Paguyuban Keris Desak Kepala Disbudparpora Sumenep Mundur, Ada Apa?

- Redaksi

Jumat, 27 September 2019 - 16:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

pengurus 8 paguyuban keris di Sumenep menuntut Kepala Disbudparpora mundur dari jabatannya. (istimewa)

pengurus 8 paguyuban keris di Sumenep menuntut Kepala Disbudparpora mundur dari jabatannya. (istimewa)

SUMENEP, seputarjatim.com Even pameran keris yang diselenggarakan pada tanggal 23-25 September 2019  didepan Labeng Mesem Keraton Sumenep, menuai polemik di kalangan paguyuban keris Kabupaten Sumenep. Paguyuban keris mengaku tidak dilibatkan dalam pameran yang digelar selama 3 hari tersebut. Kecewa dengan kinerja Disbudparpora, sebanyak 8 paguyuban keris di Sumenep mendesak agar Carto, Kepala Disbudparpora mundur dari jabatannya. Basiriansyah, ketua salah satu paguyuban keris mengaku paguyuban keris di Sumenep tidak diikutsertakan dalam perencanaan even pameran keris itu.

Baca Juga :  Bersama Paguyuban Kerapan Kambing, Bupati Fauzi Santuni Anak Yatim

“Saya menginkan Disbudparpora transparan dalam kegiatan tentang keris, jadi harus bisa menjalin komunikasi dan kerjasama. Sedangkan even kemarin tidak ada konfirmasi padahal disini banyak pengrajin dan pegiat keris harusnya dilibatkan,” ungkapnya, Jumat, 27/09/2019.

Menyikapi hal ini, Carto, Kepala Disbudparpora Sumenep menanggapi desakan peguyuban keris dengan baik. Pihak Disbudparpora menurut Carto siap duduk dan diskusi dengan paguyuban keris untuk membicarakan persoalan ini.

“Kami mau saja kalau ada iktikad bersama ketemu bareng paguyuban keris. Tidak apa-apa Disbudparpora yang mengundang, kita duduk dan mari selesaikan masalahnya,” kata Carto saat dihubungi melalui telepon seluluer, Jumat, 27/09/2019.

Baca Juga :  PT Gudang Garam: Ayo Menanam Bambu!

Sebelumnya sejumlah paguyuban keris di Kabupaten Sumenep kecewa dengan buruknya pelaksanaan pameran keris yang digelar didepan labang mesem Keraton Sumenep. Selain menuntut mundurnya Kepala Disbudparpora, mereka juga meminta agar Bupati Sumenep mengevaluasi secara khusus gelaran yang masuk dalam agenda Visit Sumenep itu. (far/red)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Darurat Sampah! Pantai Slopeng Sumenep Terancam Ditinggal Wisatawan
Festival Ketupat Sumenep 2026 Kini Jadi Senjata Baru Dongkrak Ekonomi
Festival Ketupat Sumenep 2026 Siap Digelar di Pantai Lombang
Wabup Sumenep Kawal Diplomasi Pariwisata, Australia Bidik Wisata Kesehatan dan Budaya Dunia
Disbudporapar Sumenep Minta Pemdes Segera Bentuk Pokdarwis Pantai Galung 
Dibangun dari Teknologi Ramah Lingkungan, Pantai Galung Jadi Destinasi Wisata Baru di Sumenep
Disbudporapar Sumenep Targetkan 1,7 Juta Kunjungan Wisatawan di 2025
Demi Jaga Estetika, DLH Sumenep Bakal Percantik Taman Tajamara

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 11:25 WIB

Darurat Sampah! Pantai Slopeng Sumenep Terancam Ditinggal Wisatawan

Kamis, 26 Maret 2026 - 12:58 WIB

Festival Ketupat Sumenep 2026 Kini Jadi Senjata Baru Dongkrak Ekonomi

Rabu, 25 Maret 2026 - 21:12 WIB

Festival Ketupat Sumenep 2026 Siap Digelar di Pantai Lombang

Jumat, 23 Januari 2026 - 19:13 WIB

Wabup Sumenep Kawal Diplomasi Pariwisata, Australia Bidik Wisata Kesehatan dan Budaya Dunia

Kamis, 18 September 2025 - 11:42 WIB

Disbudporapar Sumenep Minta Pemdes Segera Bentuk Pokdarwis Pantai Galung 

Berita Terbaru

TEGAS: Ketua Komisi III DPRD Sumenep, M. Muhri (Doc. Seputar Jatim)

Pemerintahan

DPRD Sumenep Siaga, Pengawasan DAK Rp49 Miliar Diperketat Total

Kamis, 2 Apr 2026 - 07:57 WIB