Tugas Pak RT Memang Berat

Oleh: Didik Setia Budi. Jurnalis TV, warga sebuah RT

- Redaksi

Senin, 19 Juni 2023 - 00:58 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

Pak RT 16 RW 3 Perumahan Bima Regency sedang diskusi bersama warga. (SJ photo)

Pak RT 16 RW 3 Perumahan Bima Regency sedang diskusi bersama warga. (SJ photo)

SUMENEP, seputarjatim.com- Apakah anda asing dengan penyebutan ‘Pak RT’? Tentu tidak. Karena kalaupun iya, anda pasti bukan orang Indonesia. Penyebutan kata ‘Pak RT’ sudah membumi di setiap pendengaran orang yang lahir di Indonesia.

Bersejarah, sarat memori, dulu dan kini. Sama halnya Presiden, Pak RT juga memiliki tanggung-jawab kewilayahan di permukiman yang dipimpinnya. Negara sekup besar, RT sekup kecil. Pak RT jadi sumber surat menyurat warga, jadi sumber informasi bilamana terjadi gangguan kamtibmas.

Fungsi dari Pak RT bahkan mirip dan sejajar dengan tugas kepolisian. Kita pasti sering melihat papan peringatan di sudut perumahan bertulis: tamu yang melebihi 24 jam diharap melapor ke Ketua RT.

Malam ini, saya kembali hadir di sebuah rapat RT 16 RW 3, perumahan tempat saya tinggal, Bima Regency. Pak Supardi, ketua RT mulai memimpin rapat bulanan. Kali ini yang menjadi bahasan utama adalah harus disegerakan pembangunan masjid perumahan. Warga yang hadir ikut andil membahasnya. Tertib, dan saling memberi usulan.

Saya yang duduk di sebelah Pak RT sesekali melihat wajahnya. Juga melihat wajah sesepuh RT lain, ada Pak Masduki dan Pak Suratman. Semua ikut mikir. Dan ternyata, berat juga tugas seorang Pak RT.

Baca Juga :  Para Penempuh Jalan Sunyi

Malam semakin larut, diskusi makin asyik sambil makan gorengan. Tak cukup itu, soto ayam kampung kembali disuguhkan oleh purnawirawan TNI yang dulu pernah bertugas sebagai Danramil Kalianget.

Rapat RT selesai, kami berpamitan. Pak RT paling akhir meninggalkan rumah Pak Suratman. Dengan mengendarai motor legendarisnya, Pak RT mungkin pulang ke rumah dengan berpikir tentang pembangunan masjid.

Deru motor Pak RT menjauh. Saya melihatnya hilang di kejauhan. Lagi-lagi saya berpikir: jadi Pak RT itu memang berat. (red)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harvick Hasnul Qolbi Disebut Sosok Ideal Jadi Mendag di Tengah Gejolak Perdagangan Global
Polda Riau Gagalkan Penyelundupan 2,2 Kg Sabu di Bandara SSK II, Kurir Ditangkap Jaringan Diburu
SKK Migas dan TNI Perkuat Pengamanan Hulu Migas, Bentengi Ketahanan Energi Nasional dari Berbagai Ancaman
Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, Usai Dicopot dari Kepala BGN
Dadan Hindayana Dicopot dari Kepala BGN, Dinilai Tak Becus Jalankan Program MBG
Mulai 2026, Bayar Pajak STNK Kendaraan Bekas Tak Wajib KTP Pemilik Lama
Tampil Mencolok di KPK, Haji Her Kooperatif Jalani Pemeriksaan
Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:28 WIB

Harvick Hasnul Qolbi Disebut Sosok Ideal Jadi Mendag di Tengah Gejolak Perdagangan Global

Minggu, 26 Juli 2026 - 17:32 WIB

Polda Riau Gagalkan Penyelundupan 2,2 Kg Sabu di Bandara SSK II, Kurir Ditangkap Jaringan Diburu

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:29 WIB

SKK Migas dan TNI Perkuat Pengamanan Hulu Migas, Bentengi Ketahanan Energi Nasional dari Berbagai Ancaman

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:33 WIB

Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, Usai Dicopot dari Kepala BGN

Selasa, 2 Juni 2026 - 23:09 WIB

Dadan Hindayana Dicopot dari Kepala BGN, Dinilai Tak Becus Jalankan Program MBG

Berita Terbaru