Pasien Meninggal Dunia, Puskesmas Bluto Diduga Lambat Beri Rujukan, Keluarga Tuntut Kapus Mundur

- Redaksi

Sabtu, 29 November 2025 - 10:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEGANG: Keluarga pasien yang meninggal dunia saat keluar dari ruangan Kepala Dinkes P2KB usai audiensi (Foto Istimewa)

TEGANG: Keluarga pasien yang meninggal dunia saat keluar dari ruangan Kepala Dinkes P2KB usai audiensi (Foto Istimewa)

SUMENEP, Seputar Jatim – Kekecewaan keluarga pasien yang meninggal di Puskesmas Bluto karena diduga terlambat mendapatkan surat rujukan memuncak hingga berujung audiensi ke Kantor Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Audiensi tersebut ditemui Kepala Bidang Pelayanan Dinkes P2KB bersama dua staf tersebut.

Sementara keluarga almarhum didampingi LBH. Diskusi sempat berjalan kondusif sebelum memanas akibat perbedaan pendapat antara peserta audiensi dan pihak dinas.

Ketegangan meningkat saat keluarga pasien merasa tidak dihormati karena Kepala Dinkes P2KB tidak ada di ruangannya.

Baca Juga :  Pemkab Sumenep Luncurkan SIKERIS, Satu Pintu Digital untuk Semua Layanan Kependudukan

Situasi itu memicu kemarahan hingga keluarga memutuskan walk out dari ruang pertemuan.

“Pecat Kapus Bluto dan semua yang terlibat!” teriak salah satu peserta audiensi saat meninggalkan ruangan.

Direktur LBH Taretan Legal Justitia, Zainorrozi menjelaskan, bahwa audiensi tersebut digelar untuk mencari kejelasan terkait meninggalnya pasien berinisial H.

Namun ketidakhadiran Kepala Dinas membuat keluarga merasa kecewa dan memilih keluar.

Sementara itu, Kabid Pelayanan Dinkes P2KB, Siti Khairiyah menegaskan, bahwa berdasarkan hasil investigasi internal, penanganan pasien di Puskesmas Bluto telah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Di IGD sudah dilakukan response time, pasien dilayani kurang dari lima menit,” ujarnya.

Baca Juga :  IWO dan UPI Sumenep Resmi Teken MoU: Perkuat Literasi Media dan Kompetensi Jurnalistik Kampus

Terkait tuntutan pemecatan Kepala Puskesmas Bluto dan sejumlah petugas yang menangani pasien, hal tersebut berada di luar kewenangannya.

“Ada proses. Kami PNS,” imbuhnya. (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://www.seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Momentum HAKIN 2026, KI Sumenep Siap Perkuat Peran Strategis Media
Lewat JMS, Kejari Sumenep Ingatkan Pelajar SMAN 1 Bahaya Hoaks hingga Doxxing
PKDI Sumenep Apresiasi Langkah Kejari, Penahanan Kades Pragaan Daya Jadi Peringatan bagi Desa Lain
Kisruh Gadai Emas Rp200 Juta Lebih, BMT-UGT Nusantara Gayam Pilih Tak Respons Konfirmasi Media
Ribuan Disabilitas di Madura Dibantu, BIP Foundation Hadirkan Harapan Baru
2 Tragedi Diduga Imbas BOSP, DPRD Sumenep Desak Disdik Evaluasi Total Mekanisme Pencairan
Pasca Penahanan Kades Pragaan Daya, Aktivis Ingatkan Bahaya Program Fiktif dan Kelalaian Administrasi
Harlah ke-92 PAC GP Ansor Pragaan, Perkuat Peran Pemuda dan Program Berdampak

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 16:35 WIB

Momentum HAKIN 2026, KI Sumenep Siap Perkuat Peran Strategis Media

Kamis, 30 April 2026 - 09:38 WIB

Lewat JMS, Kejari Sumenep Ingatkan Pelajar SMAN 1 Bahaya Hoaks hingga Doxxing

Rabu, 29 April 2026 - 17:14 WIB

PKDI Sumenep Apresiasi Langkah Kejari, Penahanan Kades Pragaan Daya Jadi Peringatan bagi Desa Lain

Selasa, 28 April 2026 - 19:38 WIB

Kisruh Gadai Emas Rp200 Juta Lebih, BMT-UGT Nusantara Gayam Pilih Tak Respons Konfirmasi Media

Senin, 27 April 2026 - 14:12 WIB

Ribuan Disabilitas di Madura Dibantu, BIP Foundation Hadirkan Harapan Baru

Berita Terbaru