Musik Tongtong Sumenep Siap Menggema di MotoGP Mandalika 2026, Bawa Budaya Madura ke Panggung Dunia

- Redaksi

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:30 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

MEGAH: Musik Tongtong Angin Ribut untuk tampil dalam Rider Parade MotoGP Mandalika (Foto Istimewa)

MEGAH: Musik Tongtong Angin Ribut untuk tampil dalam Rider Parade MotoGP Mandalika (Foto Istimewa)

SUMENEP, Seputar Jatim – Musik tongtong khas Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, bakal menggema di ajang MotoGP Mandalika 2026.

Kesenian tradisional kebanggaan masyarakat Madura tersebut dijadwalkan tampil dalam Rider Parade di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada 7 Oktober 2026.

Penampilan ini menjadi momentum strategis bagi Kabupaten Sumenep untuk memperkenalkan kekayaan seni dan budaya daerah kepada masyarakat Indonesia hingga mancanegara melalui salah satu ajang olahraga otomotif bergengsi di dunia.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, keikutsertaan musik tongtong dalam rangkaian MotoGP Mandalika 2026 merupakan kesempatan berharga bagi para seniman daerah untuk menunjukkan bahwa kesenian tradisional memiliki daya tarik dan mampu tampil di panggung internasional.

“Kami bangga musik tongtong Sumenep bisa tampil di Mandalika. Ini bukan sekadar pertunjukan musik, tetapi juga membawa identitas, sejarah, dan kebanggaan masyarakat Madura ke panggung yang disaksikan masyarakat dari berbagai daerah, bahkan mancanegara,” katanya, Senin (5/10/2026).

Baca Juga :  Raker 2027, SMSI Sumenep Siapkan Strategi Tembus Pasar Nasional Lewat Penguatan Teknologi Digital

Menurutnya, musik tongtong memiliki karakter kuat dengan bunyi khas yang lahir dari kreativitas para pelaku seni budaya Madura. Kesenian ini juga berkembang menjadi salah satu ekspresi budaya yang merepresentasikan semangat, kebersamaan, dan kreativitas masyarakat.

“Yang jelas, musik tongtong hadir pada momentum MotoGP untuk menunjukkan bahwa pelestarian budaya bisa berjalan seiring dengan perkembangan pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujarnya.

Ia menegaskan, seni budaya tidak boleh sekadar menjadi bagian dari cerita masa lalu, tetapi harus terus hidup, berkembang, dan hadir di tengah masyarakat.

Karena itu, penampilan musik tongtong di Mandalika diharapkan semakin memperluas pengenalan terhadap kekayaan budaya Kabupaten Sumenep dan Madura, sekaligus membuka peluang bagi para pelaku seni untuk menunjukkan kreativitasnya di tingkat yang lebih luas.

“Melalui momentum ini, kami ingin memberikan ruang lebih luas kepada para pelaku seni untuk terus berkreasi, sekaligus mendorong generasi muda agar semakin mencintai kesenian tradisional daerah,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) menyiapkan Musik Tongtong Angin Ribut untuk tampil dalam Rider Parade MotoGP Mandalika pada 7 Oktober 2026.

Bupati juga mengajak masyarakat menjadikan kekayaan budaya sebagai salah satu kekuatan promosi daerah. Menurutnya, seni tradisional dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan berbagai potensi unggulan Sumenep, mulai dari pariwisata, kuliner, produk ekonomi kreatif, hingga komoditas daerah.

“Musik tongtong bergema di Mandalika, membawa warna Madura, mengangkat nama Sumenep, dan memperlihatkan bahwa budaya lokal memiliki panggung yang luas di tengah dunia yang terus berubah,” pungkasnya. (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://www.seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bukan Sekadar Hiburan, Bupati Sumenep Sebut Festival Tong-Tong Jadi Ruang Kreativitas Seniman
Rukun Karya Genap 50 Tahun, Komitmen Lestarikan Ludruk Madura Tak Pernah Pudar
Disbudporapar Sumenep Perkuat Identitas Budaya Lewat Festival Jeren Serek 2026
Pelestarian atau Pemaksaan? Perbup Busana Budaya Sumenep Tuai Gelombang Kritik
Puluhan Pasang Sapi Kerap Meriahkan HUT Perdana DRT di Lapangan Giling Sumenep
Festival Kucing Busok Raas 2025: Ajang Konservasi Ras Langka yang Jadi Magnet Wisata
Hari Jadi Sumenep ke-756, 1000 Penari Topeng Meriahkan Puncak Prosesi Arya Wiraraja
Disbudporapar Sumenep Perjuangkan 5 Warisan Budaya Lokar Agar Ditetapkan sebagai WBTB Indonesia 2025

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:30 WIB

Musik Tongtong Sumenep Siap Menggema di MotoGP Mandalika 2026, Bawa Budaya Madura ke Panggung Dunia

Senin, 7 September 2026 - 06:58 WIB

Bukan Sekadar Hiburan, Bupati Sumenep Sebut Festival Tong-Tong Jadi Ruang Kreativitas Seniman

Kamis, 25 Juni 2026 - 08:44 WIB

Rukun Karya Genap 50 Tahun, Komitmen Lestarikan Ludruk Madura Tak Pernah Pudar

Senin, 11 Mei 2026 - 09:47 WIB

Disbudporapar Sumenep Perkuat Identitas Budaya Lewat Festival Jeren Serek 2026

Sabtu, 10 Januari 2026 - 17:47 WIB

Pelestarian atau Pemaksaan? Perbup Busana Budaya Sumenep Tuai Gelombang Kritik

Berita Terbaru