Monev BPP Lenteng Dinilai Kabur, Keberadaan Bantuan Handtraktor Surya Tani Kian Misterius

- Redaksi

Jumat, 23 Januari 2026 - 19:01 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

ILUSTRASI: Handtraktor Poktan Surya Tani raib (Doc. Seputar Jatim)

ILUSTRASI: Handtraktor Poktan Surya Tani raib (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Kisruh dugaan raibnya bantuan handtraktor pada Poktan Surya Jaya, Desa Meddelen, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur,memasuki babak baru.

Alih-alih meredakan persoalan, hasil monitoring dan evaluasi (monev) yang dilakukan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Lenteng, justru dinilai tidak substantif dan memicu kecurigaan publik.

Sebelumnya, pasca monitoring, BPP Lenteng melalui ketuanya, Saddam Susilo, menyampaikan, bahwa bantuan handtraktor tersebut masih ada.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, keterangan itu tidak disertai penjelasan detail mengenai keberadaan, kondisi, maupun siapa yang menguasai alat pertanian tersebut. Situasi ini membuat polemik yang sejak awal bergulir kian memanas.

Tak hanya itu, BPP Lenteng juga tidak menjelaskan apakah dalam proses monitoring turut menghadirkan kedua belah pihak yang tengah berselisih, yakni pengurus kelompok tani dan anggota Poktan Surya Tani.

Baca Juga :  MBG Ditemukan Asal-asalan, SPPG Legung Barat Akui Enam Sertifikat Wajib Belum Lengkap

Padahal, kehadiran semua pihak dinilai penting untuk mengurai persoalan yang sudah lama berlarut.

Diketahui sebelumnya, salah satu anggota Poktan Surya Tani mengklaim telah melaporkan dugaan bermasalahnya bantuan handtraktor tersebut ke Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep.

Laporan itu dilayangkan lantaran anggota tidak pernah merasakan manfaat dari bantuan yang dimaksud.

Sehingga dengan minimnya penjelasan BPP Lenteng pasca monitoring menuai sorotan dari Ketua Aktivis Muda Sumenep (AMS), Rasadi.

Ia menilai sikap BPP tersebut patut dipertanyakan karena monitoring sejatinya dilakukan untuk membuka duduk perkara, bukan justru meninggalkan tanda tanya baru.

“Saya rasa seharusnya monitoring itu dapat menghasilkan sesuatu yang dapat memecah masalah yang sedang terjadi paling tidak meski tak selesai masalah tersebut bisa terurai agar lebih mudah diselesaikan,” ujarnya, Jumat (23/1/2026).

Rasadi juga menyayangkan tidak adanya penjelasan lengkap terkait hasil monitoring yang dilakukan BPP Lenteng.

Menurutnya, kondisi ini justru berpotensi menimbulkan dugaan adanya kepentingan tertentu di balik polemik bantuan handtraktor tersebut.

“Sangat disayangkan ya, kenapa BPP tak menjelaskan detailnya itu, sehingga tidak akan menimbulkan kecurigaan-kecurigaan baru di masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga :  Menu Berjamur, Jawaban Kabur: Kepala SPPG Jambu Dinilai Gagal Jelaskan Standar Keamanan Pangan

Ia menegaskan, apabila memang handtraktor tersebut benar-benar ada, BPP seharusnya menjelaskan secara terbuka duduk persoalannya. Terlebih, adanya laporan ke DKPP menunjukkan bahwa persoalan ini tidak muncul tanpa alasan.

“Andaikan dijelaskan, sebenarnya ada persoalan apa? misal adanya miskom anggota dan ketua soal bantuan itu, sehingga mereka tidak mengetahui sehingga mereka memutuskan untuk melaporkan ke DKPP, misalkan, kan jadi clear masalahnya, ini kan tidak,” jelasnya.

Hingga berita ini diturunkan, BPP Lenteng belum memberikan keterangan tambahan secara resmi terkait hasil monitoring dan polemik dugaan raibnya bantuan handtraktor Poktan Surya Tani tersebut. (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://www.seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Ancaman Celurit hingga Perusakan Usaha, Dear Jatim Desak Kapolres Pamekasan Tuntaskan dalam 7×24 Jam
Bahas Tambang Ilegal di Pamekasan, JIP Hadirkan Pemerintah, Polisi hingga Akademisi
Kasus DBD di Pamekasan Capai 380, Dinkes Siapkan 4 Langkah Antisipasi KLB
Puncak Festival Banjari Al-Habsyi, DRT Gemar Bershalawat Hadirkan Majelis At-Taufiq Meriahkan HSN 2026
Dua Kades Terjerat Kasus Narkoba, DPMD Sumenep Pilih Tegak Lurus pada Hukum
Geger! Bayi Laki-Laki Ditemukan di Atas Kursi Rusak di Pinggir Jalan Prenduan Sumenep
Dugaan Perusakan Rumah dan Teror Celurit di Pamekasan, Jaka Jatim Desak Polisi Usut Tuntas
Kuota Cuma 20 Grup, Jangan Lewatkan! Festival Banjari Al-Habsyi se-Sumenep Siapkan Hadiah Jutaan

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Dugaan Ancaman Celurit hingga Perusakan Usaha, Dear Jatim Desak Kapolres Pamekasan Tuntaskan dalam 7×24 Jam

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Kasus DBD di Pamekasan Capai 380, Dinkes Siapkan 4 Langkah Antisipasi KLB

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Puncak Festival Banjari Al-Habsyi, DRT Gemar Bershalawat Hadirkan Majelis At-Taufiq Meriahkan HSN 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:21 WIB

Dua Kades Terjerat Kasus Narkoba, DPMD Sumenep Pilih Tegak Lurus pada Hukum

Selasa, 20 Oktober 2026 - 06:58 WIB

Geger! Bayi Laki-Laki Ditemukan di Atas Kursi Rusak di Pinggir Jalan Prenduan Sumenep

Berita Terbaru