Kyai Muda Jawa Timur Dukung Ganjar Kenalkan Sistem Pengembangan Bahasa Arab Pada Santri dan Warga Gresik

- Redaksi

Kamis, 29 Desember 2022 - 11:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: Heri Wicaksono)

(Foto: Heri Wicaksono)

GRESIK, seputarjatim.com- Belajar bahasa Arab merupakan hal yang penting untuk mempermudah memperlajari Al Qur’an. Nabi Muhammad SAW dalam hal ini menganjurkan umatnya untuk belajar mengenai bahasa Arab. Selain itu, dalam memperlajari aqidah, fiqih dan hukum Islam juga dibutuhkan kemampuan bahasa Arab yang baik.

Hal tersebut diungkapkan oleh Gus Ali Baidlowi, Koordinator Wilayah (Korwil) Kiyai Muda Jawa Timur Dukung Ganjar dalam kegiatan ‘Pengenalan Sistem Pendidikan Pengembangan Bahasa Arab’ di Desa Pemuda Lowayu, Kecamatan Dukung, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Rabu (28/12/2022).

“Ketika belajar mengenai tahfiz Al Quran, kita harus mengetahui makna yang terkandung dalam Al Quran tersebut. Jadi, sistem pengenalan bahasa arab itu sangat penting sekali,” buka Ali.

Menurutnya, bahasa adalah kunci utama dalam melakukan komunikasi antar masyarakat. Masyarakat di dunia bahkan menggunakan ribuan bahasa yang berbeda sebagai sarana berkomunikasi. Bahasa Arab sendiri merupakan salah satu bahasa populer yang digunakan masyarakat di berbagai negara di dunia.

Bahasa Arab selama ini identik dengan kitab suci Al Quran. Namun, tidak semua masyarakat yang memeluk agama Islam memahami bahasa Arab, padahal bahasa Arab sangat berguna bagi masyarakat, yang salah satunya untuk memahami makna dari Al Quran atau bahkan memperlajari berbagai literasi ilmiah yang dibuat ilmuan muslim pada zamannya.

Baca Juga :  Ribuan Pendaftar PPS di Sumenep Ikut Tes Tulis

Melalui kegiatan ini, Ali berharap santri dan warga Gresik memiliki kemampuan dalam menguasai bahasa Arab untuk membangun peradaban muslim yang lebih baik lagi kedepannya.

“Kyai Muda Jawa Timur Dukung Ganjar saat ini tengah menggencarkan pengenalan dasar tentang bahasa Arab. Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap santri dan masyarakat memiliki ketertarikan lanjutan dalam memperlajari bahasa Arab yang penuh manfaat,” lanjut Ali.

Ali mengungkapkan bahwa santri dan masyarakat menyambut baik kegiatan tersebut. Kedepannya Ali berencana untuk melakukan kegiatan rutin, yakni camp berbasis bahasa Arab untuk seluruh santri dan warga khususnya yang berprofesi sebagai tenaga pendidik.

“Memang ada usul dari warga tidak hanya melakukan kegiatan pengenalan saja, melainkan melakukan kegiatan lanjutan seperti camp arabic, karena kan manfaatnya banyak, tidak hanya untuk memahami makna dari Al Qur’an saja, tapi bisa sebagai alat berdiplomasi saat menjajaki negara lain yang bahasanya menggunakan bahasa Arab,” lanjutnya.

Baca Juga :  'Padi Petani Kita Untuk Indonesia', Pemkab Sumenep Dukung Panen Padi Nusantara Satu Juta Hektare

Selain melakukan pengenalan sistem pendidikan pengembangan bahasa Arab, kedepan Ali melalui Kiyai Muda Jawa Timur Dukung Ganjar terus merupaya untuk melakukan inovasi dalam memberdayakan santri maupun memberikan manfaat bagi para warga sekitar.

“InshaAllah tahun depan akan lebih bervariasi, kita akan berkolaborasi dengan komunitas seni, seperti santri angklung Jawa Timur, kemudian kegiatan yang bersifat kemandirian ekonomi, digitalisasi atau bahkan melakukan program yang merangkul masyarakat termarginalkan untuk membuat hidupnya lebih baik,” kata Ali.

Selain belajar bahasa Arab, turut serta kegiatan tilawah dan sambung ayat dari para santri. Kegiatan tersebut dihadiri oleh ribuan santri dan warga yang antusias mengikuti kegiatan tersebut sampai akhir dan ditutup dengan sholawat, doa untuk Indonesia yang damai dan sejahtera. (her/red)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

IWO Sumenep Serukan Persatuan di Idul Fitri 1447 H, Ajak Masyarakat Perkuat Silaturahmi
GPPS Semprot APBD Sumenep, Anggaran Sarung Dinilai Abaikan Kebutuhan Rakyat
Diduga Cemarkan Profesi Wartawan, Akun TikTok Juan Kurniawan Bakal Diproses Hukum
Aksi Segel Kantor Berakhir, Pegadaian Pamekasan Siap Kembalikan Hak 47 Korban Lewat Mediasi Pengadilan
Dari Kursi Terdakwa ke Kursi Pejabat, Putusan Kasasi MA Kasus Indra Wahyudi Masih Menggantung
Diduga Langgar Juknis MBG, Live TikTok SPPG Lebeng Timur Mendadak Dijeda Usai Disoal Susu Coklat
Polemik E-Katalog Memanas, IWO Sumenep Nilai Kebijakan Terlalu Dipaksakan
BGN Suspend 17 SPPG di Jatim, SPPG Pakamban Laok 2 Sumenep Ikut Terseret

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 21:06 WIB

IWO Sumenep Serukan Persatuan di Idul Fitri 1447 H, Ajak Masyarakat Perkuat Silaturahmi

Selasa, 17 Maret 2026 - 14:55 WIB

GPPS Semprot APBD Sumenep, Anggaran Sarung Dinilai Abaikan Kebutuhan Rakyat

Selasa, 10 Maret 2026 - 15:25 WIB

Diduga Cemarkan Profesi Wartawan, Akun TikTok Juan Kurniawan Bakal Diproses Hukum

Selasa, 10 Maret 2026 - 00:28 WIB

Aksi Segel Kantor Berakhir, Pegadaian Pamekasan Siap Kembalikan Hak 47 Korban Lewat Mediasi Pengadilan

Kamis, 5 Maret 2026 - 20:43 WIB

Dari Kursi Terdakwa ke Kursi Pejabat, Putusan Kasasi MA Kasus Indra Wahyudi Masih Menggantung

Berita Terbaru