dan bergelombang saja diperbaiki agar nyaman, ini yang sudah mulus malah dibuat bergelombang,” kata Arik, warga asal lenteng saat di temui media ini. Selasa (20-9-2022).

Hal senada juga diungkapkan Hendra, dirinya mengatakan bahwa ini merupakan bukti dari tidak becus nya para pembuat kebijakan yang hanya bisa bekerja asal-asalan tanpa melalui perencanaan yang matang.

” Ini salah satu bukti tidak becusnya para pemangku kebijakan, kalau seperti ini kan anggaran dibuang percuma, habis dipasang tidak sampai 1X24 jam sudah dibongkar, terus mau dibuat apa itu bekasnya, mau dibuat gorengan?? Itu uang rakyat yang dibelikan,” Ucapnya dengan nada kesal.

Baca Juga :  128 Bacakades Di Sumenep Ikuti Test Kepemimpinan

Sementara itu, salah satu pekerja yang ditemui media ini mengatakan bahwa dirinya tidak tahu apa-apa terkait pemasangan pita kejut atau Speed Bump yang di desa batuan ini, dirinya hanya bertugas untuk memasang Speed Bump tersebut.

“Saya hanya disuruh pasang oleh dishub, kalau yang lain saya tidak tahu, tadi malem dipasang, tadi pagi dibongkar” Jelasnya.

Ditanya apakah tidak sesuai spesifikasi yang diminta oleh dinas terkait sehingga pemasangan tersebut dibongkar lagi? Lagi-lagi dirinya bilang tidak tau alasan pastinya, hanya saja pihak dishub mengatakan banyak keluhan dari warga terkait pemasangan Speed Bump tersebut.

“Kalau tidak sesuai speck, tidak mas, saya masangnya sudah sesuai gambar mas, yang jelas katanya banyak keluhan dari warga,” Bebernya.

Sampai berita ini tayang, seputarjatim.com akan terus melakukan upaya konfirmasi lanjutan kepada pihak-pihak berwenang lainnya. (Bam)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BGN Suspend 17 SPPG di Jatim, SPPG Pakamban Laok 2 Sumenep Ikut Terseret
Terseret Isu BSPS dan Proyek Lama, Kadis Kominfo Sumenep Didesak Buka Suara
BAP Korupsi BSPS 2024 Diduga Seret Nama Kadis Kominfo Sumenep, Alur Rekom Pencairan Diusut
Sempat Ditahan, Kini Jadi Kadis Kominfo, Ini Perjalanan Karier Indra Wahyudi
5 Hari Tak Keluar Kamar, Warga Pajagalan Sumenep Ditemukan Meninggal Dunia
Satu PR di APHT Guluk-Guluk Belum Kantongi Izin Cukai, Operasional Kawasan Industri Belum Optimal
Limbah MBG Disorot, DLH Sumenep Turun Tangan, 13 SPPG Siap-Siap Ditutup!
Agus, Inung, atau Rahman: Siapa yang akan Jadi Tangan Kanan Bupati Sumenep?

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 00:27 WIB

BGN Suspend 17 SPPG di Jatim, SPPG Pakamban Laok 2 Sumenep Ikut Terseret

Jumat, 27 Februari 2026 - 16:25 WIB

Terseret Isu BSPS dan Proyek Lama, Kadis Kominfo Sumenep Didesak Buka Suara

Kamis, 26 Februari 2026 - 15:06 WIB

BAP Korupsi BSPS 2024 Diduga Seret Nama Kadis Kominfo Sumenep, Alur Rekom Pencairan Diusut

Rabu, 25 Februari 2026 - 15:25 WIB

Sempat Ditahan, Kini Jadi Kadis Kominfo, Ini Perjalanan Karier Indra Wahyudi

Selasa, 24 Februari 2026 - 13:54 WIB

5 Hari Tak Keluar Kamar, Warga Pajagalan Sumenep Ditemukan Meninggal Dunia

Berita Terbaru