Demi Segarkan Birokrasi, Bupati Sumenep dalam Waktu Dekat Bakal Lakukan Mutasi Pejabat

- Redaksi

Rabu, 4 Juni 2025 - 15:10 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

GAGAH: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo (Doc. Seputar Jatim)

GAGAH: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur, bakal melakukan mutasi pejabat pada posisi strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam waktu dekat.

Pelaksanaan mutasi yang tinggal menghitung hari, merupakan langkah strategis pemerintah daerah, dalam rangka menyegarkan birokrasi dan meningkatkan kinerja pelayanan publik Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Kami pasti melakukan pergeseran pejabat, terutama dalam rangka meningkatkan efektivitas kerja dan pelayanan publik perangkat daerah,” kata Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, Rabu (4/6/2025).

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  DPRD dan Pemkab Sumenep Lakukan Penandatanganan Naskah Persetujuan Dua Raperda

Menurutnya, untuk melaksanakan pergeseran jabatan hanya menunggu waktu pelantikan, karena telah melakukan evaluasi kinerja setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) selama empat tahun terakhir.

“Mutasi pejabat ini tinggal menghitung hari, sehingga hanya menunggu waktu pelaksanaan pelantikannya, jadi bersabar saja,” jelasnya.

Ia pun mengaku dalam menggeser pejabat untuk menduduki jabatan baru berdasarkan evaluasi kinerja, sehingga siapa pun ASN yang mendapatkan amanah jabatan baru bukan semata-mata faktor kedekatan.

Apalagi pergeseran atau mutasi bukan sekadar rotasi jabatan semata, kata dia, melainkan langkah pembenahan yang telah direncanakan dengan matang, untuk meningkatkan efektivitas dalam mendorong pembangunan lebih baik di segala sektor.

“Pemerintah daerah ingin memastikan bahwa pejabat yang mengisi posisi strategis, adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) berkompeten dan siap bekerja optimal,” bebernya.

Lebih lanjut ia menambahkan, bago pejabat yang menempati posisi strategis harus benar-benar memiliki semangat kerja, serta kemampuan untuk mendorong keberhasilan program pembangunan daerah melalui inovasinya.

Baca Juga :  ASN Laki-Laki Wajib Pakai Peci Hitam di Bulan Juni, Bupati Sumenep: Menghormati Jasa-jasa Bung Karno

“ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep selama empat tahun terakhir memang ada peningkatan kinerja, salah satu indikatornya adalah angka kemiskinan menurun dan bertambahnya pertumbuhan ekonomi daerah,” imbuhnya. (EM)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dialog Tambang Ilegal di Pamekasan, JIP Minta Pemkab dan Aparat Penegak Hukum Tak Tinggal Diam
Jaga Hak Korban, Kapolresta Sumenep Serahkan Kendaraan Barang Bukti untuk Dipinjam Pakai
Dugaan Ancaman Celurit hingga Perusakan Usaha, Dear Jatim Desak Kapolres Pamekasan Tuntaskan dalam 7×24 Jam
Bahas Tambang Ilegal di Pamekasan, JIP Hadirkan Pemerintah, Polisi hingga Akademisi
IWO Gelar Seminar Jurnalistik di UPI Sumenep, Etika Pers Tak Boleh Kalah oleh AI
Kasus DBD di Pamekasan Capai 380, Dinkes Siapkan 4 Langkah Antisipasi KLB
Gandeng Kepolisian, Disperkimhub Sumenep Perketat Penertiban Jukir Liar
Disperkimhub Sumenep Terapkan Tarif Parkir Nonberlangganan bagi Kendaraan Pelat Luar

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Dialog Tambang Ilegal di Pamekasan, JIP Minta Pemkab dan Aparat Penegak Hukum Tak Tinggal Diam

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Jaga Hak Korban, Kapolresta Sumenep Serahkan Kendaraan Barang Bukti untuk Dipinjam Pakai

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Dugaan Ancaman Celurit hingga Perusakan Usaha, Dear Jatim Desak Kapolres Pamekasan Tuntaskan dalam 7×24 Jam

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:59 WIB

IWO Gelar Seminar Jurnalistik di UPI Sumenep, Etika Pers Tak Boleh Kalah oleh AI

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Kasus DBD di Pamekasan Capai 380, Dinkes Siapkan 4 Langkah Antisipasi KLB

Berita Terbaru