Bea Cukai Madura Sebut 273 Pabrik Rokok Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Petani

- Redaksi

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 06:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEGAS: Kepala Bea Cukai Madura, Novian Dermawan, saat menemui masa aksi demo di Pamekasan (SandiGT - Seputar Jatim)

TEGAS: Kepala Bea Cukai Madura, Novian Dermawan, saat menemui masa aksi demo di Pamekasan (SandiGT - Seputar Jatim)

PAMEKASAN, Seputar Jatim – Upaya mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, Bea Cukai Madura, Jawa Timur, mengungkapkan telah berperan dalam pendirian 273 pabrik pengolahan hasil tembakau dan industri turunan di wilayahnya.

Langkah ini diklaim berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani serta memperluas lapangan kerja bagi ribuan warga.

Kepala Bea Cukai Madura, Novian Dermawan menyebutakan, program tersebut bukan sekadar penegakan regulasi cukai, tetapi juga strategi memperkuat rantai pasok tembakau dari hulu hingga hilir.

“Keberadaan pabrik ini memotong jalur distribusi yang terlalu panjang, sehingga petani bisa menjual dengan harga lebih layak. Sementara industri mendapat pasokan langsung dari sumber terbaik,” ujarnya, Sabtu 16/8/2025).

Baca Juga :  Pemkab Sumenep Tunjuk BPRS Bhakti Sumekar Kelola Keuangan Koperasi Desa Merah Putih

Menurut data internal, lanjut dia, 273 pabrik yang berdiri tersebar di empat kabupaten di Madura, dengan mayoritas bergerak di sektor pengolahan tembakau rajangan dan produksi rokok skala kecil hingga menengah.

“Dampak ekonominya disebut signifikan, harga jual tembakau di tingkat petani rata-rata naik, sedangkan serapan tenaga kerja lokal mencapai lebih dari ribuan orang dalam dua tahun terakhir,” tegasnya.

Meski begitu, ia mengaku, sejumlah kalangan menyoroti perlunya pengawasan ketat. Pasalnya, peningkatan jumlah pabrik juga berpotensi memunculkan risiko pelanggaran cukai dan persaingan tidak sehat di tingkat pengusaha kecil.

Lanjuta ia menegaskan, bahwa pihaknya telah menyiapkan tim pengawasan terpadu yang memadukan penegakan hukum dan pendampingan administrasi.

“Namun, ancaman rokok ilegal tetap nyata, penindakan terbaru menunjukkan arus barang illegal masih besar, sehingga dampak ke kesejahteraan petani bisa tertahan bila pasar ilegal tidak diredam,” ucapnya.

Dengan langkah ini, Madura diharapkan tak hanya menjadi pemasok tembakau mentah, tetapi juga pusat industri pengolahan yang menguntungkan petani dan masyarakat luas.(Sand/EM)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DP 0 Rupiah! BPRS Bhakti Sumekar Permudah Warga Miliki Motor Lewat Pembiayaan Syariah
Tebar Kepedulian di Bulan Ramadan, BPRS Bhakti Sumekar Santuni Puluhan Lansia di Sumenep
Cabe Jamu Masuk Inventarisasi Indikasi Geografis, Pemkab Sumenep Perkuat Perlindungan Produk Lokal
Perluas Akses Investasi Halal, BPRS Bhakti Sumekar Hadirkan Deposito Syariah Mulai Rp1 Juta
Perkuat Inklusi Keuangan Syariah, BPRS Bhakti Sumekar Fokus Literasi, Digital, dan UMKM di 2026
Ramadan Jadi Berkah Ekonomi, Pemkab Sumenep Gelar Bazar Takjil Libatkan Ratusan UMKM
BPRS Bhakti Sumekar Tebar Berkah di Awal Ramadan 1447 H, Ratusan Takjil Dibagikan ke Pengguna Jalan
Jelang Ramadhan 1447 H, BPRS Bhakti Sumekar Minta UMKM Bijak Kelola Modal dan Siapkan THR

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 11:23 WIB

DP 0 Rupiah! BPRS Bhakti Sumekar Permudah Warga Miliki Motor Lewat Pembiayaan Syariah

Senin, 9 Maret 2026 - 18:10 WIB

Tebar Kepedulian di Bulan Ramadan, BPRS Bhakti Sumekar Santuni Puluhan Lansia di Sumenep

Senin, 9 Maret 2026 - 14:55 WIB

Cabe Jamu Masuk Inventarisasi Indikasi Geografis, Pemkab Sumenep Perkuat Perlindungan Produk Lokal

Jumat, 27 Februari 2026 - 11:38 WIB

Perluas Akses Investasi Halal, BPRS Bhakti Sumekar Hadirkan Deposito Syariah Mulai Rp1 Juta

Jumat, 27 Februari 2026 - 11:12 WIB

Perkuat Inklusi Keuangan Syariah, BPRS Bhakti Sumekar Fokus Literasi, Digital, dan UMKM di 2026

Berita Terbaru