Home / Tak Berkategori

Limbah PT Garam Rusak Tanaman Petani di Sumenep

- Redaksi

Senin, 11 November 2019 - 14:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi.

ilustrasi.

SUMENEP, seputarjatim.com Warga Desa Nambakor, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mengeluhkan sistem pembuangan limbah pengolahan garam yang dilakukan PT Garam Persero. Zainudin, (37), warga setempat mengaku, dampak dari melubernya limbah garam ke saluran irigasi persawahan membuat banyak tanaman padi warga rusak.

“Kan limbah itu kadar garamnya tinggi. Jadi sering masuk ke areal persawahan melalui saluran irigasi. Tanaman padi ya banyak yang rusak dan mati,” terang Zainudin, Senin, 11/11/2019.

Baca Juga :  Perketat Perbatasan, Sumenep Siaga Corona

Hal senada juga disampaikan Kholil, warga yang tinggal tak jauh dari lahan pegaraman 3 PT Garam Persero. Menurutnya, perusahaan BUMN tersebut tidak pernah melakukan sosialisasi pengelolaan air laut yang akan dijadikan bahan baku produksi garam.

“Yang terdampak ya banyak. Hampir semua areal persawahan yang berjejer di sepanjang jalan Desa Nambakor. Air garam apalagi yang tingkat kadar garamnya tinggi itu kan bahaya bagi tanaman,” ungkapnya.

Baca Juga :  Jelang Lebaran, Khirata Foundation Kembali Kunjungi Kampung Dan Bagikan Paket Sembako

Sementara itu Fathorrahman, Humas PT Garam Persero belum dapat dikonfirmasi wartawan terkait masalah ini. Panggilan telepon yang dilakukan wartawan belum mendapatkan respon.

Warga berharap, pemerintah Kabupaten Sumenep dapat membantu persoalan yang sedang dihadapi petani Desa Nambakor, Kecamatan Saronggi. Warga juga mengaku akan segera melaporkan masalah ini ke DPRD Kabupaten Sumenep. (far/red)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PKDI Sumenep Apresiasi Langkah Kejari, Penahanan Kades Pragaan Daya Jadi Peringatan bagi Desa Lain
Kisruh Gadai Emas Rp200 Juta Lebih, BMT-UGT Nusantara Gayam Pilih Tak Respons Konfirmasi Media
Dana Desa Hak Masyarakat, Bupati Sumenep Tegaskan Kades Wajib Kelola Transparan
Ribuan Disabilitas di Madura Dibantu, BIP Foundation Hadirkan Harapan Baru
2 Tragedi Diduga Imbas BOSP, DPRD Sumenep Desak Disdik Evaluasi Total Mekanisme Pencairan
Musancab PDI Perjuangan Sumenep, Said Abdullah Tekankan Penguatan NU dan Solidaritas Sosial
Musancab PDIP Sumenep Jadi Titik Awal Konsolidasi Besar Menuju Pemilu 2029
Pemkab Sumenep Perketat Penataan TPS, Sampah Pinggir Jalan Dilarang Keras

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 17:14 WIB

PKDI Sumenep Apresiasi Langkah Kejari, Penahanan Kades Pragaan Daya Jadi Peringatan bagi Desa Lain

Selasa, 28 April 2026 - 19:38 WIB

Kisruh Gadai Emas Rp200 Juta Lebih, BMT-UGT Nusantara Gayam Pilih Tak Respons Konfirmasi Media

Selasa, 28 April 2026 - 18:43 WIB

Dana Desa Hak Masyarakat, Bupati Sumenep Tegaskan Kades Wajib Kelola Transparan

Senin, 27 April 2026 - 14:12 WIB

Ribuan Disabilitas di Madura Dibantu, BIP Foundation Hadirkan Harapan Baru

Senin, 27 April 2026 - 13:07 WIB

2 Tragedi Diduga Imbas BOSP, DPRD Sumenep Desak Disdik Evaluasi Total Mekanisme Pencairan

Berita Terbaru