Kasus Stroke Meningkat, Dinkes P2KB Sumenep Imbau Warga Rutin Cek Kesehatan

- Redaksi

Sabtu, 26 April 2025 - 13:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAKAI BATIK: Kepala Bidang P2P Dinkes P2KB Sumenep, Ahmad Syamsuri saat memaparkan angka kasus stroke (istimewa)

PAKAI BATIK: Kepala Bidang P2P Dinkes P2KB Sumenep, Ahmad Syamsuri saat memaparkan angka kasus stroke (istimewa)

SUMENEP, Seputar Jatim – Kasus penderita stroke di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur,terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.

Kepala Bidang P2P Dinkes P2KB Sumenep, Ahmad Syamsuri menyebutkan, bahwa kondisi ini mulai menjadi perhatian serius pemerintah daerah

Lanjut ia menyatakan, bahwa sebagian besar pasien mengalami kelumpuhan pada salah satu sisi tubuh.

“Kebanyakan daerah kiri, entah itu kaki atau tangannya,” jelasnya. Sabtu (26/2025).

Baca Juga :  Manager UP3 PLN Madura Tak Tahu Soal Polemik ULP PLN Sumenep dengan Pelanggan

Ia mengaku bahwa penyakit stroke ini juga menyerang kalangan muda, bukan hanya orang tua.

“Kalau dulu rata-rata usia 45 ke atas. Sekarang usia remaja 17 tahun juga ada, meski sedikit,” ucapnya.

Menurutnya, tingginya kasus stroke disebabkan rendahnya kesadaran warga menjaga kesehatan, terutama terkait tekanan darah tinggi.

“Hipertensi muncul karena masyarakat kurang sadar kesehatan. Mereka jarang periksa ke Puskesmas atau rumah sakit,” tegasnya.

Oleh karen itu, dia mengimbau warga rutin memeriksa kesehatan, seperti tekanan darah, kolesterol, dan gula darah untuk mencegah stroke.

“Minimal dua minggu atau sebulan sekali periksa. Semua layanan kesehatan gratis,” bebernya.

Bahkan, lanjut dia menambahkan, pasien yang telah didiagnosis stroke disarankan menjalani pemeriksaan dan terapi secara berkala.

“Stroke bisa disembuhkan, tapi tidak seratus persen. Rata-rata 70–80 persen. Ada yang sembuh dalam 3 bulan, ada yang setahun,” tukasnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data yang dihimpun media ini, per 25 April 2025, tercatat 341 penderita stroke. Rinciannya, 178 pasien laki-laki dan 168 pasien perempuan.

Kemudian pada 2024, penderita stroke mencapai 550 orang. Tahun sebelumnya, 2023, tercatat 3.702 kasus stroke.

Dan pada 2022, jumlah kasus stroke lebih rendah, hanya 193 orang, terdiri dari 120 laki-laki dan 73 perempuan. (Sand/EM)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tak Henti Berbenah, RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Mantapkan Diri sebagai Rumah Sakit Rujukan Humanis
RS BHC Sumenep Resmi Layani BPJS Kesehatan, Hadirkan Pojok Mobile JKN untuk Permudah Administrasi Pasien
Modernisasi Layanan dan SDM, RSUD Moh Anwar Sumenep Siap Jadi Rumah Sakit Rujukan Andal
RSUD Moh. Anwar Sumenep Dipercaya Jadi Pusat Medical Check Up Pejabat Daerah
Kasus Super Flu Masih Nol di Sumenep, Dinkes P2KB Perketat Pengawasan
Hadapi Musim Pancaroba, Dinkes P2KB Sumenep Gencar Lakukan Edukasi Cegah DBD
5 Inovasi Unggulan RSUD Moh Anwar Sumenep, Hadirkan Layanan Berkualitas dan Modern kepada Masyarakat
Tak Perlu ke Surabaya, RSUD Moh Anwar Sumenep Sediakan Layanan Subspesialis Bedah Digestif dan Spesialis Urologi 

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 07:21 WIB

Tak Henti Berbenah, RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Mantapkan Diri sebagai Rumah Sakit Rujukan Humanis

Kamis, 15 Januari 2026 - 19:12 WIB

RS BHC Sumenep Resmi Layani BPJS Kesehatan, Hadirkan Pojok Mobile JKN untuk Permudah Administrasi Pasien

Kamis, 15 Januari 2026 - 18:57 WIB

Modernisasi Layanan dan SDM, RSUD Moh Anwar Sumenep Siap Jadi Rumah Sakit Rujukan Andal

Selasa, 13 Januari 2026 - 15:59 WIB

RSUD Moh. Anwar Sumenep Dipercaya Jadi Pusat Medical Check Up Pejabat Daerah

Kamis, 8 Januari 2026 - 11:14 WIB

Kasus Super Flu Masih Nol di Sumenep, Dinkes P2KB Perketat Pengawasan

Berita Terbaru

ILUSTRASI: Menu MBG basi yang hampir dikonsumsi oleh siswa di sekolah (Doc. Seputar Jatim)

Peristiwa

Ayam Basi dalam Menu MBG, SPPG Marengan Daya Tuai Kecaman

Rabu, 28 Jan 2026 - 10:34 WIB

ILUSTRASI: Beberapa siswa membuang menu MBG karena tidak enak (Doc. Seputar Jatim)

Peristiwa

MBG Berakhir Dibuang, Wali Murid Nilai SPPG Saronggi Gagal

Rabu, 28 Jan 2026 - 10:09 WIB

ILUSTRASI : Kepala SPPG Saronggi memilih bungkam saat ada MBG  yang bau (Doc. Seputar Jatim)

Peristiwa

MBG Tak Aman, Siswa Terancam, Kepala SPPG Saronggi Bungkam

Selasa, 27 Jan 2026 - 22:20 WIB