Home / Tak Berkategori

EDITORIAL : KLM Arin Jaya tenggelam, Cerita Duka Perantau Pulau Gua-Gua

- Redaksi

Selasa, 18 Juni 2019 - 14:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Korban selamat jalani perawatan di Puskesmas Dungkek, Sumenep

Korban selamat jalani perawatan di Puskesmas Dungkek, Sumenep

Sumenep, seputarjatim.com- Musibah tenggelamnya Kapal Layar Motor (KLM) Arin Jaya kembali menghentak publik. Kapal pengangkut warga Pulau Gua-Gua, kecamatan Raas, Sumenep itu tenggelam setelah dihempas ombak di perairan Pulau Sepudi, Senin (17/06/2019).
Hingga Selasa siang, tercatat ada sekitar 17 penumpang meninggal dunia, sementara 39 penumpang lainnya selamat. Saat ini pun, petugas masih terus lakukan proses pencarian, karena dimungkinkan ada korban lainnya yang belum ditemukan.
Berdasarkan keterangan penumpang selamat, perahu yang ditumpangi para perantau tujuan Ibukota ini nyaris tak dilengkapi standar keselamatan. Tidak ada jaket pelampung, jumlah manifes yang simpang siur, serta ukuran ruang penumpang yang terbilang kecil.
Menurut kesaksian penumpang selamat, para anak-anak, remaja dan orang tua berjejal diatas kapal berukuran 3 kali 6 meter. Mereka pasrah berlayar selama 5 jam, dalam kondisi laut bergelombang.
Peristiwa tenggelamnya KLM Arin Jaya seakan menambah daftar panjang kecelakaan laut yang pernah terjadi di kabupaten paling ujung timur Pulau Madura.
Dan hingga kini, belum ada kesadaran bersama, untuk mengkampanyekan standar keselamatan pelayaran.
Tenggelamnya KLM Arin Jaya adalah cerita pilu, yang tidak dapat dibiarkan begitu saja. Peristiwa ini seyogyanya tak hanya menghentak kita. Peristiwa ini adalah duka, yang harus segera menyadarkan semua, tentang aktifitas pelayaran kita yang masih carut marut. (red)

Baca Juga :  BMKG Surabaya: Jawa Timur Masuki Siklus Kekeringan Ekstrem
Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PKDI Sumenep Apresiasi Langkah Kejari, Penahanan Kades Pragaan Daya Jadi Peringatan bagi Desa Lain
Kisruh Gadai Emas Rp200 Juta Lebih, BMT-UGT Nusantara Gayam Pilih Tak Respons Konfirmasi Media
Dana Desa Hak Masyarakat, Bupati Sumenep Tegaskan Kades Wajib Kelola Transparan
Ribuan Disabilitas di Madura Dibantu, BIP Foundation Hadirkan Harapan Baru
2 Tragedi Diduga Imbas BOSP, DPRD Sumenep Desak Disdik Evaluasi Total Mekanisme Pencairan
Musancab PDI Perjuangan Sumenep, Said Abdullah Tekankan Penguatan NU dan Solidaritas Sosial
Musancab PDIP Sumenep Jadi Titik Awal Konsolidasi Besar Menuju Pemilu 2029
Pemkab Sumenep Perketat Penataan TPS, Sampah Pinggir Jalan Dilarang Keras

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 17:14 WIB

PKDI Sumenep Apresiasi Langkah Kejari, Penahanan Kades Pragaan Daya Jadi Peringatan bagi Desa Lain

Selasa, 28 April 2026 - 19:38 WIB

Kisruh Gadai Emas Rp200 Juta Lebih, BMT-UGT Nusantara Gayam Pilih Tak Respons Konfirmasi Media

Selasa, 28 April 2026 - 18:43 WIB

Dana Desa Hak Masyarakat, Bupati Sumenep Tegaskan Kades Wajib Kelola Transparan

Senin, 27 April 2026 - 14:12 WIB

Ribuan Disabilitas di Madura Dibantu, BIP Foundation Hadirkan Harapan Baru

Senin, 27 April 2026 - 13:07 WIB

2 Tragedi Diduga Imbas BOSP, DPRD Sumenep Desak Disdik Evaluasi Total Mekanisme Pencairan

Berita Terbaru