Melalui DAK, Sumenep Dapat Program Pembangunan Sanitasi Di 16 Desa

News, Pemerintahan347 Dilihat

SUMENEP, seputarjatim.com -Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur menggelar Sosialisasi Kabupaten Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang Sanitasi tahun anggaran 2023. Selasa (21-03-2023).

Kegiatan yang dilaksanakan di wisata Boekit Tawap Desa Pagar Kecamatan Saronggi tersebut dihadiri oleh Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, para camat dan beberapa Kepala Desa yang mendapatkan program DAK bidang Sanitasi tahun anggaran 2023.

Dalam laporannya,Eric Susanto selaku Kepala Dinas PUTR mengatakan, Penyediaan Sanitasi wilayah tertinggal, termasuk kawasan stanting dan penanggulangan kemiskinan.

Sementara itu, untuk sumber dana kegiatan tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBD Kabupaten Sumenep tahun anggaran 2023 sedangkan untuk desa penerima manfaat sebanyak 16 desa yang tersebar di 11 kecamatan.

Baca Juga :  Polres Sumenep Turun Tangan Atasi Kekeringan

“Rencana pembangunan fisik berupa pembangunan jamban dan tangki serviks individual sebanyak 550, truk tinja 1 unit dan TPS 3R sebanyak 20 dengan total dana fisik penunjang sebanyak Rp.9.779.988.000. Anggaran pembangunan ini hampir 10 miliyar,” ucapnya.

Ditempat yang sama, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi menyampaikan Sosialisasi Dana Anggaran Khusus (DAK) Sanitasi tahun anggaran 2023 tingkat kabupaten. Kegiatan ini dilaksanakan diruang terbuka. Sesuai dengan keinginan pemerintah daerah setelah pandemi Covid-19 ini, penguatan ekonomi yang paling cepat yaitu mendorong potensi wisata yang kita miliki untuk dimaksimalkan.

Baca Juga :  Bantuan Hibah Provinsi ke Ponpes dan Yayasan di Sumenep Diduga Jadi Bancakan Oknum, Kurniadi: Saatnya BPKP Lakukan Audit

“Salah satu contoh kegiatan Dinas PUTR dilaksanakan di Bukit Tawap Pagarbatu. Termasuk kegiatan-kegiatan seremonial OPD berikutnya mulai hari ini dan seterusnya dilaksanakan di destinasi wisata sesuai perencana masing-masing,” ungkapnya.

Lanjut politisi PDI-P ini menyebutkan, Pemerintah daerah memiliki tanggungjawab mempersiapkan air bersih yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Dengan hal itu, masyarakat bisa menjaga kondisi lingkungan agar tetap bersih.

“Dengan anggaran yang telah ditentukan untuk pembangunan sanitasi agar bisa mendorong dan memotivasi masyarakat perilakunya berubah. Dari kotor menjadi bersih, dari yang kurang baik menjadi baik,” tutupnya. (Bam)

Komentar